• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Showing posts with label Malengos. Show all posts
Showing posts with label Malengos. Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Sari Roti oh Sari Roti...Aya aya Wae...



Sepertinya memang ada phobia dari manajemen Sari Roti sampai-sampai harus mengeluarkan klarifikasi resmi, padahal sesungguhnya tidak ada persoalan dengan penjualan Roti dengan brand Sari Roti pada aksi 212 yang lalu, catat karena memang dijual kemudian dibeli...Apa yang Salah?? digratiskan juga bukan oleh pihak Sari Roti tapi oleh peserta aksi 212 yang memandang perlu saudaranya untuk sekedar menganjal perut agar tidak lapar...Rasa-rasanya itu biasa bahkan ada juga tukang dagang lainnya yang juga sama menggratiskan dagangannya untuk peserta aksi 212 karena memang ada yang membayarnya.

Kalau khawatir mengapa tidak membuat pengumuman sebelumnya bagi seluruh tenaga pemasar Sari Roti agar tidak berjualan disekitar lokasi Aksi 212 itu lebih aman dari pada mengeluarkan klarifikasi dikemudian,  yang ujung-ujungnya malah serasa kurang elegan sebagai sebuah perusahaan yang produknya telah banyak dinikmati publik termasuk umat Islam.

Terus kenapa Manajemen Sari Roti sampai segitunya hingga ada poin poin klarifikasi dengan kalimat yang dirasa sangat tendensius...Ada kalimat menjaga kesatuan NKRI dan kebhinekaan. Apakah para peserta aksi 212 tidak mendukung NKRI dan kebhinekaan..?? Keliru rasanya kalimat itu...atau memang  karena dasarnya phobia dengan gerakan umat islam yang sedang memperjuangkan haknya...Catat gerakan itu murni karena dorongan keimanan yang  harus dilakukan oleh umat Islam...dengan kalimat tersebut jelas bagi Umat Islam terutama yang ikut aksi 212 sangat menyakitkan.

Mohon maaf jika kemudian banyak orang muslim akan bereaksi dan menilai klarifikasi Sari Roti sebagai sebuah hal yang belunder menohok gerakan aksi 212 yang memang diyakini sebagai aksi super damai dan benar-benar damai.

Sesungguhnya kami meyakini aksi 212 sedikit besar telah memberi banyak manfaat bagi internal umat Islam bahkan mungkin bagi orang non muslim sekalipun jika memang mereka mau mengakuinya....fakta-faktanya pek weh pikiran ku masing-masing mastaka...

Sebuah langkah yang patut disayangkan dengan keluarnya pengumuman berisi klarifikasi tersebut sebab sebenarnya tidak ada yang patut diklarifikasi kecuali memang meras khawatir dan takut atau ketakutan dengan muslim mayoritas yang sebelumnya malah bagian dari konsumen Sari Roti...Punteun ah...Cag...!!




Thursday, July 14, 2016

Ke Gunung Malah Mahal, Ke Mall Malah Murah



Apa yang menjadi sebab sehingga tarif masuk kawasan taman wisata Gunung Papandayan kini dirasakan mahal oleh para pengunjung dan penggiat pecinta alam? pertanyaan ini terus menjadi viral dimedia sosial setelah beberapa nettizer mengupload potongan karcis masuk ke Ke Gunung Papandayan saat musim libur lebaran.

Efeknya benar-benar luar biasa berbagai komentar pedas bermunculan melancarkan kritik dan cercaan bahkan sebagian pihak menyerukan baikot kunjungan ke Gn Papandayan tersebut. Soalnya memang tidak seberapa hanya karena tarif yang tiba-tiba diberlakukan dengan mengatasnamakn Pemasukan Bukan Pajak melalui Sektror Kehutanan masuk kawasan taman wisata Gunung Papandayan haeus merogoh saku lumayan gede jika ukurannya pada sebatas masuk kawasan.

