• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Sunday, May 15, 2016

Mengapa Kejahatan Seksual Pada Anak Merajalela..??



Jawabannya mungkin banyak corak dan ragam jika disodorkan pertanyaan apa yang menjadi penyebab Kejahatan Seksual pada perempaun dan anak makin marak akhir- akhir ini? Ada yang menarik untuk kita cermati bersama bagaimana tdak marah dorongan hasrat seksual bagi siapapun yang sudah memiliki hasrat normal sebagai laki-laki belakangan semakin terpacu oleh banyak faktor penyebab, hingga makin sulit menguji mana yang memiliki nurani, iman dan mampu mengendalikan dengan siapapun yang sengaja membebaskan dirinya untuk berbuat semena-mena.

Mungkin bukan bermaksud menghakimi atau menjustifikasi, namun sekedar introfeksi jika saat ini kejahatan seksual dilakukan tdak lagi memilih status dan starta sosial seseorang melainkan siapun dan kapanpun berpotensi melakukan kejahatan itu...

Mulai pemuka agama, penggiat politik, tua muda sudah menjadi pemandangan yang makin miris karena mereka berada pada titik dimana terjerat nafsu sesaat melampiaskan hasrat besarnya pada tempat dan orang yang bukan menjadi haknya...Entah dengan cara terus terang memperkosa atau dengan kedok dan dalih apapun, itu semua saat ini membuat panas telinga mendengarnya, gatal mata melihatya serta miris hati mencermatinya...

Sudah menjadi bagian yang sangat mengkhawatirkan memang saat ini, sebab kejahatan seksual pada anak misalnya tidak lagi dilakukan orang lain yang sangat mudah dicurigai, namun sebaliknya kini mendapati pemandangan kejahatan seksual pada anak dilakukan orang terdekat yang sama sekali tidak diduga dan tidak mungkin jika dilihat dari keberadaanya, namun fakta berkata lain, orang tua, paman, pak de, kakak, adik, dan sepupu kerak kali berada dilingkaran pelaku kejahatan seksual pada anak yang sangat memprihatinkan..

Sampai saat ini, kima masih belum dapat menyimpulkan faktor apa yang dominan menjadi penyebab semua itu...apa degradasi moral yang memang sudah menjadi bagian yang mendominasi pola hidup masyarakat kita...peran para pemuka agama dan cerdik pandai sudah tidak lagi mengena? atau memang ini yang dikatakan akhir jaman yang akan segera mengakhiri segalanya dimarcapada ini..Wallohu 'alam.. 

Wednesday, May 4, 2016

Kang Diky Chandra, Datang Tandang, Mulang Gandang Jawara Sukapura



Rek jajap dulur nujauh dilembur,  rek tandang ditatar Sukapura rek bakti kalemah cai nyukcruk lembur karuhun, ngudak tapak lacak baheula paninggalan nungancik dina getih jeung daging dangiang rerehan dalem Sukapura.

Jung geura padungdung, bral geura miang caringcing pageuh kancing, saringseut pageuh iket, taya anu teumungkin, eueuh nupamohalan dina hirup jeung kahirupan mah, sakabehna serba mungkin jeung bisa, salila tekad ucap jeung lampah panjeug dina jalur nyekel pageuh ugeran parentah pangeran tong hariwang.

Paniatan rek balik kasarakan dimana getih ngocor rahim muka nganteur lahirna orok gubrag kadunya, gumelar nepi kakiwari ngajanggelek ngajiwa raga jadi gandang tur pertentang geus wancina ngemban amanah, mawa visi jeung misi anu moal kapangan nyaah kadulur salembur, ka baraya sadesa jeung sakota...

Bral Kang Diky Chandra geura makalangan, tong hariwang tong ringrang, tekad datang tina paniatan, jalan oge bakal nembongan dimana geus paheut pasini jangji keur ngabaktikeun diri kalemah cai.

