• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Friday, January 30, 2015

Lamun Bapa Uing Presiden



Belum tentu jika Bapakmu juga Presiden dapat dengan mudah mengambil kebijakan semudah yang dibanyangkan ketika menghadapi persoalan seperti saat ini terjadi, dimana kompleksitas persoalannya ada pada ranah politik dan ranah hukum, dimana kedua ranah tersebut adalah lahan berbeda dan harus dibedakan.

Demi Independensi hukum, Presiden sepertinya tidak mau turut campur dalam kasus dua Institusi penegak hukum Republik tersebut. Bahkan meminta kedua Institusi penyerap anggaran besar dari negara tersebut diminta membuktikan kebenaran masing-asing langkah yang telah diambilnya. Baik itu KPK yang menetapkan BG sebagai  tersangka, maupun Polri yang juga telah pernah menagkap BW dan kini menetapkannya sebagai tersangka juga meski bobot kasusnya jauh berbeda.

Bagi Presiden memang sepertinya ada tekanan publik yang menghendaki Presiden harus segera mengambil langkah dengan mensikapi kemelut kedua Institusi yang tengah berseteru lantaran adu taring dan adu gengsi.

Padahal penyebabnya sederhana, gara-gara saling menetapkan tersangka. Da lamun Bapak uing anu jadi Presiden rek dititah nyieun KPK jeung Polri Perjuangan sakalian ngarah rame...ha..ha..

Tentu memang tidak bisa seperti itu cara pandangnya, tetap saja harus mencerminkan kepiawaian sebagai Kepala Negara yang berwibawa, bijaksana serta tidak smbong dan rajin sholat (ceuk barudak alay etamah). Jelasnya memang kebijakan Presiden itu harus menyeluruh dan utuh tapi juga tidak boleh terlalu lama sebab bisa menurunkan kadar kepecayaan pasar terhadap kesinambungan kepemimpinnya kedepan. Sebab Presiden tidak hanya mengurusi KPK dan Polri meski memang dampaknya bisa melebar keberbagai sektor lain termasuk kana eusi peujit rahayat.

Artinya jika memang harus segera diamputasi mengapa harus dielus-elus melulu, lama maaang...!! Biarkan saja orang yang Calon Kapolri juga banyak jendral ganteng-ganteng dan piinter-pinter, calon anggota KPK juga banyak yang lebih gigih dan bisa bekerja asal memang diberi ketegasan penyikapan untuk segera memberi jaminan kepada keberadaan yang berpersoalan saat ini.

Hampura da Bapak uing mah lain Presiden, lain caon Kapolri lain anggota KPK ceuk Si Miun ngadadak apatis mensikapi  perseteruan KPK vs Polri. Ceuk Si Miun lebih tertarik nonton Cicak lawan Buaya dikebun binatang Imaginer yang bisa langsung diadukeun bobotna. Najan eleh cakcak moal masalah dapuguh letik atuh cakcakmah, Buaya menang juga bukan hal yang istimewa dan bukan lawannya Cicak maaang...!!  

Thursday, January 29, 2015

Mananti Keputusan dan Kejujuran Jari Lentik


Apapun keputusan akhir adalah kewenangan multak yang dimilikinya sebagai kepala negana, kepala pemerintahan, sebagai politisi, sebagai warga negara, sebagai individu cerdas, dan jangan lupa sebagai abdi bangsa yang harus dapat memahami seluruh komponen bangsa, baik yang diklaim diwakili para elit maupun secara luas yang bertaruh harap secara langsung pada kekuasaan yang kini ada dipundaknya.

Memang sebuah keputusan yang sulit meski tidak harus dipandang dilematis karena memang rumusannya begitu semua kebijakan terkait banyak orang banyak pihak, pasti mengandung resiko. Hanya saja semua resiko yang ditimbulkan tentu saja bisa diminimalisir dengan terlebih dahulu mendengarkan masukan dan saran juga keritikan baik yang membangun, menjatuhkan bahkan dari pihak bersangkutan sekalipun memang harus didengar, sebab jika tidak banyak mendengar, maka berhadapan pada resiko yang teramat sangat besar...Kami yakin ini ujian kejujuran dan kepatuhan terhadap hati nurani dan bukan kejujuran dan kepatuhan pada aroma intervensi sebagaimana dituduhkan banyak orang.

Saatnya kini membuktikan jika sebagai pemegang mandat kedaulatan rakyat sudah saatnya menunjukan prinsip-prinsip kemandiarian, ketegasan yang benar-benar mencerminkan sikap berdiri diatas kaki sendiri sebagai simbol dan idola harapan bangsa, jangan ada lagi kata "Boneka", atau simbol tidak berdaya...

Tunjukan jarimu yang lentik saat memberi salam dua jari yang kemudian menjadi salam tiga jari agar tidak berujung salam gigit jari, sebab itu semua lahir dan menjadi jargon-jargon kebanggaan yang harus dapat dipertanggung jawabkan, tentu saja bukan sekedar simbol tapi juga harus dipahami sebagai isyarat bangsa yang memang mendamba kebijakan mumpuni dari pimpinanya.

Meski galaua janga pernah menunjukan kegalauan itu, meski bingun jangan membuat kebingungan yang membuncah dimata rakyatnya, jika belum berani bersikap jangan menunjukan anda buka pemberani, dan jika takut jangan terlihat jika anda penakut...Selamat menjadi pemimpin negeri..!!

Wednesday, January 28, 2015

Panass...!! Banyak Kompor Dimana-mana


Makin panas... memang panas.., bukan hanya panas karena cuaca efek "Global Warming",akibat terjadinya peanasan global. Panas karena memang banyak yang manas manasin. Pabrik kompor kini memang ada dimana-mana, bukan hanya di Parlemen kompor itu bercokol melainkan hampir setiap kepala berisi kompor sesuai level dan tingkatannya.

Lain persoalan memang lain kompornya, lain perkara memang lain juga panasnya, tapi intinya memang cepat menjadi panas ibarat mobilmah sudah rusak radiatornya, ibarat AC memang tak ada lagi dinginnya. Ibarat Es sudah tidak membeku bahkan mencair dan menjadi air biasa...pooknya sudah tak ada rasa...

Pemanasan Global bukan hanya pada suhu cuaca semata melainkan merambah keberbagai sektor lainnya yang memiliki ikatan kuat dengan pola dan prilaku masyarakat secara keseluruhan. Bawaanya memang panas terus, entah memang karena efek syahwat dunia yang kini mencapai puncaknya, dimana segala sesuatu selalu diukur oleh berapa harga dolar berapa kepemilikan rupiah berapa luas punya tanah, berapa banyak punya ternak serta menjadi apa gajinya berapa dan lainnya yang berparameter pada materi yang makin menguasai denyut aktifitas penghuni muka bumi ini.

Parahnya lagi demi memenuhi standar materi yang dimiliki akhirnya terjadi deviasi hampir disemua lini, hampir tidak luput dari penyimpangan dan perkeliruan, selalu saja ada cerita penyimpangan dan kenakalan.

Coba saja kita buktikan mencari manusia setengah dewa hanya dapat kita temukan dalam lagu balada Iwan Fals, dalam kenyataanya dewa-dewa yang ada tidak lebih dari objek kompor yang bisa jadi lebih dulu meledak daripada kompor yang dibuatnya sendiri untuk mengompori orang  lain.

Banyaknya kompor memang menjadi komoditi ungggulan untuk meruntuhkan atau menyerang satu kekuatan terhadap kekuatan lainnya. Apa iya mereka sedang saling serang, saling hujat dan saling benci meski dengan cara sembunyi-sembunyi bahkan tidak segan-segan pinjam tangan orang.

Inilah mungkin yang sedang terjadi kini...ah tapi duka..

 

Tuesday, January 27, 2015

KPK Butuh Kekebalan



Sejak awal dibentuk sebagai lembaga Ad Hoc, Komisi Pemberantasan Korupsi memang diperuntukan untuk melakukan upaya pemberantasan teradap kejahatan Korupsi di Indonesia yang telah masuk pada titik paling kritis karena rupiah negeri ini senantiasa melemah bagi kalangan menengah kebawah karena berada menumpuk ditataran elit dan para cerdik pandai yang memiliki posisi strategis diberbagai pos penting negara ini.

Oleh karenanya lahirlah pemikran cerdas atas desakan serta partisipasi aktif berbagai komponen bangsa ini yang dimotori para penggiat anti korupsi tanah air,  karena mengkhawatirkan nasib bangsa kedepan jika Korupsi terus dibiarkan. Bayangkan saja lahir KPK langsung action melakukan upaya pemberantasan korups dari berbagai sisi, ternyata kejahatan korupsi masih saja mendera banyak institusi strategis bahkan pernah berhembus kabar jika korupsi juga merambah istana..?? Wah kacida lamun eta isu benar-benar adanya.

Sekali lagi intinya adalah memang kehadiran lembaga super Body sekelas KPK memang harus dirancang dengan segala kemungkinannya, sehingga lambat laun akan menjadi bulan-bulanan serangan pihak-pihak yang merasa tidak senang dibuatnya. Maka jangan heran jika sejak awal kehadiran KPK memang telah menjadi ancaman serius dalam ruang lingkup kerjanya.

Sejarah mencatatnya, Sang pemberani ketua KPK kala itu Antasari azhar bahkan tragis dipenjarakan gara-gara kasus yang luar biasa dahsyatnya hingga kini masih mendekam dipenjara, luar biasa memang terlepas benar atau tidaknya putusan hakim yang mendera Antasari Azhar, karena hingga saat ini yang bersangkutan bersikeras tidak pernah melakukan.