"Masuk Mall saja gratis gak pernah bayar padahal servicenya memuaskan, mengapa masuk kawasan Gunung harus bayar mahal hingga mengundang keluhan banyak penggiat pecinta alam dan pengunjung wisata petualangan yag menilai keterlaluan"...Ini celoteh seseorang yang merasa sangat terusik dengan kebijakan di kawasan Gn Papandayan itu.

Ceuk abah memang teupanteus atuh da Gunungmah lain Mall terus gunungmah seharusnya gratis dan jadikan kawasan itu media untuk menyadarkan betapa pentingnya keberadaan gunung serta hutan yang lestari. kalaupun ada pungutan mengatasnamakan beban pemasukan kepada negara dari sektor non pajak atuh ulah mahal teuing sing erea ku Gusti Alloh anu nyiptakeun nana...

Sepertinya memang agak keliru pola pikir yang berkembang dalam sektor pengelolaan taman wisata Gn Papandayan saat ini. Kelirunya seperti disengaja karena ada orientasi bisnis dibalik pengelolaan dengan dalih harus ada pemasukan non pajak dari sektor pengelolaan tawan wsiata alam tersebut.

Ini harus segera ditinjau kembali agar tidak menibukan reaksi kurang bagus dari bayak pihak terkait kebijakan tersebut. Jika tetap harus ada pungutan saat masuk...Pungutlah dengan nilai yang wajar dan terhindar dari unsur komersialisasi kawasan hutan yang seharusnya kita jaga bersama...pek palikiran cuu...

Wednesday, April 22, 2015

BG Bukan Sembarang BG



Sejak awal memang tidak main-main tentu saja ada prasyarat yang patut disangkakan kepada perjalanan dan manuver para elit Indonesia Raya yang bersama-sama menunjukan taring kehausan kekuasaannya meski harus dengan berbagai cara.

Patut diduga sejak para elit politik pendukung kekuasaan mengusung Calon Kapolri bernama Komjenpol Budi Gunawan (BG) mereka telah memandang sebuah keharusan yang tidak boleh tawar menawar lagi meski tiba-tiba batu sandungan menyeruak dari institusi anti rasuah (KPK) yang mentersangkakan BG dengan tudingan mepet dan menyerempet mirip kasus beberapa elit Indonesia berbau Korupsi rupanya. Namun yang itu tadi, BG bukan sembarang BG yang terlahir dari sebuah institusi mapam republik ini yang bernama Polri, tentu saja tidak akan membiarkan anak kandungnya menjadi samsak ketidak berdayaan meski seharusnya menyadari betul jika mata dan telinga rakyat juga sebenarnya gerah-gerah saja karena bukan lagi rahasia umum keberadaan para elit kita memang sangat dekat dan tipis jaraknya dengan dugaan prilaku penyimpangan (Maaf jenisnya apa belum bisa dikatakan sebab ada praduga tak bersalah).

Menariknya memang ini patut diduga semacam sebuah skenario mapam setelah terlebih dahulu merontokan KPK dengan berbagai cara dan dalih serta berakhir dengan memudarnya kepercayaan publik terhadap KPK lantaran memang terlihat sudah tidak berdaya lagi, maka yang berdaya dan berdigjaya adalah yang memiliki kedekatan emosional dengan pemegang kekuasaan tinggi republik ini. Ini bukan eranya mengatakan Indonesia salah pilih tetapi memang Indonesia kembali diuji dengan belajar pada perjalanan sejarahnya jika benar telah salah pilih memilih pucuk-pucuk pimpinan maka ini dan itu akan menjadi konsekuensi logis.