Bakal dijurung ku doa balarea, bakal disambut kuharepan jalma rea, maka dimana aya kahayang pasti aya konsekuensi anu baris ditarima, tangtuna konsekuensi anu logis nusajalan tur relevan etamah aya dina hukum alam huku kausalitas nincak wirahma sabab jeung akibat. Makana percaya pisan kana tekad jeung paniatan dulur nugeus jalugjug jagkung bisa maca, asak tinimangan tangtu bakal meuweung jeung ngutahkeun naon wae perkara anu nyangkut jalma rea. Eta modal dasar anu kuat titurunan Sukapura...

Bral Kang Diky geura Makalangan di Kota Tasikmalaya....

Wednesday, March 30, 2016

Kembali Panas Jelang Tahun Politik 2017



Sepertinya memang telah menjadi bagian yang selalu menaik dan membuat sebagian para pemain gelandang menyerang dan poros halang serta para petualang kini saat bangkit dan kembali mengambil alih kendali untuk meramaikan bursa-bursa pencalonan sejumlah posisi penting pada daerah yang masa bhakti kepala daerhanya segera berakhir.

Tahun politik memang selalu datang dan pergi menjadi kalender resmi dari struktur demokrasi negeri setengah demokrasi ini. Benar-benar saatnya para petapan keluar dari lokasi menyepi dan terdiam cukup panjang setelah perhelatan lima tahunan berakhir baik dengan kemenangan maupun dengan kekalahan.

Suhunya kini mulai memanas seperti yang terjadi pada persiapan Pilkada DKI Jakarta. Meski masih sekitar satu tahun namun aura politik di Ibu Kota Republik ini sudah sangat kental terasa. Serangan-serangan politik yang tajam dengan senjata yang ampuh benar-benar siap merobek lawan darimanapun dan diusung siapapun jika tidak siap dalam persaingan maka akan segera tersingkir dengan sendirinya.

Opini sengit mulia berselancar dimedia sosial yang ada. satu sama lain kubu mulai menunjukan ini gue lawa elo, ente lawan ane atau maneh du jeung urang..Pokoknya mulai seru mulai panas dan membuat calon pemilih DKI galau dan terbagi-bagi.

Lontaran lontaran sengit mulai sumpah serapah higga janji meluncur dari monas dan memakaikan rompe oranye (baju tahanan KPK) mulai menyeruak menjadi bagian opini publik DKI yang akan benar-benar diuji dalam memilih kepala daerah untuk lima tahun kedepan...hayooo rameee euy...  

Sunday, February 14, 2016

Garut 203 Tahun Masih Seperti Ini...



Pergantian tahun dalam hitungan usia memang semakin tidak terasa bahkan hitungannya sudah serasa semakin cepat, baru terasa lambat jika menengok apa yang telah dilakukan atau diperbuat maka terasa belum ada apa-apanya.

Menyoal usia kota Garut yang kini memasuki usia 203 tahun pada 2016 ini rasa-rasanya memang sangat cepat terasa pergantiannya jika melihat angka tahun dan jumlah usianya, namun lagi-lagi jika menengok apa yang terjadi pada denyut dan aktiftas pembangunan dalam struktur kota serasa masih tetap sama seperti yang dulu, Garut yang kamarin dan Garut yang itu-itu aja...

Memang belum menemukan perubahan signifikan dalam tata kelola kota, tata kelola struktur sosial warganya yang seharusnya berimbas baik pada wajah kota Garut yang sejarahnya pernah mengisyaratkan "pangirutan", karena kebersihannya, keindahannya serta keramahan warganya, namun kini seakan tinggal sejarah saja yang asyik untuk diperbincangkan namun sulit untuk kembali diwujudkan.

Berganti-ganti pemimpin pada kota kota kecil yang dikelilingi gunung berapi ini, sepertinya memang belum menunjukan perubahan yang benar-benar menonjol selain ganti wajah dan nama pemimpinnya, selebihnya ukuran kota belum melebar, jumlah bangunan fenomenal belum bertambah bahkan nyaris tidak ada yang baru jika melihat dari tahun ketahun. Sementara dibandingkan dengan sejumlah kota tetangga pecepatan pembangunan wajah kota mereka jauh lebih dinamis dan terlihat sangat cepat, jika semula tidak memiliki banyak ruang publik kini tersedia luas dan menjadi favorite warganya, sementara Garut masih suram dan malah makin surut ruang-ruang publik yang ada karena disesaki para Pedagang Kaki Lima (PKL) lantaran masih belum jelas status dan posisi jualan mereka.