Pasca kasus yang mendera Antasari Azhar berturut-turut pimpinan KPK harus tergusur perkara, tentu saja semuanya bukan semata-mata namun terjadi pasti adanya upaya sistematis untuk berbalas atas tindakan-tindakan KPK pada sejumlah pelaku kejahatan korupsi yang merasa terusik olehnya.

Dalam konteks ini Imunitas alias kekebalan terhadap KPK tentu saja sebatas jaminan untuk kelangsungan operasi pemberantasan korupsi bukan juga untuk segala-galanya dan juga tidak berlaku pada kasus kasus lain yang mungkin saja secara kasat mata terlihat jelas dan dilakukan secara sengaja pada era dimana yang bersangkutan sedang bertugas di KPK mungkin beda konteksnya. Jadi Imunitas yang dibutuhkan KPK adalah imunitas agar tidak ada upaya pelemahan disaat pimpinan KPK yang memiliki prinsip Kolektif Kolegial tersebut tidak terganjal dan dapat dengan mudah diganjal saat menjalankan tuggasnya.

Aadapun bentuk dan teknisnya terkait Imunitas tersebut tentu saja, Dewek teuapal da lain pakar tata negara, bukan juga pakar hukum yang ahli mempola regulasi dalam bidang ini, tapi setidaknya biasa durumuskan formula yang memang tepat sesuai tuntutan kebutuhannya. Ieumah cuma saran aja seperti wacana yang digelindingkan banyak pihak dan pakar yang khawatir dengan upaya-upaya sistematis terhadap pelemahan taring KPK selama ini. Cag ah... 

Monday, January 26, 2015

Judulnya Tak berjudul Tapi Hasilnya Harus Nyata


Popularitas seseorang biasa saja rontok seketika ketika kepura-puraan terus menjadi dasar pencitraan untuk keabadian posisinya sementara periodesasi yang diharuskan sesuai aturan yang ada. Maka sepanjang itu pula semua program dan kebijakan yang diambilnya akan selalu kental dengan nuansa tuduhan dan tudingan jika ini dan itu adalah bagian dari pencitraan semata...Dan jika terus terusan dihantui citra baru dan stempel anyar maka jaminannya adalah ketidak jelasan pada alur kepemimpinan berikutnya...

Terserah etamah rek percaya atawa henteu bukan paksaan, namun kegerahan dan kegelisahan sebagian rakyat pendukung yang teramat besar berharap akan mendapatkan perubahan signifikan ternyata masih pada era yang sama dengan era sebelumnya dimana semuanya matak "pikaeraeun"...

Duuh...Kapan berubahnya kalau terus terusan begini, kapan melangkahnya ngurus perseteruan anak buahnya saja tidak ada ketegasan yang jelas, maka benar-benar meragukan integritas dan kemampuannya dalam mengelola dan mentransformasikan kebijakan jadi karya yang membanggakan dan menguntungkan buat rakyatnya..

Iraha atuh iraha..?? iraha aya perubahan signifikan keur nasib si Miun nu tiba heula ngan bati hanjelu jeung hanjelu weeh manyun, ngegel curuk...

Tapi memang si Miun mah pantang gigit jari makanya tidak pernah ikut ikutan salam gigit jari melainkan salam gigit bibir sendiri saat melihat gadis tetangga lewat memberi senyum pencitraan untuk langkahnya agar tetap jadi gadis pingitan.

Lahirnya Tim Independen atau apapun itu namnya semoga tidak hanya sekedar mencari embenaran jika semua itu harus benar dicarikan solusinya. dan hasil apapun rekomendasi dari Tim ndependen itu harus dibuka sepenuhnya kepada publik agar tidak meragukan dan tidak membuat bingung kelompok-kelompok yang ada. Jangan juga dijadikan alasan untuk gertak sambel menggunakan hak Iterpelasimah, hak bertanyamah hak dan kewajiban jarang seimbang oge teu paduli "kitu pan tungtungnamah"...ahaa...

Jika Pimpinan KPK Tersangka Semua, Maka Buaya Moncong Putih Berjaya



Siapa sih yang keliru....??? tanda tanyana oge satilu tilu bakatku teu ngarti naha bet jadi melebar seperti benar-benar ingin melumpuhkan taringya...Apa iya supaya KPK tidak bisa lagi menangani kasus-kasus korupsi besar yang kini masih banyak bahkan mungkin makin banyak jumlahnya.

Tapi rasa-rasanya masa iya sih..??? kembali memakai tanda tanya sampai tiga kitu tuh atuda teu ngarti kenapa sampai jadi terlihat sistematis ingin melemahkan KPK, seperti yang sengaja dicari siapa yang memiliki perkara dengan para pimpinan KPK kini saatnya menggempur mereka.."Seperti terdengar ada seruan seperti itu..". Apa Iya seperti itu Miun..??? si Miun abong urang leweung tilembur bau lisung teu apal naon ari KPK naon ari Polri mejar teh jeun teuing da lain bapak uing ieuh kabeh oge, nulian jalma anu anggang, asa dekeut soteh pedah maranehna jaradi pejabat negara weh, sok rea anu ngaku, asa deuheus asa deuekeut asa pang akangna...Kitu tah bah di Indonesiamah geus teu aneh.

Kembali pada substansi, apa iya ada gerakan sistemik untuk melemahkan KPK..?? rasa-rasanya jika dilihat dari kompaknya gerakan yang ada seperti patut diduga, nya pek wae rek menduga jeung menerka-nerkamah etamah hak ilaing Miun da teu kudu mayar, asal ulah nepi jeung enyanaweh ah asa kacida pisan...

Makin miris mendengarnya, pasca penangkapan dan penetapan Bambang Widjojanto (BW) sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri, kini bertubi-tubi hampir semua pimpinan KPK yang tersisa juga kabarnya akan dilaporkan ke Polisi dengan berbagai tuduhan yang luar biasa membuat serasa ingin geleng kepala tiada henti..ngan hanjakal lieur ngagideug terus oge aduuuh...

Kemana legitimasi tim seleksi calon pimpinan KPK saat itu ??? jika tiba-tiba semua unsur pimpinan KPK berperkara semua..?? ini menjadi makin tidak mengerti keur si Miun prototype rakyat jelata nu teuapaleun naon ngarana elit, naon konfirasi jeung naon rekayasa, Si Miun ngan apal lamun 2 + 2 jumlahna 4 eta oge meunang hese cape sakola cenah nepika Taman kakek kakek alias kejar paket C...

Duuh asa kacida-cida teuing lamun teamah enya...eta kabeh pimpinan KPK berperkara pidana ?? naha saha wae jeuung dimana wae etateh ngalakukeun nana pangpangna iraha bet naha baru kiwari terbukanya, ah matak loba tanda-tanya????

Bahkan aya hiliwir bawaning angin, kolebat beja tatangga cenah aya Buaya Moncong Putih sagala eteteh naon maksuda atuuuh?? teu nagrti ngan naha eta didunia maya meuni asa jadi trend

Sepertinya memang cecak sudah saatnya dijadikan santapan ikan arwana sebeb dimakan buaya moal karasaeun boro kawareg malah jadi ceuhil hungkul nyelap dina huntu anu luhur eta buaya...matak cukup weh cakcakmah bikeun ka lauk arwana...

Tapi mengapa kok yang minat memakan cicak ini adalah buaya yang nota bene gegah ranggeteng ku pangkat jeung gelar malah aya leuwihna sabab langsung dibawah kedali Presiden beda jeung lembaga anu lainna cukup aya di bawah pejabat setingkat menteri...ahaaa makin teu ngarti cag ah tunduh...!!

Sunday, January 25, 2015

Cicak dan Buaya di Mata Presiden Taxi



Menjadi makin menarik dan sungguh mendebarkan merespon informasi yang terus menerus diblow up media nasional regional bahkan sejumlah media asing juga tak mau ketinggalan melansir informasi perseteruan institusi penegak hukum produk reformasi KPK versus Polri yang juga kabarnya telah mereformasi diri semenjak berpisah dari Induk semangnya ABRI ketika itu.

Beberapa kali Presiden Indonesia yang Mulia Bapak Joko Widodo juga angkat biacara terkait persoalan yang menjadi ujian bagi ketegansannya memimpin bangsa ini. Namun pada dua kali penyikapannya itu dua kali pula pernyataan terlontar jika proses hukum harus onyektif dan trasfaran jagan ada yang ditutup tutupi. KPK dan Polri harus segera dapat membuktikan jika keputusan yang mereka ambil dalam penetapan BG dan BW sebagai tersangka benar-benar sikap yang berlandaskan pada hukum demi keadilan bukan karena semata-mata.

Itulah setidaknya gambaran sikap Presiden melalui pernyataanya langsung di Istana Negara. Meski menuai banyak tanya baik dari praktisi penggiat anti korupsi maupun sejumlah pakar dan pengamat yang tiba-tiba memiliki banyak lahan untuk saling berlomba memberi interprestasi terdapat pernyataan dan sikap orang nomor satu di Republik ini.

Ada yang bilang menggantung, ada juga yang bilang tidak tegas ada juga yang bilang menyerahkan sepenuhnya terhadap Presiden sebagai pemegang kewenangan dalam hal kelanjutan nasib kedua institusi tersebut. 