Kembali pada koteks kehadira jendral BG yang telah dihujat habis habisan seiring penetapan sebagai tersangka, namun akhirnya seiring waktu dan seiring sejalan dengan strategi mapan para pemegang kendali kanal-kanal kepentingan republik ini, akhirnya BG kembali masuk melalui pintu kedua Institusi Kepolisian yang dengan kasat mata masyarakat telah cerdas menebaknya tentu saja incaran Kursi Pucuk pimpinan Polri memang target yang hanya tinggal satu langkah lagi. (Ini mekanisme internal Kepolisian yang tidak bisa direcoki siapapun karena milik mereka seutuhnya- maaf rakyat cuma dianggap pemilik modal yang tidak kuasa menggerakan modalnya).

Ceuk Si Miun silahkan saja, apapun kehendak tuan-tuan memang telah terlanjut telanjang dan teramat sangat mudah ditebak, sebab dunia indonesia seperti dilayar kaca adalah perunjukan Sinetron atau Sirkus yang serba mungkin serba bisa meski ada yang terluka dan tersakiti terutama pemilik kedaulatan negeri ini sesungguhnya rakyat kecil yang tidak penah berubah nasibnya dan tidak akan dirubah karena paradigma berpikir elitnya yang penting gue aje.

Selamat Pak BG telah berhasil mendampingi pak BH untuk beberepa tahun kedepan kami kurang tahu yang jelas jika mau melanjutkan merebut pucuk pimpinan Polri tinggal selangkah lagi maju..      

Thursday, April 2, 2015

Mengapa Harus Diblokir..?? Situs-situs Itu Simbol Keragaman



Sebaiknya tidak harus serta merta diblokir kemudia para pengelola kelabakan karena semua itu adalah bentuk kratifitas dan daya juang versi mereka dalam kerangka membingkai prinsif-prinsif dasar yang mereka yakini sebagai sebuah kebenaran. Negara dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi jangan menelan mentah mentah saran atau masukan dari  Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Jika kebanyakan situs Islam kemudian langsung diblokir maka banyak pihak yang dirugikan rugi secara materi, rugi secara jalan komunikasi dakwah, rugi juga pemerintah semakin akan kehilangan wibawa dalam mata pandang umat Islam Indonesia.

Persoalan yang mengemuka saat ini terkait pemblokiran situs-situs Islam yang dinilai menyebarkan paham radikalisme, rasa-rasanya masih perlu dilakukan pengkajian dan penelitian secara seksama dan intensif yang melibatkan banyak pihak karena pemahaman radikalisme kemudian penyebaran dasar-dasar Islam sangatlah luas dan dalam sehingga tidak bisa diklaim sepihak sebagai sebuah pemicu munculnya radikalisme..

Belum masuk pada akal dan logika umat Islam secara keseluruhan, ini masih memerlukan pendalaman dan pemahaman yang konperhensif tentang islam itu sendiri. islam itu kadang memang keras tapi juga kadang lemah lembut dalam konteks penyampaian ajaran-ajarannya, ini fakta dalam berbagai litelatur yang dapat dengan mudah kita jumpai dalam ajaran islam.

Saran Si Miun pemerintah itu jangan terlalu reaktif dalam urusan-urusan yang menyangkut keyakinan waganya, ini perlu "Tabayyun", perlu pembicaraan yang mendalam, perlu pengkajian yang menyeluruh sebelum tindakan itu dilakukan karena semuanya berimplikasi sosial yang rentan dijadikan komoditi politik serta komoditi adu domba bagi pihak-pihak yang sedang memancing diair keruh.

Lakukan kebijakan yang berpihak dan berpijak pada semua kaki agar tidak ada yang merasa terdzolimi dan terdiskriminasi. Lakukan langkah-langkah proaktif yang solutif dan tidak emosional buta membabi buta tanpa menyadari ada dampak luar biasa dibelakang kebijakan itu semua.

Mengapa harus langsung diblokir jika ada langkah lain yang lebih arif dan bijak sana, misalnya berikan peringatan dan teguran yang sopan dan santun jika memang ada termuat tulisan atau paham yang tidak sesuai dengan etika kebangsaan dan dapat merusak NKRI, itu bisa dilakukan dengan diskusi dan sharing pemikiran dari para cerdik pandai negeri ini yang ahli dan menguasai bidang itu...         