Meski sudah dengan tegas akan direlokasi, namun PKL eks pusat kota Garut kini malah makin tidak jelas arahnya dan ini adalah bom waktu yang suatu saat akan memunculkan masalah baru dalam tatanan pembangunan pusat kota dan lingkungan masyarakat sekitarya.

Sukses merelokasi PKL dari pusat kota indikatornya bukan hanya sekedar PKL pindah dan meninggalkan pusat kota, namun lebih dari itu seharusya semakin jelas posisi PKL akan seperti apa pembinaan dan pengarahannya jangan sampai mereka semakin nekad mengisi sejumlah ruang-ruang publik yang ada dan selama ini juga belum tertata...Ini yang dimsud dengan persoalan baru yang akan muncul dikemudian hari.

Rumus kita memang belum mengenal tuntas dalam menyelesaikan satu persoalan dan keburu ingin beralih kekegiatan lain yang juga sama-sama belum jelas arah dan target akhirnya, sehingga wajar saja jika 203 tahun usia Garut masih sama persih dengan kondisi di tahun sebelumnya...

Mungkin perbedaannya baru pada beberapa sisi yang juga sangat tipis jika diukur dengan capaian prestasi dari sebuah periodesasi kepemimpinan karena indikatornya juga dirasa masih belum jelas untuk capaian masing-masing bidang yang ada sehingga ya wayahna Garut masih seperti ini ada....

Thursday, January 14, 2016

Seharusnya di Indonesia Tidak Ada Ruang Buat Teroris...



Apa yang sejak lama dikhawatirkan akhirnya terjadi juga, aksi teror sebagai upaya dari para teroris sudah barang tentu bukan aksi biasa yang asal-asalan, apalagi asal jadi, asal bunyi atau asal sampai.... Semua peristiwa yang terkait dengan kegiatan terorisme atau radikalisme adalah perbuatan yang sebelumnya terukur dan terencana karena mereka memang diduga para profesional yang terlatih dan dilatih setelah memanfaatkan pemahaman keliru yang mereka miliki sebelumnya.

Jangan heran jika efek ledakan yang terjadi besar ataupun kecil akan membawa dampak buruk karena itu adalah pesan yang ingin disampaikan para teroris berkedok apapun mereka akan sama  mengirim pesan pada dunia jika mereka itu ada dan eksis sebagai bagian dari gerakan kejahatan versi kita dan gerakan kemaslahatan menurut para pelakunya.

Ini kekhawatiran yang sejak lama ditakutkan benar-benar telah terjadi menohok jantung pusat kekuasaan Republik Indonesia yang kini dihadapkan pada persolan serius jika ancaman terorisme adalah ada dan nyata terlepas motivasi dibalik semua peristiwa itu apa dan sasarannya siapa...??

Sekali lagi tentu saja kembali pada kita semua agar peristiwa memiluka tidak terulang maka kita semua harus semakin mewaspadai dan tidak boleh lengah, sebab bisa jadi peristiwa Kamis (14/1/2016)pagi di awal Tahun 2016 ini adalah pesan singkat dari rangkaian panjang rencana peristiwa yang sesungguhnya telah dirancang secara matang oleh para pelakunya, dengan memanfaatan kegaduhan dan pecahnya konsentrasi para penghuni negeri ini yang seringkali melupakan bagaimana tatanan struktur kemasyarakatannya.

Tatanan yang ada masih sangat rentan tergoyahkan oleh kekuatan-keuatan yang disokong oleh kekuatan finansial dan kemapanan ideologi yang telah ditanamkan secara terlatih dan terdidik sehingga mengakar kuat.