Ceuk si Miun asal ulah dibubarkeun weh.., sebab kedua Institusi besar penegak hukum tersebut adalah warisan sejarah perjalanan bangsa ini dan masih dipandang efektif untuk proses penegakan hukum dalam beberapa dekade kedepan. hanya saja ceuk si Miun ya harus lebih proaktif dan membuat pola dan aturan yang dapat memproteksi kedua Institusi tersebut dalam hal jaminan keamanan ketika mengusut dan menegakan hukum terutama bagi KPK karena gelombag kebencian akan semakin besar sebab Koruptor pasti tidak suka diobok-obok komo dicabok dibui hingga belasan dan puluhan tahun. eraa.. pangpangnamag sebab koruptor kebanyakan jika tidak pejabat atau mantan pejabat negara yang terhormat pasti orang-orang terkemuka dan terpandang dinegara ini...Pokna masa saya sebagai harus menjadi tersangka, terpidana, terdakawa dan dipenjara aduuuh maa kamana siwakwaaww.ayaaa??

Nah kembali pada konteks perseteruan Kedua Institusi yang terlanjur kembali dijuluki sebagai Cecak versus Buaya lanjutan dari perseteruan sebelumnya bahkan ada yang melihat fenomena sebagai siklus tiga tahuna cenah...waduuuh kawas bencana alam wae aya siklus sagala...

Intinya memang harus ada ketegasan dalam penyikapan keduanya terutama dari Presiden Republik Indonesia dan bukan penyikapan dari Presiden Taxi. Segera mengeluarkan kebijakan yang jelas terkait status kedua penyebab terjadinya perseteruan tersebut. 

Pertama terkait nasib Komjen Budi Gunawan (BG) jadi tidak dilantiknya?? sebeb tiba-tiba meyeruak kabar akan dilantik segera?? Woooww...jika jadi kapan waktu dan tempatnya? jika tidak segera beri keputusan terkait nasibnya sebagai calon Kapolri yang hampir jadi sebeb tinggal melantiknya, tapi jangan lupa pertimbangkan juga dampaknya.

Kedua, terkait nasib Bambang Widjojanto (BW) yang juga terlanjur jadi tersangka oleh Bareskrim Polri, kini juga nasibnya makin mengundang kontroversi sebab sedikit besar secara psikologis membuat mental KPK juga jadi guncang, hingga Abraham Samad juga sempat meradang apa gerangan dengan penangkapan dan penetapan BW jadi tersangka..? tanyanya.  Bahkan bukan cuma Samad sebagian besar rakyat penggiat anti korupsi telah bertaruh simpati meminta BW segera di SP 3 kan...nah pertanyaanya apa mungkin? bisa mungkin bisa juga tidak sebeb dijaman SBY pernah terjadi juga menimpa pimpinan KPK saat itu Istana sangat responsif hingga akhirnya konflik segera diakhiri, lalu kini? dengan SP 3 kasusnya ...tah palebah ieumah duka teuing atuh...

Pesoalan berikutnya adalah pertanyaan masyarakat makin membuncah dan akan terus memuncak jangan sampai berujung amarah karena merasa diprovokasi oleh sikap para elit institusi yang mecoba bermain diranah panas diladang tambang gersang ditengah-tengah rakyat yang meradang dan rentan terbawa angin dan terbakar panasnya api konflik para elit.

Jangan biarkan kondisi rakyat yang kerimg kerontang ibarat ranting kering yang mudah terbakar jika ada api menyambar...tah eta anu kudu diwaspadai ceuk si Miun oge...Ke heula ah cape nulisna***    

Saturday, January 24, 2015

Susahnya Mencari Pemimpin, Semudah Mencari Bayangan di Waktu Gelap



Memang susah jika kepemimpinan ini dijadikan target untuk memenuhi sahwat kekuasaan, sehingga apapun bisa dibenarkan asal tercapai dan dapat segera diaraihnya. Rasa-rasanya memang perlu direnungkan bersama, mengapa produk hasil kepemimpinan saat ini selalu saja menemui kendala dan tidak pernah memperoleh apresiasi yang luar biasa dari yang dipimpinnya. Barangkali karena memang kawah candra dimuka tempat menggodok para calon pemimpin bangsa kita saat ini, juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari sahwat kekuasaan yang berdasar pada terpenuhinya kepentigan.

Tengok saja betapa sengitnya perebutan posisi rektor untuk sebuah universitas dinegeri ini, bahkan untuk menjadi kepala sekolah setingkat SD dan SMP saja memuat peperangan yang benar-benar miris. Apakah memang sudah terlalu banyak peminat dengan klasifikasi kualitas peminatnya yang tidak mumpuni dari sisi kesadaran mental atau memang karena dasar perebutan posisi yang ada semata untuk memenuhi kebutuhan dapur dan syahwat dunia agar cepat kaya dan hidup sejahtera versinya mereka masing-masing...ah duka teupati apal lebah dinyanamah..

Bepata mirisnya jika melihat pengorbanan para Guru dijaman dulu bila berkaca pada sejarah, dari kepolosan dan kejujuran mendidik dan mempola pemikiran anak bangsa namun terlahir banyak pemimpin besar yang benar-benar menjadi tauladan dalam memimpin bangsa diberbagai tingkatannya.

Tapi kini, bepata penuh reayasa dan berpura-pura mulai produk pendidikan gratis hingga berbayar puluhan juta belum ada satupun yang berhasil memproduk individu yang santun dan piawai memimpin dengan dasar-dasar kesempurnaan memimpin sesuai dengan keinginan dan kebutuhan yang dipimpinnya.

Jika dunia Islam memiliki pemimpin besar Muhammad SAW, yang mampu sempurna merubah keadaan dari tidak berdaya menjadi teramat sangat sempurna, dari tidak mempola menjadi sangat humanis dan reformis, karena dasar memimpinnya dalah pendekatan hati dan kepolosan dari nafsu dan syahwat duniawi...

Apa bisa saat ini kita temui lagi pemimpin yang memiliki pola kepemimpinan yang arif dan bijaksana yang tegas dan lugas yang tidak pernah diintervesi oleh sahwat kekuasaan kecuali oleh perintah ilahiah yang berlandaskan mengasuh, mengurus  mendidik dan memelihara dengan lemah lembut dan kesantuanan sosial yang terpancar dari sifat-siafat kemanuasiaan yang benar-benar humanis.

Sebenarnya bisa, jika memang ada yang mau mempola atas kesuksesan Muhammad SAW memimpin bangsanya kala itu...karena memang Muhammad adalah prototipe manusia yang tercipta dan terlahir untuk menjadi panutan dan gambaran dalam melangkah bukan hanya secara kolektif melainkan dari mulai individu memang disarankan meniru dan mencontohnya, jika ingin maslahat menjangkau kesuksesan dunia maupun akhirat bagi yang meyakininya.

Nah jika hingga saat ini kita masih kesusahan mencari sosok pemimpin yang ideal yang mampu membawa kemajuan buat bangsa ini, memang kita secara individu masing-masing harus kembali mengkaji dan membaca secara cerdas tentang pola rekrutmen pemimpin-pemimpin kita yang kian hari kian tidak jelas parameternya.

Dahulu pemimpin terlahir karena didaulat oleh keadaan yang medesak tapi kini pemimpin lair dari desakan yang bersangkutan untuk menjadi pemimpin. Ini terjadi hampir disemua tingkatan lantaran memang mekanisme yang ada untuk memproduk pimpinan kita memang itu rambu-rambunya.

Maka wayahnya jika sampai dekade ini kita masih memiliki pemimpin yang jauh dari harapan, jauh panggang dari api pemimpin dambaan yang mampu memberi kesejukan kepada yang dipimpinnya....Cag heula ah..
 

Menteri Blunder, Menterinya Siapa..??



Menyampaikan pendapat atau pandangan bagi siapapun dalah hak yang dijamin oleh Undang-undang dan dasar negara kita, demi kebebasan sebagai bagian dari implementasi negara demokrasi. Namun itupun ada rumusan jika bebas di Indonesaia harus bertanggung jawab.

Menyoal kebebasan menyampaikan pendapat atau pandangan saat ini memang tengah memuncaki berbagai persoalan yang ada di negara ini, sekilas pun periatiwa yang terjadi baik menyangut pribadi maupun banyak orang tetap menarik bagi warga untuk mengomentarinya, tidak terkecuali prilaku elit atau kebijakan para pemegang kebijakan akan selalu menarik untuk terus diikuti dan dikomentari.

Tentu saja tidak boleh sembarang asal bicara, bagi pejabat setingkat menteri bisa menuai badai, bisa berbuntut panjang. Bahkan pejabat setingkat RT dan RW sekalipun tetap haru berhati-hati, dahsyatnya api demokrasi, besarnya rasa saling curiga serta berbagai penyakit sisa-sisa jalan orba, suka enggak suka kini masih mendarah daging pada sebagian kelompok masyarakat dan itu sangat wajar dan manusiawi karena belenggu dalam waktu yang lama disadari atau tidak telah membuat kebal individu-individu yang ada.

Banyak yang tiba-tiba blunder menggeinding seolah-olah itu benar, mentang-mentang sedang berada diatas angin sebagai pejabat negara mislanya, tapi jangan lupa maksud hati ingin membuktikan berbakti diterima banayak persepsi malah mematikan sejatinya semangat rakyat.

Maaf bukan membakar rakyat, tapi memang kondisi rakyat sedang membara, ibarat api dalam sekam, ibarat rumput kering yang meradang kapan ada api menyambar teramat sangat mudah terbakar.