Tuesday, March 24, 2015

Apa Kabar Nenek Asyani..? Pelanggaran Itu Sama Tapi Tak Merata dalam Penanganannya...



Nenek Berusia 63 Tahun itu adalah Asyani alis Bu Muaris, namanya kini melambung bak seleberitis tanah air yang sedang menemui puncak popularitasnya. Bedanya nenek Asyani jadi buah bibir media lantaran kasus yang menjeratnya gara-gara tujuh potong batang kayu yang ditudingkan oleh Perum Perhutani dicuri Nenek Asyani dari hutan petak 43-F Blok Curahcottok Dusun Kristal, kecamatan Jatibentang, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Lantas apa yang sesungguhnya terjadi dalam ranah penegakan hukum Indonesia saat ini ? rasa-rasanya memang masih trlihat ada kebiasaan tebang pilih dalam realisasinya. Begitupun dalam proses pemberantasan tindak kejahatan masih terlihat banyak yang sumir dan nyinyir jika dicermati dalam kaca pandang kesamaan kedudukan dimata hukum. Silahkan siapapun sudah dapat menebaknya dengan mudah siapa yang ditangkap dan siapa yang berbuat maka menjadi kontras dalam penanganan perkaranya. 

Misalnya apa tidak bisa dalam kasus nenek Asyani dan sejumlah kasus nenek renta lainnya lebih mengedepankan rasa penghormatan dan pendekatan kemanusiaan daripada mengedepankan lebih dulu proses hukum yang sangat menyiksa dan merusak mental tua renta yang tidak lama lagi meninggalkan masa hidupnya..Kita sangat mengerti sekali lagi dimata hukum semua warga negara memiliki nilai yang sama tapi terasa kontradiktif ketika dalam duduk perkara yang sama misalnya kasus pencurian kayu nenek Asyani, rasa-rasanya masih banyak yang lebih besar dan jauh lebih merusak dari sekedar apa yang dilakukan nenek Asyani, tapi tidak mendapatkan perlakukan yang sama dengan nenek renta itu.

Ini sejatinya gambaran jika kita warga negara belum diperlihatkan keutuhan penanganan atau perlakukan dari negara agar warganya sejahtera kemudian tidak diberi celah melakukan tindak pidana atau perdata karena gara-gara miskin papa yang memaksa yang bersangkutan berbuat diluar batas lantaran terdesak kebutuhan untuk memenuhi makan dan hidup sehari-hari. Rasanya ini membuat pemerintah siapapun pemegang kekuasaannya sangat berdosa, sebab telah membuat rakyatya sengsara.

Kasus Asyani dan nenek renta lainnya yang berhadapan dengan hukum telah memperlihatkan betapa pemerintah belum berhasil membuat warganya sejahtera dan terbebas dari lilitan kemiskinan. Sebab rata-rata yang terjerat perkara adalah kaum miskin yang tidak memiliki banyak uang untuk jaminan hidupnya sehingga sangat logis jika mereka terpaksa melakukan tindak pidana hanya kerena terpaksa oleh keadaan  yang memintanya berbuat begitu.

Sekali lagi dalam kasus Nenek Asyani, Si Miun yang bukan pakar hukum pidana atau perdata sebenarnya setuju jika perbuatan asyani itu memang salah kalau benar telah mencuri, namun lebih salah lagi jika dalam proses penanganan hukumnya diada-ada atau sedikit direkayasa karena menganggap nenek Asyani tidak berdaya. Atau alangkah baiknya jika pada awal penemuan kasus nenek Asyani ini ditangai secara kekeluargaan dan diselesaikan dengan pendekatan kemanusiaan yang sesuai dengan keadaan Asyani sendiri. Silahkan cermati jika pun benar asyani mencuri dasarnya tentu bukan untuk memperkaya diri seperti para pembalak liar dan pembabat hutan yang berlindung dibalik HPH yang bisa seeneknya dia suka. 