Ini yang harus kita waspadai bersama, jangan kalah sama gerakan teroris itu bukan berarti cuma mengejar pelaku dan menangkap menembak mati atau mengadili semata beberapa gelintir pelaku yang berhasil ditangkap, melainkan jangan takut dengan ancaman dan gerakan teroris ini harus dengan memberikan sentuhan paling humanis pada masing-masing individu rakyat bangsa ini, supaya tetap tenang dan tidak tergoyahkan ideologinya.

Peristiwa ledakan dan penembakan yang sudah terjadi jangan hanya membuat eweuh pakewuh semata, melainkan harus dijadikan pintu masuk untuk memberantas jaringan teroris hingga ke akar-akarnya, sekaligus menjawab persoalan bangsa yang kini terus membesar dan memudahkan orang atau kekuatan lain mengkoyaknya...

Thursday, December 31, 2015

Awal Cerah di Tahun 2016 Tidak Boleh Menyerah



Tahun 2015 sudah masuk sejarah tidak akan ada lagi pengulangan kecuali penggalan-penggalan cerita panjang para pelaku yang menjamani dan melewatinya...Sudahlah semua sudah berlalu, pahit getir, manis, nikmat, duka bahagia, itu semua tergantung yang merasakan masing-masing...

Mungkin ada tawa sepanjang lintasan jarum jam di tahun 2015 lalu, atau mungkin juga ada tangis yang tiada henti sepanjang tahun 2015 lalu. Maka saatnya untuk menjadikan semua itu lintasan sejarah yang akan terukir manis pada cerita bibir berhias fakta, siapapun yang pernah melakoninya akan punya cerita indah dikemudian hari ketika tiba saatnya meninggalkan totalitas alam marcapada ini.

Boleh jika ada kekesalan ditahun lewat maka lewatilah dengan hati tentram dan damai, karena semua itu bagian dari konsekuensi logis sebagai manusia..

Boleh juga jika ada kebahagiaan yang singgah dihati siapapun sepanjang tahun lalu, maka nikmatilah semoga berkah dan berlanjut ditahun berikutnya...

Berdoalah selalu karena doa itu senjata paling ampuh disaat duka lara ataupun bahagia, yakinilah karena doa akan mampu menyulap apapun yang tidak terbayangkan sebelumnya...Doa itu adalah upaya awal dan akhir untuk sebuah solusi...berbaik sangkalah dengan doa dan berterimakasihlah dengan doa...karena sesungguhnya tidak ada doa yang tidak dikabulkan kecuali memang kita tidak pernah mau bersyukur dan selalu memandang remeh dengan doa....  

Selamat menjalani sisa kehidupan semoga berkah dan senantiasa berada dalam lindungan dan ampunan-Nya....Amiiin....!!

Monday, December 28, 2015

Tahun 2016 Bukan Tahun Booming Batu Akik


Para seleberitis saat booming batu akik membantu mendongkraknya, foto istimewa

Semua penggemar dan penggiat baru akik tentu saja akan berharap kembali mengulang sukses dapat booming batu akik yang memberi utung selangit dan mendulang rupiah banyak sepanjang tahun 2015 lalu. Apakah booming itu akan kembali terulang ditahun 2016 mendatang?? tidak ada jaminan dan tidak juga menutu kemungkinan, semua masih bisa terjadi, namun jika berkaca pada siklus booming batu akik di tanah air ini selalu pada kisaran lima tahun hingga sepuluh tahun...Ini berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari para penggiat batu akik dan kolektor benda antik yang susah ditebak harga dan takarannya.

Batu akik memang cuma batu tetapi jika ketemu harga bisa melebihi dari sekedar harga batu melainkan bisa melebihi harga barang antik atau logam mulia lainnya. Itu disaat dewi fortuna sedang berpihak pada batu galian alam tersebut.

Lantas akankah terulang ditahun 2016 dapat menjual bongkahan batu hingga milyaran rupiah? apakah dapat terulang menjual satu biji kelerang batu akik hingga mencapai harga jutaan rupiah. Harapannya sih bisa kembali bergairah...namun jika melihat dari kondisi yang ada sepertinya agak sulit untuk menjumpai situasi yang menyerupai boomingnya batu akik pada tahun 2015 lalu, sebab sekali lagi siklusnya sepertinya belum sampai pada titik akik naik kembali, ceuk si Miun eta oge keculai jika ada orang tiba-tiba mendadak gila punya uang yang tidak ada serinya untuk koleksi pribadi ini sangat mungkin terjadi.