Jadi keliru jika institusi sekelas KPK harus membakar rakyat atau mengajak yang bukan bukan, malah sebaliknya KPK bakal diajak rakyat untuk terus maju dan pantang menyerah menyeret para penjahat uang rakyat yang tekah membuat seisi negeri ini terpuruk banyak tertinggal berbagai soal.

Mohon maaf barangkali dinegeri ini memang saat ini KPK cukup mumpuni untuk terus dipupuk diarak agar nyali makin memuncak dan berani memberantas kroni dan penjahat-penjahat yang masih bersilat lidah memahat semangat mencuri uang rakyat.

Karena di KPK tidak ada regulasi untuk berbuat pungli, di KPK tidak ada retribusi yang bisa dikorupsi berbeda dengan istitusi penegak hukum lainnya masih melakukan regulasi keuangan sehingga sedikit besar peluang bersih makin terkikis.

Jangan ada Menteri yang membuat pernyataan blunder terkait penyelenggaraan pemerintahan atau dalam menngelola negara ini, karena akan berbuntut layunya wibawa dan tumbangnya derajat kekuasaan yang dititipkan rakyat sementara itu.
 

Friday, January 23, 2015

Menimbang Bobot "BG dan BW"..


Babak berikutnya apa yang akan terjadi...?? yang terjadi adalah teori kemungkinan, mungkin dihentikan atau mungkin juga dilanjutka...

Jika untuk kasus yang menyeret BG rasa rasanya agak pesimis berhenti lantaran publik teramat sangat menanti dalam krangka penegakan tindak pidana pemberantasan korupsi. Jatuh dirumus tidak ada cerita tersangka di KPK bisa lolos dalam jeratan hukum yang disangkakan....Selamat bakal ada jendral kembali jadi pesakitan dalam gulungan kasus dugaan korupsi.

Nah...untuk BW sendiri gimana? Pendekar hukum di KPK itu sepertinya juga masuk dalam kubangan jebakan konfirasi yang patut disangkakan sebagaimana juga publik menduga jika hal itu benar adanya, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang, mengenai apa jawabannya kita rasa saksikan saja realitas politik yang ada cukup simple untuk menyimpulkannya.

Buat BW tidak serumit apa yang dipikirkan elit yang gerah dengan sepak terjang KPK karena kuncinya ada di  Presiden yang kini tengah diuji mengenai komitmenya terhadap pemberantasan korupsi. Jika Presiden bernyali  tinggal tengahi saja konflik baru KPK vs Polri.

Jendralmah banyak dicari karena institusi Polri punya banyak stok bahkan mengantri untuk dapat giliran mengabdi. Sementara mencari untuk pengganti KPK alurnya cukup panjang bahkan menyita banyak waktu .

Naah...maka pertimbangannya adalah "menolak kemadhorotan lebih diutamakan daripada menerima kemaslahatan...

Inisial "B" Mengulang Cicak Lawan Buaya



Mungkin memang kebetulan saja, nama berinisial hurup "B" saat ini di era ini tiba-tiba menjadi trending topik awal tahun 2015 lantaran beberapa persoalan yang melilitnya...

Tengok saja Berawal dari pencalonan "BG" alias Komjen "Budi Gunawan" untuk menjadi Kapolri menggantikan Jendral Sutarman, rupanya yang menjadi awal kontroversi, karena tiba-tiba KPK menetapkan BG jadi tersangka dalam tuduhan dugaan Korupsi. Memang sejak lama BG disebut-sebut dalam deretan Jendral pemilik rekening gendut.

Suasana makin seru saat Komjen "BW" alias Budi Waseso juga menggantikan Komjen Suhardi Alius menjabat Kabareskrim Polri.

Dilain cerita ditetapkannya BG sebgai tersangka oleh KPK tenyata bebuntut pada penundaan pelantikan BG sebagi Kapolri, meski sudah melenggang lolos uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, tidak ada aral mellintang meski sempat di pertanyakan fraksi Demokrat DPR RI. BG pun keluar dalam paripurna sebagai calon Kapolri yang disetujui parlemen secara bulat.

Namun ya itu tadi, ternyata seperti bumerang buat pemegang prerogatif pengangkatan Kapolri hingga akhirnya, Presiden menggantungnya dan menunjuk "BH" alias Badrodin Haiti sebagi pelaksana tugas Kapolri sepeninggalan Jendral Sutarman.

Nah sudah ada tiga "B" yaitu "  BG, BW dan BH...Tiba-tiba muncuk kembali nama BW (Bambang Widjojanto) Wakil Ketua KPK yang kemudian secara mengejutkan ditangkap dan ditahan Barekrim Polri (BP) karena tuduhan pidana menyarankan kesaksian palsu dalam sidang MK pada sengketa pilkada Kabupaten Kutawaringin pada tahu 2010 silam...Wooow makin seruuu mulai banyak bermunculan nama berinisial B ini.

Sontak saja penangkapan BW oleh BP (Bareksrim Polri) menuai banyak protes keras termasuk dari jajaran pimpinan KPK, Ketua KPK Abraham Samad malah sempat menitikan air mata mengingat perjumpaannya dengan BW saat menjenguk abdee Slank kamis malam dirumah Sakit Kata Samad "Pak Bambang bilang malam ini pertemuan terakhir kita". benar saja memang Jumat pagi kabar penagkapan BW tersiar sudah..haduuuh..

Lucunya terkait kabar penangkapan BW tersebut, saat dikonfirmasi wartawan "BH" Baharodin Haiti pelaksana tugas  Kapolri mengaku belum tahu...ya sudah masyarakat jadinya "BT"...ahaaa...

Kemarahan para penggiat anti korupsi seketika  menggumpal saat mengetahui BW ditangkap BP (Bareskrim Polri), aksipun  seketika bermunculan mual di media sosial hingga puncaknya berdatangan ke kantor KPK menggelar aksi keprihatinan dan hasilnya BW pun kembali dilepas dengan status tersangka....
 

Thursday, January 22, 2015

Geheeeel... Aya Buaya Ngegel Cakcak



Boleh jadi ini pengulangan peristiwa sebelumnya saat ramai-ramai Cicak Lawan Buaya beberapa tahun silam, malah kasusnya juga sudah lupa-lupa ingat namun yang jelas terjadi lantaran perseteruan elit dilingkungan institusi negara yang sama-sama memiliki kewenangan luar biasa.

Kata Buaya terlontar dari mantan Kabareskrim Polri Komjem Susno Duaji, kala itu memang sedang beradu nyali beradu argumen mana kuat, mana hebat mana menang mana yang menantang.

Yaah.. Korbannnya memang akhirnya dua-duanya mendapatkan nasib yang sama harus mengalami jadi pesakitan berdasar pada tuduhan yang mengemuka kala itu..

Lantas apa korelasi yang terjadi saat ini, banyak cerita mengemuka seolah memang mengulang kembali peritwa yang sempat terjadi pada tahun 2009 hingga medio 2010 menjadi sangat fenomenal dimana perseteruan diperankan dua institusi negara yang merupakan produk undang-undang untuk memberantas Korupsi.

Yah...sepertinya Buaya ngegel Cakcak kini kembali terjadi setelah persoalan yang dipicu oleh penetapan tersangka terhadap salah seorang petinggi Polri yang digadang-gadang untuk menjadi Trunojoyo Satu atau Kapolri. Meski bantahanpun bertubi tubi  meluncur deras dari mulut para jendral polisi namun tetap saja jika realitas yang terjadi memang mengarah pada kenyataan itu.

Setelah ditetapkan jadi tersangka pada hampir dua pekan terakhir benar-benar menjadi fenomenal karena perlawan versi jendral terhadap ketetapan KPK untuk jendral calon kapolri tersebut berbuntut panjang. tentu saja meski konteksnya berbeda upaya pengangkapan terhadap salah seorang pimpinan KPK (BW ) oleh para prajurit Barskrim Polri tetap saja publik akan mengira dan dikait-kaitkan dengan persoalan sebelumnya, dimana jendral mereka seolah merasa dijegal dengan penetapan sebagai tersangka sementara begitu mulusnya proses fit and profetes bahkan tidak ada satupun yang beraniii mengganjal kekuatan di parlemen yang sebelumnya bereseteru antara dua koalisi gemuk versi parlemen kita itu.    

Ceuk si Miun baelah da dua-duanana oge lain Bapa uing ieuh ah...rek ditahan rek ditangkap rek ditetapkan sebagai nanahaon oge "Gogog belang gogog hideung ah"...eeeh teu meunag apatis ilaing Miun ieu urusan bangsa menyangkut nasib Republik yeuh kita juga harus ikut serta mengawasi dan memantaunya, sebab fasilitas yang mereka gunakan mimiti gaji jeung tunjangan pan asalna tina duit nu dibayar ku rakyat melalui pajak dan yang lainnya. "Sakitu hesena ilaing mayar pajak oge ning..."

Boa-boa beja rekening gendut oge eta asalna timana taha....

Lain ngan Dewek mah asa pang hanjelukeun ieu proses saperti permainan ucing sumput atawa asin-asinan lamun jaman dewek keur leutikmah, ceuk istilah kerena saling berebut tawanan, manek newak uing, pihak uing newak batur maneh, da anggeur atuh moal jadi baluh maaang...ah sok aya-aya wae...

Merubah Keinginan Menjadi Kebutuhan



Harus sepakat jika ingin memulai memetik hasilnya...Maksudnya memang harus disepakati dulu cara apa yang terbaik untuk lebih mempercepat memenuhi target dan impian kita.