Asyani tidak sampai pada keinginan memperkaya diri kecuali karena untuk memenuhi kebutuhan materi hari ini atau esok bisa makan atau ya wajar jikapun sang nenek ingin sebuah kursi yang terbuat dari kayu jati, sebab kursi-kursi para penguasa ternyata jauh lebih mahal harganya dari sekedar sebuah kuris dari jati yang diingini nenek Asyani....  


Tuesday, March 10, 2015

Satu Partai 1 Triliun ? Si Miun Siap Dirikan Parpol



Memang uang yang bergulir dikelola negara ini uang siapa sih? uangnya nenek moyang mu atau uang bapak moyang mu ? Gak ngerti kita jadinya, nasib rakyat masih banyak terkatung-katung tergilas seabreg  kebijakan yang belum jelas berphak pada rakyat, ini malah mewacanakan pemberian uang untuk membekali parpol hingga nilai satu triliun perpartai politik. Apapun alasannya ceuk si Miun teu asup kana logika rakyat meskipun dipaksakan tentu saja biasa, Namun alangkah bijaknya jika lebih memikirkan sarana dan prasarana serta percepatan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kian hari malah bertambah teri dan kere makin kesamping makin kepinggir.

Jika benar ada menyuntik parpol hingga triliunan rupiah maka yang akan beruntung adalah para pengurus atau elit partai, tanpa modal dapat mengeruk untung tanpa buntung. enek di elo kagak enak digue broo...

Sekarang eksistensi parpol mungkin lebih pada memenuhi ketetuan perundang-undangan aja karena dari sisi keberpihakannya terhadap publik secara umum masih belum dapat diandalkan. Ujung ujungnya hanya menjadikan rakyat objek untuk menjadi subjek saat perhelatan demokrasi digelar baik lima tahunan atau event-event politik lainnya yang makin hari makin memuakan karena memang faktanya masyarakat hanya menjadi bojek musiman. dimana djunjung dan disanjung ketika ada kemauan untuk dapat memenuhi kebutuhan event politik agar dipilih didukung dan diantarkan pada posisi penting negeri ini. Baik posisi diparlemen atau pun posisi dibirokrasi, nah setelah jadi masa bodo emang gue pikirin...kalaupun ada sedikit keberpihakan tentu saja hanya berbagi sisa penyerapan aspirasi sambil reses kembali kedapil itupun hanya berapa kali setahun dapat dihitung jari.

Jadi mohon maa produk-produk politik kita masih belum memberikan kelebihan pada masyarakat secara umum. Makanya jika harus disuntik dana hingga triliunan rupiah si Miun orang yang usap dada sambil geleng-geleng kepala.  

 

Thursday, February 26, 2015

PLN-nya Keren Mati Lampunya Gak Kerena



Kita kan pemakai merasa telah membayar sesuai ketentuan yang diterapkan peleksana pengelolaan Listrik negara tersebut, ya.. sudah mengikiti saja aturan main yang ada. Misalnya ketika telat membayar rekening listrik pemutusan aliran listrik sementara hingga pemutusan jaringan ke instalasi bersangkutan sudah sagat biasa dan membuat para konsumen tidak lagi berdaya Aturannya memang begitu, kita masyarakat pasti mengikuti apapun itu...

Justru yang tidak bisa mengikuti adalah saat aliras listrik tiba-tiba sering mati, kemudian alasannya tidak jelas rasa-rasanya kami ttidak siap menerima. Kebiasan buruk pengelolaan listrik di negara kita ini barangkali yang harus terus diperbaiki dan ditingkatkan karena bagaimanapun kerugian yang ditimbulkan oleh konsumen sama persis ruginya dengan PLN sebagai pengelola kebutuhan pasokan listrik di Indonesia.