Booming batu akik yang merambah hingga kelas menengah bawah sekali lagi seperyinya agak sulit kembali terulang ditahun 2016 sebab tahun 2016 bukan tahun batu akik tetapi tahun batu bata, dimana bahan bangunan jenis itu akan mulai langka dan rada susah didadapt sebab ada pengetatan aturan untuk mengekploitasinya.

Demikan juga dengan batu akik kita berharap tidak juga booming ditahun ini, sebab harus memberikan kesempatan pada alam untuk menata kembali strukturnya yang rusak akibat penambangan seranpangan asal gali pada saat booming batu akik menjadi-jadi. Ini barangkali yang disebut dengan manfaat siklus atau waktu boomingnya batu akik.

Alam juga harus berbenah dan tidak berharap alam berbenah dengan cara yang tidak ramah terhadap manusia yang ada disekelilingnya, sebab yaitu tadi jika alam merekonstruksi diri untuk mengembalikan tatanan strukturnya ada yang berujung bencana sebut saja dengan lonngsor, gempa atau sejenisnya yang tidak sedikit memberi ancaman bagi manusia sekitarnya.semoga saja tahun 2016 bukan tahun musibah atau bencana tetapi menjadi tahun yang ramah damai dan senantiasa humanis dan romantis... 

Tahun 2016 Bukan Tahun Politik Tetapi Tahun Asmara


ini meme lucu yang menggelitik sekaligus mengundang tawa, gambar istimewa

Setiap tahun yang dilalui dalam perjalannya memiliki perbedaan dari sisi pemaknaan atau apresiasi dari para pelaku yang menjalinya. Sebut saja ada yang memaknai salah satu tahun yang dijalaninya sebagai tahun hoky atau tahun keeruntungan atau tahun sebaliknya penuh dengan duka cita. Demikian halnya dalam sebutan-sebutan tertnatu selalu ada istilah yang menamai tahun itu dengan mengaitkannya dengan pristiwa-peristiwa penting yang menyita perhatian dunia baik dalam lingkup lokal, regional. nasional bahkan internasional. 

Biasanya moment tertentu selalu dikaitkan dengan perjalanan tahun, jika dominasi orang-orang hebat dan terkenal pada menikah atau kawin maka tahun  itu seringkali dijuluki taun kawin atau tahun pernikahan, atau jika dalam tahun tu ada peristiwa penting bberkaitan dengan politik, maka tahun itupun disebutnya sebagai tahun politik karena hiruk-pikuk hampir sepanjang tahun semua perhatian terkuras pada perhetakan politik, semisal jika di Indoesia adalah tahun pemilihan anggota parlemen atau legislatif atau pilpres pilkada dan sejenisnya.

Nah...sepertinya untuk tahun 2016 belas tidak ada peristiwa politik yang terangenda sesuai jadwal dan tahapan dalam undang-undang kecuali jika ditegah jalan ada kecelakaan politik mungkin juga menjadi taun musibah politik seperti tahun-tahun sebelumnya dimana ditengah jalan terjadi suksesi yang menyita banyak energi publik padahal belum saatnya masuk pada tahun politik. Itu hanya situasioal saja, dimana peristiwa bisa saja datang tiba-tiba dan menyeruak meruntuhkan tatanan yang ada semoga tidak terjadi ditahun ini karena harus banyak menyita enegi sehingga warga masyarakt lelah.

Terus kira-kira apa yang akan banyak mendominasi di tahun 2016 ini ? tidak bermaksud mengamini para peramal yang telah mendahului kehendak tuhan, tetapi memang sah-sah saja memprediksi sebagai bagian dari kesimpulan pengamatan dan refleksi dari satu tahun sebelumnya.