Ceuk si Miun geus teu kuat hayang kawin..??hayang boga pamajikan ingin memiliki istri sejati yang menjadi teman sehidup semati kitu pokna jiga anu enya. Ceuk Dewek nya wajar teu kawin kawin oge, da manehmah kakarak hayang kawin, "Nungarana karak hayang atau baru sebatas keinginan itu masih sangat mungkin untuk ditunda atau dipending", Coba robah tong hayang kawin tapi butuh kawin. Hartina kawin geus jadi pangabutuh anu kacida pisan ngadesekna, dijamin tah entog wae bakal dikawin kumaneh Miun..ha..ha.

Sebab sesuatu yang bersipat kebutuhan biasanya mendesak untuk dipenuhi, misalnya ketika kita butuh makan maka harus segera makan, jika tidak maka perut kosong keroncongan beh dituna nya kalaparan bisa pingsan ceuk bahasa si Miun mah "Salatri" etetah...

Tah kitu pola ngawangun nagara, ngamumule daerah oge lolobana memenuhi standar keinginan bukan kebutuhan sehingga hasilnya kurang urgen dipahami masyarakat, sabab pasalia jeung kabutuhan warga. Ari warga butuh jalan alus ari pamarentah nyieun program pelatihan keur ahli perencanaan jalan atuh teu nyambung. Kuduna jalan heula bangun sing alus sing weweg kakara nyieun pelatihan keur para pemelihara jalan.

Misalna deui geus puguh rahayatmah butuh gampang meuli beas, ieumah ngadon ngayakeun pelatihan cara ngokolakeun beas jadi apem jeung sajabana, atuh da ari beasna hese rek kumaha bisa nyieun apem cuuu...Jadi weeh jarualan apem dikerkhof unggal peuting hi..hi..

Tapi kadang sok salah oge rahayat diurangmah, ongkoh hayang baroga pagawean ari pamarentah nyieun program pengadaan peluang kerja didemo keneh wae pokna teh salah itu, salah ieu, kurang itu kurang ieu sagala diaya-aya. Da ari dikorekanmah boro boro anu borok anu mulus banglus oge angggeur bakal codeka kadituna....Matak bingung ngain ngabandungan nana...      

Wednesday, January 21, 2015

Rek Demo Naon Cenah Maaang...??


Asa harengheng kieu, henteu hare'engmah kitu etateh..?? Si Miun isuk keneh geus paciweuh bangun anu riweuh jiga rek aya naon wae...emangna aya naon atuh Miun?? "Eeeh apanan cenah reka aya demo badag? ceuk sahaaaa?? saha anu demonaaa? timanaaa??demo naoon...eta Ma isah tuturubun turun tina suhunan imah panasaran hayang apal demo naon cenah nu dimaksud si Miun teh, "atuh teuing teu apal sugan eta demo naon baaah..?? alaah adat manehmah Miun...ari geus malik nanya kitu...

Paling oge demo nujualan panci atawa julan obat moal jauh lah jiganamah pedah kadanguna meuni rame pisan...

Atuda lamun nu demo teu ramemah sarua ..jeung weeeh...kudu rame atuh ari demo maah... Ceuk ma Isah nyerengeh eta waos parantos hideung balas ngalemar meuni mantes...

Tuuh nu demona oge diseungseurikeun ku ma Isah tah...

 

Susahnya Jadi Pemimin "Meri"



Tampak mudah dan kelihatan gampang-gampang saja tuh...Padahal hesena beak karep etateh sok teu percayamah tanyakeun kanu pernah jadi pamingping rek dimana wae rek mingpin naon wae...Dewek oge pernah mingpin Meri alias Bebek nepika ratusan jumlahna edas hese kacida, eta palebah ngagiring kahiji lokasi neangan hakaneun nana da susah kacida anu ieu hayang ka balong nu ieu hayang kadarat nu ieu lumpat kana pabinihan batur jeung rea-rea deui tingkahna matak kesel matak aral lamun teu ras kana tugas jeung kawajibanmah hayang mencit weeh eta meri teh.

Tah jigana pola memimpin bangsa juga tidak akan jauh seperti itu, Ketika pemimpin berusaha menggiring warganya pada satu pola pemikiran yang sama maka rea pisan anu pasaliana, aya anu nurut tur manut, aya oge anu lelewodeh hese lunca linci luncat mulang embung ngahiji nepatan jangji, aya oge anu hare-hare kuma aing weh....rea rupana macem-maccem kawas patlot gambar.

Menyoal kepemimpinan memang gampang-gampang susah sehingga lahirlah rumusan teori kepemiminan termasuk aya sababaraha gaya kepemimpinan itu, semua berdasarkan pada pengalaman dan gaya memimpin dari para pemimpin besar dunia. Tentu saja untuk membantu memjawab problematika dalam memimpin.

Setiap pemimpin memang mempunyai gaya dan karakternya sendiri-sendiri tergantung latar belakang serta kepribadian yang bersangkutan. Semuanya akan sangat mudah dikenali asal semuanya memiliki kaca pandang yang sama, namun dalam kenyataannya kini memang agak sulit untuk memandang sama terhadap salah satu sosok pemimpin kita saat ini baik dilevel daerah maupun pusat sekalipun.

Mengapa..?? Jawabannya banyak variabel, bisa jadi karena pemimpin saat ini orinetasinya sudah jauh berbeda dari harapan masyarakat yang mendambakan pemimpin sejatinya pemimpin, atau juga karena masyarakat yang dipimpinnya memang susah diatur dan tidak mau diatur...

Tapi berkacalah pada kelompok bebek bebek itu, meski susah diatur tapi  pada suatu waktu masyarakat bebek malah jauh lebih mudah diatur daripada kamunitas manusia yang punya akal dan kemampuan lebih diatas segala makhluk yang ada. Atau  mungkin karena kamuniatas manusia yang kaya ragam dalam pola pikirnya sehingga begitu sulitnya untuk dipimpin.

Telpeas dari itu semua biarkan saja air mengalir pada arusnya, api menyala dalam takarannya serta matahari bersinar pada aturannya. Skenario Tuhan memang Maha segalanya cuuu...Pokokna ulah kawas si Miun pinter milih pamingin tapi teu pinteur palebah dipingpin, hayangna ngeundeuk-ngendeuk jeung nurunkeun bari cantangtu inyana oge mampu lamun kudu mingpim ieu nagri, eta kalakuan si Miun mah boro-boro mingpin jalama rea, mingpin dirina soarangan oge rangsak jeung rangsak wae gawena teh... 



 

Tuesday, January 20, 2015

Wantim Presiden Taxi, Dewan Pertimbangan Sejati



Maaf maksudnya bukan Dewan Pertimbangan Lembaga Kepresidenan di Republik Indonesia yang dimaksud dalam tulisan ini, melainkan Dewan Pertimbangan Presiden Taxi. Di Jakarta Taxi Presiden atau angkutan umum kelas meneagah keatas ini sangat melegenda selain menjadi pioner untuk angkutan jenis taksi di Jakarta, juga namanya memang sangat populer karena sering terucap dan terlontar menyerupai panggilan Kepala Negara " Presiden".

Lagi-lagi si Mium hariweusweus, pokna "Bah naon ari Wantimpres teh? asa karak ngadenge uingmah", pokna bari kerung...
Ceuk Dewek ari ilaing ngadenge timana eta atuh, jawab si ontohod tina tivi Bah...Oooh lamun eta pastina Oge anu dimaksud Dewan Pertimbangan Presiden yaitu orang-orang terpilih dari Presiden bersangkutan untuk membantu memberikan pertimbangan dan nasehat kepada Presiden menyangkut berbagai hal, terutama dalam menentukan langkah dan kebijakan strategis, kitu jiganamh Miun, da dewek oge meunang nanya ti embah Goggle etateh...he..he..

Dewek malik nanya ari nu jadi masalah naon atuh Miun?? "ah euweuh masalah pedah eta heboh cenah aya salah saurang diantarana diangkat Jadi Watimpres tapi urut Bos Judi jaman baheula  keur usum SDSB tea cenah mah, da uingmah teu ngajamanan Bah..."

Aaaah ari ilaing bet sok nyayahoanan atuh nyakeun bae rek urut bandar judi rek urut preman tukang mobok tukang tarok tukang mukakeun anderok oge asal ulah Bapa maneh weh Dewekmah...ha..ha..

Memang sebenarnya tidak ada yang salah siapapun pilihan Presiden untuk menjadi penasehatnya, apa bedanya dengan kita saat memilih penasehat untuk perkawinan misalna, suka-suka weh...yang penting happy...ahaaaa....Namun ini ada tapinya memang seyogyanya mempertimbangkan kepatutan untuk rekam jejaknya... yaa jangan yang mengundang kontroversi atuh,.

Abah oge yakin da Presiden moal menta pertimbangan keur ngayakeun deui Judi moal tah, dijamin saratus persen, ngan biasana pan ari jalemamah kitu, siapa menanam ia akan menuai...

Kabeh oge dumasar kana pepelakan, melak boteng moal jadi tomat melak tomat moa jadi waluh, anu melak hade moal jadi goreng anu melak goreng nyawayahna moal panen hade...kitu rumus dialam pawayanganmah.

Dalam kerangka menentukan pilihan untuk Watimpres memeng harus benar-benar tepat akurat dan mumpuni, lamun babasan kolot dilebur si Miun mah, "Poma Kudu asak-asak nya ngejo bisi tutung tamagana, Omat kudu asak-asak nya nenjo bisi kaduhung akhirna", biasana babasan ieu keur mere ugeran sangkan ati-ati dina nangtukeun pilihan.