Di Garut terutama bagi sebagian warga di Kompleks yang kataya perumahan bagus dan mahal, matinya listrik paling sering dan pret jepret terus, sehingga menurut teori peralatan elektronik memang mengakibatkan cepat rusak dengan seringnya putus nyambung-putus nyambung (asa lagu putus nyambung tea ieumah). 

Kompleks Intan regency yang paling sering merasakan pemadaman "putpret" yang kadang tidak jelas, bahkan seringkali pemadaman berlangsung hingga berjam-jam, teuing teuapal sebab belum pernah ada selebaran yang datang ke rumah konsumen jika bakal ada pemadaman yang ada adalah himbauan untuk segera membayar listrik tepat waktu.

Alasan PLN selama ini melalui pejabat terkait selalu mengatakan jika penyebabnya listrik mati ada banyak faktor, salah satunya karena ulah para pemain layang-layang cenah, kalau dimusim hujan menjadi kurang tahu apakah masih ada listrik padam gara-gara layang-layang mungkin karena faktor lain lagi..

Semangatnya adalah sebagai konsumen kita berharap terus mendapatkan pelayanan yang paripurna yang stabil dan benar-benar pelayanan yang asyik yang tida ada celah untuk disesalkan oleh konsumennya. Karena yang membuat konsumen menggerutu disaat pelayanan yang diberikan PLN listriknya sering mati, kedua jika harga bayar listrik dinaikan itu saja, yang lain-lainya rasa-rasanya biasa dan tidak banyak mengundang komentar.. Ingat konsumen di Indonesaia untuk urusan apapun adalah konsumen yang paling penurut dan penyabar sesuai ajaran dan atikan orang-orang tua dulu jika mereka mengajarkan tatakrama sopan santun, sabar dan manut serta nurut, makanya jangan pernah menodai keluguan sifat-sifat konsumen Indonesia, Karunyaaa....   

 

Monday, February 23, 2015

Berenyit Bau Kencur Mahir Main Gituan



Ini Keprihatinan yang makin mendalam dan harus dicermati bersama. Mengapa belakangan semakin banyak peristiwa memalukan datang dan pergi terjadi dikalangan anak-anak baru gede (ABG). Baru saja kita kembali terhenyak dan terkaget-gedet sebuah pose tidak wajar dan vulgar diperankan anak-anak usia sekolah dasar, maaf (Berciuman-sensor ) dipertontonkan banyak orang karena perbuatan tersebut dilakukan diterpat terbuka dan jika dlihat dari lokasi yang dijadikan latar pose mereka adalah suasana banjir. 

Ini yang kadang tidak habis fikir, mengapa hal-hal yang dulu tabu jangankan bagi anak bau kencur, malah orang dewasa saja teramat sangat malu melakukan adegan tidak senonoh tersebut jika dilakukan bukan muhrim ditempat umum. Bahkan pasangan Muhrim sekalipun amat sangat tidak elok dan termasuk kategori terlarang mempertontonkan adegan pribadi orang dewasa ditempat terbuka. Tapi kini rasa-rasanya teramat sangat biasa dan murah serta murahan sekali, seakan akan tidak ada lagi batas malu dan larangan menjaga rasa malu itu nyaris hilang dan musnah.

Inikah doktrin atau racun budaya barat yang mulai merasuk kejantung bangsa timur yang dulu sangat berpegang teguh pada etika, tatakrama, sopan santun serta moral dan aturan agama. Kini entah kemana pagar-pagar moral itu pindahnya. Apakah memang sudah tidak ada lagi ruang yang padat dengan norma dan etika, atau malah yang tersisa ruangan hampa penuh dusta dan dosa-dosa ulah kita semua..