Sepertinya tahun 2016 adalah tahunnya asmara, apa ia bakal ada banyak orang istimewa menikah ditahun ini? wallohua'alam yang pasti sesuatu yang berkaitan dengan percintaan atau berbibit dari rasa masing-masing jiwa sepertinya akan mendominasi semaraknya tahun 2016 dibanding peristiwa-peristiwa politik seperti yang terjadi pada siklus lima tahunan atau mendadak ada peristiwa politik diluar agenda politik negara.

Apakah juga tahun 2016 merupakan tahun cerai para seleberitis atau publik figur, tidak tahu juga yang jelas jika melihat bibit-bibit yang terjadi sepanjang tahun 2015 persoalan-persoalan itu telah menjadi lustrasi jika suatu saat nanti akan menjadi klimaks ditahun berikutnya.

Oke sekedar gambaran sederhana prostitusi makin marak menyeruak kepermukaan bahkan yang tak terduga sekalipun mencuat tiba-tiba menghiasi layar kaca sejumlah televisi tanah air dan tidak tanggug-tanggung para pelaku yang mengemuka orang-orang yang sebelumnya tak terduga dan tidak memiliki kemungkinan ada didalam lingkaran asmara heboh itu. Kemudian juga Poligami sepertinya akan juga menjadi bagian yang mewarnai tahun asamaranya para petualang cinta...

Tetapi itulah kehidupan, kadang liku-liku samara seringkali melebihi dari apapun yang sama sekali tidak diduganya, dan ini berarti memang itulah yang disebut dengan dahsyatnya asamara....

Sekali lagi semoga saja tahun 2016 benar-benar tahun asmara yang penuh dengan romantisme yang menginspirasi banyak orang bukan sebaliknya asmara yang meracuni bahkan menyeret orang bebuat yang enggak-enggak...  

Dah semoga juga tahun 2016 bukan tahun politik yang hiruk pikuk penuh dengan intrik dan taktik saling menjatuhkan dan meruntuhkan semoga tatanan politik tetap terjada dan harmonis sampai pada tahun tahun berikutnya....

 

Mengakhiri Tahun 2015, Mengawali 2016



Seperti biasa siklus dalam kehidupan selalu degan dua sisi, jika tidak dengan mengawali atau start, tentu saja megakhiri terlebih dahulu. Begitupun dengan perputaran menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun selalu membawa kita pada akhir dan kemudian kembali menawarkan awal.

Semoga saja akhir yang harus diakhiri benar-benar memberi makna dan kenangan yang indah juga tetap cemerlang, dan semoga juga awal yang ditawarkan kemudian tetap gemilang dan cerah ceria sampai nanti kembali pada batas akhir dimana akan menemui kembali awal untuk memulai.

Itulah perputara selalu mengelilingi orbit yang telah ditentukan, baik buruk, susah senang, duka lara senyum kecut dan sumpah serapah akan selalu menjadi bagin dari indahnya siklus kehidupan ini.

Tidak berasa serasa baru kemarin hingar bingar pergantian tahun berlalu, kini sudah kembali dihadapkan pada pemandangan yang sama. Semua mata dan otak sebagian besar manusia tertuju pada satu titik dimana silklus 360 hari akan segera berakhir menandai begantinya angka ujung pada bulan dan tahun hitungan Masehi. Yaa..satu digit berpindah dari 2015 ke 2016....Tapi apa sesungguhnya makna dibalik bergesernya angka ujung tahun Masehi itu,??

Jawabannya tentu saja ada dimasing-masing kepala dan didalam dada rata-rata manusia yang melakoninya, jika masih kesusahan yang dirasakan maka makna akhir tahun atau sepanjang tahun adalah tahun kesusahan baginya, dan juga sebaliknya jika sepanjang tahun penuh suka cita dan bahagia, maka akhir tahun atau sepanjang tahun akan diklaim sebagai tahun bahagia.