Pan Watimpres ieumah lain keur pertimbangan Preisiden taxi, tapi keur Penasehat yang mulia Presiden Republik Indonesia...salam tiga jari..!!!       

Monday, January 19, 2015

Balas Budi, Budi Baik Membalas Ala Orang Indonesia



Teori balas budi kerap kali menjadi kambing hitam untuk menjawab ketidak berdayaan dalam menentukan sebuah kebijakan strategis bagi kalangan elit. Teori dasarnya sederhana jika manusia memang " Zon Politicon" alias makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian, tak bisa berbuat banyak jika merangkak sendiri, itu sejatinya dasar palsafah manusa, tapi memang bukan segalanya karena jika ketidak berdayaan akibat intervensi misalnya, jadi rada ruksak kadituna. Ceuk si Miun teu ngeunah boga mertua teh loba pisan intervensi pedah mere modal usaha ngabangun tempat nyitak bata eeeh... incuna kudu dikawinkeun ka anak babaturan nana bari eta anak kuring teu sukaeun.

Ceuk si Miun memang hese lamun hirup timimiti geus loba teuing kajasaan, apanan memang teu bisa sorangan hirupmah kudu guyub jeung papada batur hojah jeung jalma rea, da lain makhluk super saperti Dora Emon atawa Superman anu bisa ngala sagalana bari anggeur weh geuning dina prakprakan nana Superman oge butuh fatner, Dora Emon oge butuh Novita jeung Jayen ngarah rame he..he..

Tah balik deui urusan balas budi jeung balas jasa naha kudu etateh? mutlak jeung wajib? atuh lamun kitumah nulung teh pamrih mantuan tohtohan kampanye bebeakan teh boga kahayang, nya hayang milu tenar, hayang milu beunghar, hanyang milu ngajeujeuhkeun salah saurang wadia balad minimalna atuh jadi Menteri, Kapolri atau Panglima...Wajar teu? Wajar pisan da anu teu wajarmah naha bet nitip orangna aya masalah, coba lamun nitipkeun Bapak si Miun jigana moal aya pasualan tapi da bapa si Miun mah lain jendral jeung teu wala kaya urusan ngokolakeun nagaramah...ha...ha..

Balas Budi, etateh balas jasa sarua jeung mayar angkot lamun naek ti hilir nepi kakulon sesuai tarip kudu dibayar, tah bedana ari balas budimah teu aya ukuran nana bisa kadang lebih tinu target dibikeun awalna, malah bisa oge kurang tinu kahayang anu merena. Ngarana oge malas budi bisa ukur diterjemahkeun bisi disangka kacang lupa kulitna, pho kana purwadaksina. Matak gancang ngabakian jeung ngawadahan alas keur naurna...   

Belajar Dari Celana Pendek Bob Sadino



Berpenanpilan memakai celana pendek itu buat Bob Sadino adalah integritas, kepribadian yang konsisten tidak mencla mencle dan menghargai kelayakan untuk kesejajaran. Baginya celana pendek itu memang identitas yang mampu dipertangungjawabkan, sekali ia pada pendirannya maka tetap ia dengan prinsinya.

Celana pendek itu adalah gambaran jati diri nu hamo jati kasilih kujunti moal laas kahujaann moal lengit kaingkigan. estuning jati diri nu lahir tina prinsip kepatutan dan kelayakan dimana jika tetap konsisten dengan pendirian dan prinsip yang diyakininya selama itu tidak merugikan banyak orang, maka itulah yang membuat dan mengangkat yang bersangkutan menjadi legenda dalam perjalanan hidupnya.

Belajarlah dari celana pendek Bob sadino, yang telah membuat namanya melambung diluar keberhasilan dirinya sebagai pengusaha sukses penerus harta warisan keluarganya yang melimpah ruah.

Penampilannya yang nyentrik untuk sekelas pengusaha sukses Indonesia: sederhana, kemeja pendek, bersepatu pantopel dan bercelana pendek. Ya, celana pendek ciri khas Bob Sadino. Namun sayang
pria dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino kelahiran Tanjung Karang, Bandar Lampung itu kini telah tiada, Beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah pukul 18.05 WIB. 

Om Bob, sapaan akrab sang pengusaha sukses ini, adalah seorang pengusaha sukses di bidang pangan dan peternakan, pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Ia tak pernah merasa risih dengan penampilannya. Om Bob kerap berucap, "untung masih pakai celana.

Wujud konsistensinya mamakai  celana pendek, aya sababaraha catatan menarik dari sosok ini, dimana dtahun 1980-an, Om Bob tetap memakai celana pendek saat menerima kunjungan Presiden Soeharto ke kebunnya kala itu.

Dalam cerita lainnya Om Bob juga pernah diusir dari Gedung DPR karena semata mengenakan celana pendek. Ini celotehnya kala itu yang sempat dilansir banyak meda tanah air,"Saya dituntut memakai celana panjang kalau mau masuk ke gedung rakyat itu. Oke, saya mau bertanya. Lebih baik mana, celana pendek tapi dibeli dengan uang sendiri atau celana panjang tetapi dibayar dengan uang rakyat? Ha-ha-ha,” kata Om Bob......Selamat Jalan Om Bob Istirahat dan damai selalu disisi-Nya...!!

Kriminalisasi KPK Lewat Photo Syur Rekayasa..??



Segalanya sangat mungkin terjadi, adapun pihak mana yang melakukan wallohu'alam rada hese nebakna jeung susah nuduhna, lamun dipaksakeun nunjuk si A atawa si B engke asupna fitnah sementara perbuata fitnah dapat dikategorikan pidana komo lamun anu difitnahna pejabat negara atau siapapun itu bisa dengan menggunakan pasal pencemaran nama baik atawa make tuduhan naon kitulah istilahna din abahasa hukum teu pati apal dewekmah.

Kiwari ngadadak eureur, breh aya postingan foto ketua KPK Abraham Samad keur ngumbar gambaran geugeut pisan dina eta foto diimana kebenarannya sedang dipertanyakan banyak pihak, namun berdasarkan analisa sebagian besar para pakar teknologi nu kararitu cenah etateh hasil editan, ngan palebah nu ngeditna saha weleh nepi kawayah kiwari can aya anu hasil ngungkapkeun. Nujelas indikasinya patula patali jeung masalah pengumuman status tersangka pikeun calon Kapolri Komjen Budi Gunawan, eta oge ceuk beja mun nitenan dina karereaan berita anu dilansir kemedia nasional rek on line, cekat atawa televisi.

Lepas tina bener jeung enyana aya patula patali etamah lain urusan dewek ngan munteamah eta foto rekayasa jigana memang kitu ancaman pikeun pihak anu rek niat ngarubah kaayaan selalu saja mendapatkan rintangan. Ngan oge sabalikna munteamah eta foto bener kajadian laku kitu dilakukeun ku ketua KPK masih keneh rea pertanyaan tina masalah integritas jeung jati diri ketua KPK anu memang kudu bener-bener teruji sebeb diangkatna lain ku Si Miun sadulur-dulur anu jauh aya dilembur anggang tikota, pan diangkatna Abraham Samad  melalui proses dan tahapan fit n profertes atawa uji kelayakan jeung kepatutan tina berbagai asfek jeung nau ngijina oge lain sembarangan jalma eta nyaeta para petinggi wakil rakyat anu aya di Parlem diantarana kitu panan.

Terus kumaha atuh eta duduk persoalan nana, jawaban nana nya tong aneh da eiu teh nagara anu eusina ratusan juta manusia anu satu sama lain tentu saja memiliki pola pikir dan sisi pandang berbeda. nagan merenah oge lamum eta postingan poto teh salah berarti memang aya upaya kriminalisasi KPK keur ngalemahkeun, sabab cara kitu cukup amuh jeung efektif lamun teaman eta skandal ngabukti. tapi sabalikna ieu masih perlu nunggu kejelasan dari berbagai sisi. yang pasti harepan abah nya poma  ulah lengah lamun eta tersangka gancang buktikeun kasalahan nana lamun perlu pan bisa langsung ditahan naon susahna dan tahanan mah rea...urang tunggu weh langkah berikutna...     

Cabe-cabean, Jeung Cengek-cengekan



Bet hayang seuri ngabandungan anakna si Miun, pokna teh "bapa naha Cebe-cabean teh teu lada ieumah, ari basa bapak kamari nagadon cabe-cabean cenah dipasir lada teu? eta Si Miun langsung nyureng bari ngagebes anakna, "Saha anu cabe-cabena ari ilaing sok kamana wae ah, abong bebennyit,"  iih... uingmah beja tinu tukang dagang barabadan kamari ngaliwat cenah itu bapa maneh keur cabe-cabean, pas harita pang uing keur cecengekan pak..!! Kutan ari maneh cecengekan jeung saha? itu jeung anakna ceu lilis tea anu anyar balik tikota ning pak...Si Miun ngalengkeun sirahna bari teu ngarti naon maksud eta anakna ngomong kitu.

Panasaran  Ku Dewek ditaya eta anak si Miun.." bapak maneh cabe-cabean jeung saha kitu dak?" duka atuh bah bejanamah cenah jeung Cabe-cabean weh uing oge teuapal eta kitu teh ngan nujelas jigana teu lada dan barang datang si bapak  teu seuhah seuhah acan ning kamari teh.
"jigana sibapakmah cabena ngan sauetik bah, matak teu lada da anu uingmah cengekna rea lada pisan kamari...".