Padahal sebenarnya sama saja, bahagia dan susah itu beda titip cuma ada beda dalam merasakannya, bukankah kesusahan itu juga bahagia yang tertunda dan sebaliknya bahwa kebahagiaan itu juga kesusahan yang akan dijumpai kemudian. Ingat dalam siklus perputaran selalu ada masa dimana ada diatas dan kemudian suatu waktu pasti ada dibawah, maka kuncinya adalah rasa dan bagaimana mensikapi dan menerimanya sebagai sebuah bagian dari resiko kehidupan...

Selamat mengawali lembaran baru ditahun baru 2016....

Saturday, December 5, 2015

Garut Kota Leutik Heurin Usik Tapi Banyak Ceritanya



Hallo Garut !!
Pembaca yang Budiman...!!

Memang beginilah adanya, sejak terpapar dalam kisah dan cerita sejarahnya hingga kini Kota Garut Kota kita tercinta terus saja memiliki sisi unik dan menarik untuk dicermati dan diperbincangkan. Semisal dalam urusan tata kota mohon maaf Garut masih saja alakadarnya jika dibanding sejumlah Kabupaten dan Kota lainnya di Jawa Barat barangkali Garut yang sangat pelit dalam melakuka upaya pelebaran kota. Ceuk si Miun sainget nyunyuhun hulu anu ieu kota Garut anggeur weh sagewok titungtung Ahmad Yani Bunderan Suci nepika Apotek sari, Ciledug mentok ka Mandalagiri jeung pasar baru. Sok weh teu percayamah titenan kusadayana.

Terus naon atuh anu jadi soal nepi ka Garut gini gini terus? lantaran dinamisasi laju kepemimpinan yang terus-terusan kurang beruntung. parahnya bagi kota sekelas Garut yang memiliki dinamika politik cukup tinggi amat sangat susah jika diberikan pemimpin yang kurang cerdas menangkap peluang kurang berani melakukan terobosan serta tidak ada kemauan untuk memajukan secara nyata. 

Ini barangkali fakta pada sepuluh tahun terakhir dengan dua periode kepemimpinan Kabupaten Garut nyaris tidak menghasilkan apa-apa kecuali menyisakan kasus korupsi disana-sini serta menyisakan banyak persoalan akibat dari ulah kepemimpinan yang gegabah dan tak jelas arah.

Berapa Garut bertambah panjang jalan? Berapa Garut memiliki banyak pasar ? berapa Kilo meter Kota Garut dierluas? berapa Bangunan megah yang terlahir dari tangan arsitektur yang mecerminkan kedaulatan daerah atau kepribadian dan kebudayaan daerah? Rasa-rasanya masih dapat dihitung jari, padahal Kabupaten dan Kota Tetangga telah jauh melangkah dengan berbagai faslitas super duper yang membuat wajah kota indah membuah wajah warga kota sumringat.

Jika kota kecil penuh sesah dengan roda kaki lima memang itu Garut dalam beberapa tahun terakhir ini, baru pada awal tahun 2015 ini upaya menertibkan PKL terlaksana meskipun hanya mampu bertahan pada hitungan bulan dan hari, sebelihnya bibit-bibit roda PKL akan kembali ke Pusat kota sudah mulai terlihat kembali....??

Tidak habis pikir memang mengapa mereka para PKL lebih suka berjualan ditrotoar dan memenuhi jalanan pusat karena satu-satunya pusat keramaian kota Garut hanya disitu, semua tertumpu pada kawasan pusat kota yang   segitu-gitunya.

Rekomendasinya adalah bagaimana segera pemegang kebijakan di Garut untuk memulai melakukan pelebaran kota keberbagai wilayah penyangga yang ada dengan membangun pusat-pusat keramaian atau ruang publik agar lebih lega dan tertata.

Semuag kota pada dasarnya memiliki ragam problematika yang sama hanya saja siapa lebih dulu berbuat dan beryindak serta melakukan upaya perbaikan maka itulah yang lebih dulu menikmati dan menyaksikan hasilnya.

Jangan sia-siakan periodesasi kepemimpinan Garut hanya sebagai lintasan tanpa bekas sebeb sejarah kelak akan mencatatnya. Siapa pemipin dan berbuat apa itu yang akan dikenangnya...!!***