Deuuh dewek karak ngarti geuing maksud anak ilaingmah cabe-cabean teh ngarujak jiganamah Miun? ha..ha...untung bebenyit mun apal naon maksud Cabe-cabean heug nepi ka Indungna bisa perang rongkah piring jeung gelas prupre pareupeus...ha..ha..


Enya Kitu Aya Mafia Anggaran..??


 
Ceuk beja tijurig nu biasa nyiliwuri, mindah rupa pasuliwer dijero kekuasaan, cenah anu ngaran mafia anggaranmah moal lengit. Sabab asal muasalna oge oge tina produk Politik, biasana kalau bukan mantan tim sukses yang berlatar pengusaha mungkin juga orang berlatar belakang keuangan yang kuat sehingga dipanang mumpuni untuk berbuat.

Cikeneh Barudak Mahasiswa ti PMII tinggorowok ngadon orasi tur mengkritisi kemungkina masih adanya berkeliaran malah mungkin juga makin tumbuh subur anu ngarana Mafia Anggaran didalam ruang lingkup pemerintahan Kabupaten Garut.

Sepertinya memang bukan sekedar tuduhan dan lemparan isu semata jika tidak ada dasar yang melatar belakanginya, sebab tingkatan Mahasiswa mungkin saja pembisiknya juga orang-orang hebat yang memang sengaja membuat analisa kemudian meminjam tangan Mahasiswa atau mungkin juga sebaliknya apapun mungkin saja terjadi. Mahasiswa dengan kemampuan inteletualnya patut juga dijadikan rujukan boa enya aya eta Mafia Aggaran teh..?? Da jiganamah memang aya etateh ngan weleh wujudna kumaha jeung bentukna jiga saha Dewek teuapal da puguh jauh anggan tina puser kekuasaan anu kiwari ngawasa didayeuh maneuh banjar karang pamidangan kota Intan Garut anu katelah tea....

Mun teamah bener aya, atuh poma ulah baha geura gancang singkirkeun kumaha bae carana, lamun oge atuh euweuh nya sukur eta anu dipihareup kusakumna rahayat, sabab ceuk beja ayana nungarana Mafia anggaran eta letik gede bakal mere pangaruh teu umum malah ngaruksa kana wibawa pamingpin bahkan merusak tatanan kesejahteraan rahayat. Sabab objek anu digangguna eta tangtu bancakan duit APBD alias duit Nagara milik Rahayat keur ngaropea ieu sakumna eusi nagri...

Sunday, January 18, 2015

Terpidana Mati...oooh



Sejumlah narapidana dengan ganjaran hukuman mati mulai terdengar satu persatu dieksekusi mati, tinggal nunggu waktu cunduk mangsa datang tumiba eta nyawa ngalayang. Sabenerna taya bedana jeung jalma anu keur ngarandapan panyakit misal anu dirawat dirumh sakit atawa anu nandangan kanyeri diimah sewang-sewangan hakekatna sarua nungguan eksekusi mati tinu gaduh pati, nu boga nyawa.

Malah lamun daek ngalenyepan nana urang anu jagjag waringkas oge pada dasarnya memang tengah menunggu ajal datang menjemput, kan teu apal naha isuk naha geto, aya babasan kolot apanan "Jodo, Pati, Bagja jeung Cilaka eta rahasiah Alloh". Tah dumasar kadinya naon bedana atuh anu dieksekusi mati lantaran meunang hukuman paeh tinagara jeung urang anu nunggua paeh nepi kana takdirna. Da apanan hakekatnamah sarua, anu paeh dieksekusi mati oge etateh geus takdir manehna. Bukankah kulak canggeum bagja awak manusa memang geus aya titis   tulisna tiajali, geus dicatet di Lauhil Mahfudna cenah cuek ajeungan dikampung dewek oge.

Bieu panggih jeung si Miun Hariweus weus poknateh karunya teuing neng "Rani" jaba can nikah tapi geus maot tiheula...naha kunaon eta, Rani mana Miun? tanya dewek panasaran, Pokna "eta Rani anu dieksekusi mati di Nusakambangan tea ning Bah...", oooh enya atuh naha bet karunya sagala atuh Miun? apanan sudah sesuai dengan amal perbuatannya di dunya jeung cindeknamah geus weh naha bet hese-hese teuing mikir kalieur-lieur sagala, apanan geus nepi kana titis tulisna.

Kamari oge Miun, Tatangga Dewek ngarana Rani (parawan keneh) maot saharita nginum baygon cenahmah putus jeung bebenena...sarua maotnamah tapi ramena beda... Rame keneh Rani maot ku baygon di RT dewekmah, nagan lamun di Indonesia memang rame keneh Rani anu di eksekusi mati tea....Doaekun weh ayeunamah anu maot kumaha wae jalanna sing aya dina pangampunan Alloh SWT...Amiiin

Saturday, January 17, 2015

BBM Rek Turun Deui Bakal Ngantri Moal di SPBU



Jawabannya sudah pasti tidak akan ada antrian, untuk apa ngantri harganya juga sudah turun ini, gak ngantri juga turun maaang.....

Nah pertanyaannnya kenapa atuh kalau diumumkan mau naik antrian di SPBU pasti dilaporkan dimana-mana ngantri sampai berpanjang ria antriannya juga, jawabannya pasti ngantri karena ada selisih rupiah diantara kenaikan harganya, intinya karena ingin mencicipi selisih lebih sedikit.

Edas kalakuak si Miun mah lain malah tara pernah ilu biung ngantri lamun BBM naik jeung tara pernah hayang bahibut nimbun BBM lamun aya beja rek langka oge. Panasaran ditanyakeun ka si Miun naha ilaing teu milu ngantri tuh BBM naek basa harita kebajekaun rek naek tea, Jawab siontohod nyantai weh "Bah da uingmah rek ngantri naon cape-cape, motor teu boga mobil teu gableg sapedah butt oge henteu boa uingmah", Pokna teu kireum kireum.

Jadi memang yang suka berebut antrian BBM jika terjadi kenaikan dan langka dipasaran memang anu boga mobil atawa motor komo boga mobil jeung motorn leuwih tihiji ewangmah pasti ngarasa perlu ngantri sabab lumayan aya selisih harga kenaikan eta.

Tah mun palebah turun memang moal aya anu hayang ngantri sarua jawaban nana kacape-cape da hargana oge turun jeung teu hayang milu nimbun oge percumah tidak ada selisih harga yang biasa didapat. Padahal sebenarnya harga BBM turun berarti keuntungan buat sebagian orang penerima manfaat termasuk si Miun najan teu boga motor oge mobil tapi paling tidak jika belabja kebutuhan hirup sapopoe moal buerat teuing.

Tapi ngan edas hese pisan harga kebutuhan pokok anu ngadadak naek lantaran BBM naik harita, pas rek turun jigana susah kacida, da apal apanan dari setiap kenaikan harga eta aya keuntungan anu gede. Padahal kuduna nyadar weh can tangtu untung gede oge mangfaat keur hirupna jeung anu dihirupannana. 

Ceuk bahasa ajeungan uing dilemburmah, kudumah hirupmah ngudag berkah lain ngudag untung gede, sabab untung gede bisa jadi teu mangfaat lamun teu berkah, malah sabalikna untuk kecil bakal napak kana sagala lamun berkah eta hasilna.

Coba duit gede anu teu berkah gampang lungitna, dibelikeun mobil ngadadak lengit mobilna, dibelikeun motor ngadadak rea gangguan nana dipeke ngabangun imah kalah runtuh kuangin jeung gempa, intina sagala anu teu bekah eta moal mangfaat.....

Males Nulis Kalahka Mules



Duka kunaon mimitina jug jorojoy hayang nulis naha bet jadi ditunda? terus naha atuh make dipaksakeun milih calon tunggal, terus naha meuni asa rusuh kacida, padahal ceuk beja tinu palinter apanan pejabat lama masih keneh aya waktu nepi kapngsiun na oge engke bulan Oktober 2015 tapi naha atuh meuni gagancangan hayang ngaganti. 

Syukur lamun mulusmah, ieu pan tiba-tiba tersiar labar lembaga super body alias KPK ngumumkeun yang bersangkutan sebagai tersangka. Cilakana eta anu palinter diparlemen anu cenah ngawakilan sora rahayat pipilueun urung rembug make nyatujuan sagala pokna teh cenah tidak ada alasan untuk tidak menyetujui calon pengajuan dari Presiden untuk jabatan Kapolri pengganti Jendral yang lama.

Ngan edas eta si Miun dulur dewek dilembur oge aya ku norolang nataan sabab musabab naha eta pemilihan Kapolri baru produk Presiden Jokowi asa ngadadak rame tur pirameun. Poknateh ceuk si Miun "da bongan atuh teu ngangkat bapak Dewek jadi Kapolri jadi weh kieu.."eta sikehed teu kireum kireum.

Palebah ditanya asa atuh anu diuntungkeun ku situasi kieu teh, eta si Miun gancang ngabaralang lir kacang ninggang kajang, nerewes eces nembres pokna, "anu untungmah atuh anu teu rugi nyaeta nu mikahayang jadi Kapolri, ngan duka saha weleh kuring oge teu ngarti". gerenyem si Miun jiga nu enya milu mikiran.

Padahal pola pikirna simple pisan ngan teu hayang muka di ieu lapak sieun disangka pipilueeun terus majar manaeh cenah ikut intervensi terhadap Presiden...Cag ah...!!      

Friday, January 16, 2015

BBM Turun Lagi Harga Kebutuhan Pokok Kumaha..??



Asumsinya karena memang harga minyak dunia cenah turun drastis nepika harga dikisaran 50 dolar per barel, kitu ukuran istilah harga minyak dunia. makana di Indonesia Presiden Jokowi tidak mau ketinggalan moment meski sebenernya jika berkaca pada penyataan sejumlah pengamat dalam beberapa pekan terakhir semenjak kebijakan kenaikan BBM dinaikan kemudian diturunkan kembali dan kini kembali turun, Katanya sang Presiden memang teah kehilangan moment.

Padahal idelanya jika bersabar sedikit tdak tergesa-gesa menaikan harga BBM sebelumnya tentu saja citra yang sesungguhnya Jokowi sesuai janji politiknya saat hendak mencalonkan Presiden makin erlihat jelas dan tegas berada dibarisan wong cilik.

Tapi apa mau dikata semuanya memang telah bergulir seakan ingin mengupas apa aslinya dan bagaimana sesungguhnya yang Presiden Republik ini terkait ketulusan membangun Negeri dengan campur tangan dan sedikit bau intervensi rasa-rasanya itu biasa dalam duni politik kita.

Ok...intina pan haga BBM turun deui tah, geuning teu kudu didemo gede-gedean oge ari harga minyak dunya turunmah turun oge, ngan tangtuna anu jadi heran kunaon meni asa kumaha kitunya ngabandungan nana oge sok kadang kumahanya kitu wehlah...

Terus eta harga cabe jeung harga sembako anu lainna kumaha turun oge atawa hare-hare nungguan turun sorangan, atuh kaburu naek deui eta BBM na hahaha...

Thursday, January 15, 2015

Sarapan Bubur Geus Lima Rebu Komo Bubur "Dugem" Hargana malas rebu cenah



Sabu sarapan bubur sarebu, kiwari geus lain jamana, geus teumanggih harga bubur samangkok sarebu, kiwar mahalna sarua jeung satengah kilo beas antara lima rebu nepika tujuh rebu maratus, malah aya bubur kakocap nepika hargana malas rebu perak...Gerenyem hati asa mahal kacida ieu bubur naha dijieun tina nanon jeung rasana kumaha..? tapi teu geruh dapuguh era bisi disangka teugaul jeung teugableg duit nyakapaksa ngdok pesak rada jero puguh kudu mayar bubur malas rebu mun duaan oge geus tilupuluh rebu, bisa meuli beas opat kilo tah.

Jeung kiwari ngaran bubur oge rupa-rupa, malah aya anu nga ajenan ngaran anu dagangna misalna, nudagang bubur ngarana mang satibi makan eta roda bubur dingaranan kitu, aya oge nudagangna mang sofyan jeung nagaran anu lianna.

Ngan can aya ngaran bubur anu dinisbatkeun kana ngaran pelanggana, misalna bubur abahna si AL, dapuguh ngalanggan unggal poe sarapan bubur etateh...

Masih neganaan ngaran bubur, coba eta geura aya bubur ngarana "bubur Dugem", duka naon maksudna ngan eta bubur dagangna tijam salapan peuting nepi wanci ngagayuh kasubuh ceuk bejamah anu mareulia baralik "Dugem", ari dugem teh naon? tah palebah eta kuring oge teu apal ceuk mang iya tukang bubur nu sok dagang subuh balik jam dalapan isuk-isuk.

Aya teu ngaran bubur "Bubur Huntu", hahah...jigana asa moal aya tah lantaran boro kahayang meuli dibere oge hare bari ngabirigidig hag siiah rasana kumaha eta bubur huntu...

Nu aya oge bubur huntumah, catur tanpa bukur nyaeta babacot ngaler ngidul teupuguh hulu teupuguh buntut, mun patorong-torong nagarana debat kusir nyabiasa ari kusir cumarita pan sok sapanjang jalan kumaha dibawana kukuda, muatan turun kusir neangan deui muatan anyar atuh lapur dongeng jeung basa uplek dina delman wayahna kudu ganti deui temana...  

Akan Teu Kaasup Jangji Kalau Terbukti



Jika memang terbukti semua akan yang kau janjikan tentu saja bukan sekedar sepah bahan sampah tetapi kemuliaan dari cita-cita luhur yang kau junjung tinggi sebagai seorang terkemuka.

Namun untuk mengukur keberaan itu semua memang butuh waktu, "akan" tidak bisa seperti membalikan telapak tangan kita, kapan kita mau kita bisa , kapan hayang laksana. Akan yang terkandung makna bagian janji dari seorang kepada siapapun itu, haruslah bernilai kinerja untuk membuktikannya.

Janji Kabayan ka iteung misalnya, rek satia, satuhu, maka kabayan berusaha mewujudkannya sambil berusaha juga tidak membuat akan yang baru sebelum kesetiaan itu menjelma sepenuhnya.

Asa so manghariwangkeun kau si kabayanmah akan membahagiakan nyi iteung tapi akan juga membawa nyi iteung ka kota bari aka juga membawa abah jeung ambu kasaung impian dengan segala fasilitas yang ada.. walaaah kabayan aya rea pisan akan.

Tapi memang kabayan bukan sembarang orang membuat akan jika tidak dengan perhitungan yang matang maka tidak usah khawatir, kabayan teaaa...

Moah Aya Anu Hayang Kadunya Ngadon Sangsara




Duuuh...Karunya teuing ucuu anaking anak ngaing nepi kakieuna, keun sing sabar kabeh anu gumelar kaieu alam rek kumaha wae wujudna tangtu geus aya tina tina titis tulisna, lir ibarat pati, jodo bagja cilaka kaasup gumelar kaieu dunya memang geus aya pastina ti gusti numaha suci, pangeran anu anu murbeng alam.

Hampura Gusti...hawatos ieu murangkalih teu tuah teu dosa..mugia dihampangkeun, digampilkeun kanggo ngalangkungan pintu kahirupan ieu anu kacida pisan pelikna...hampura cuuu hampura...

Hayang Dahar Tapi Wareug



Kasahakeun atuh ieu kejo haneut meuni ngebul keneh kieu geura...Padahal ieu wanci geus ngagayuh katenah peuting tapi bubuhan warung kejo ieumah sok nghaja nyadiakeun sangu haneut keur anu khusus kemelendang dina tenah peuting.

Naon maksudna atuh ngirim kejo teungah peuting cenah...maksudnamah meureun karunya bisi lapar..lain kadua syukuran aya anu nagnteuran kejo teh kalah diupat teupuguh jiga nau keuhul kesel kana wanguna eta kejo.

Lain kitu  coba ete kejo teh dihandapna diselapan duit anu warna beureum heug jaleger keneh ulah rea teuing bae aya sapuluh lambar oge jigana rek dicium, disuhun na embun embunan, disempeun dina dada diusapan bari ngomong nuhuuuun gusti aya keneh geuning anu nyaah kaabdi tandig gusti papanjang kakawasaan salira Ya Alloh...

Hoyah hudang siah...geus berang Gustiii geuning enya cikeneh ngimpi aya nganteuran kejo haneut make dialasa ku duit saratus rebuan sagala matak hageut matak sumenget eung...ngahanjakal ngan ukur ngimpi ...tapi sugen weeh mimpi yang menjadi nyata...

Tunduh Tapi Butuh



Ceuk sasaha oge mung geus tunduh geura sarekeun ngarah ngimpi anu pikangenaheun, sugan ngimpi ngajingjing bidadari atuh, najan ukur numpakan guguling oge ari bari ngimpi jeung bidadarimah sok asa ngadadak ngapung kaalak paul cenah cuuu...

Rek ngimpi naon nya peuting ieu hese-hese teuing rek sare teh, padahal ieu mata cieut jiga anu cacingeun kurang ngadahar gizi. ceuk icu kami anu masih diajar  dipaudmah cenah geus lima watt lamun dina lampu mah.

ah ari cantuduh kumaha atuh komo pan bari jeung butuh, sugan weh ngagayuh kasubuh aya randa ngetrok kana panto ngirim kulub hui jeung cikopi, merenah jigana..hahaha...aya-aya wae ari rea pangabutuh bari tunduh teh...

Jangji Mantuan Juragan Kade ulah Asal asalan


Tah nu dina poto eta pemandangan yang sering kita saksikan dimana salah sahiji pejabat dilantik kuatasan nana keur ngajabat dina hiji jabatan supaya soson soson ngawung visi misi luyu jeung kasanggupan jeung kamampuan oge cita-cita ngabdi kajalma rea dina jalur politik kujalan jadi pejabat politik rek jadi Bupati, Gupenur, atawa Presiden jigana sarua...bedana ruag lingkup wewenang anu nangkod dina pundukna.

Poma ulah sagawayah, naggung jangji singpasini, ulah unggut kalinduan gedag kaanginan ulah penggas lantaran didemo, komo nyempod lantaran disenghor ku si eta atawa siitu, poma ulah antaran jabatan eta mandat rakyat hakekatna anu kami rakayat sakabeh.

Matak prung sing wani tapi kade ulah mangprung teu puguh junun anggang tina hareupan rakayat. Jig indit geura sungsi jangji kamari buktikeun sapuratina sangkan rakayat sugema, bral kadinyah geura datangan hiji-hiji bejakeun kami pangagung ngagri memang geus siap babakti tong boro nepi ka ngan ukur guyang jangji najan nepi kanemahan pati oge geus kawajiban sajatin pamingpin dina ngabela rahayatna...