Duuh Gusti apakah ini akhir jaman yang didengung degungkan orang kita dahulu, dimana kemaksiatan semakin meraja lela, batasan halal dan haram semakin tipis nyaris tak ada lagi ruang atau sekat yang memagarinya...Ironis memang jika ini tanda-tanda akhir jaman sudah makin dekat dan segera tiba runtuhnya dunia, Maka kita harus bersiap-siap membekali diri dengan iman dan takwa dengan taat dan tawakal serta bersiap diri menghindari tanda-tanda itu agar sedikit menjauh dan ada lagi kesempatan utuk merubah pola, meminta ampun dan pengampunan dari pemilik ampunan itu sendiri...

Sjujurnya abah jadi era parada... 

Thursday, February 19, 2015

Libur Panjang = Macet Panjang


Iya benar kata si Miun libur panjang sama dengan macet panjang ini rumusnya  "(libur+panjang = macet panjang)", ini rumus jitu versi si Miun incu tetangga abah anu kakarak lulus sakola desa eta oge ngan nepi ka kelas 6 lantaran biaya opresional sakola yang seharusnya membuat gratis pendidikan mendadak mampet lantaran berebut dengan kebutuhan lain dari orang tua si Miun.

Memang benar kata-kata itu, jika saat ini hampir diseluruh sudut dan pusat keramaian terutama diruas jalur utama dan jalur menuju objek wisata sudah dapat dipastikan antrian panjang kendaraan memang menjadi pemandagan biasa dan kadang menjadi sangat luar biasa begitu panjangnya antrian hingga ruas panjang satu KM saja membutuhkan waktu hingga berjam-jam untuk bisa bergerak dan beranjak.

Inikah tanda rakyat kita sejahtera? apa benar ini bukti warga bangsa ini mulai meningkat tarap hidupnya? atau hanya sekedar fenomena kekinian dimana warga kita tidak diberikan pilihan kenyamanan dalam hal berkendaraan umum, sehingga terpaksa harus mengkoleksi kendaraan pribadi meski akhirnya sama juga harus bersusah payah menggiring kendaraan dikemacetan. Memang hanya pilihan itu saja yang ditawarkan negara bagi warganya, naik angkutan umum dan angkutan pribadi sama persis tidak enaknya .ya.. siapun akan lebih memilih memiliki kendaraan pribadi, selain sedikit gengsi ya lumayan gak harus berdesakan dengan bercampur aroma dan keringat aneka rasa yang makin membuat tidak nyamannya seperti pemandangan saat menaiki maaf angkutan umum yang penuh sesak dan menyesakan apalagi terjebak kemacetan ya sudahlah sayamah cucu sajaa...

Yaah...inilah Indonesia..Makanya benar saja jika tiba waktunya liburan apalagi jatuhnya hari kejepit hingga diterjemahkan menjadi liburan panjang, maka konsekuensi yang dapat diterima adalah berpanjang-panjang antrian dijalan, bersusah-susah menggiring kendaraan. Maka semakin panjang liburan semakin panjang juga antrian kendaraan dijalanan.



Tuesday, February 17, 2015

KPK: Da Akumah Apa Atulah...



Apa benar penetapan banyak tersangka di KPK mulai dari unsur pimpinan hingga puluhan penyidik KPK berstatus tersangka menggambarkan jika lembaga tumpuan pemberantasan Korupsi tersebut memang diisi orang-orang bersalah semua...Apakah tidak dipikirkan juga jika sebelumnya yang melakukan fit and profertest adalah lembaga yang katanya mewakili rakyat itu (Dewan Perwakilan Rakyat). Rasanya ingin juga bertanya jika memang demikian Apakah saat melakukan tes kepatutan dan kelayakan terhadap calon-calon pimpinan KPK itu tidak terendus adanya penyimpangan, atau memang diabaikan.

Atau memang karena kesalahan yang ditudingkan atau disangkakan memang sengaja dicari dan diincar tak perduli bobot dan pertimbangannya seperti apa, yang jelas selama bisa digusur jadi tersangka ya sudah sikat saja...

Ini memang ada kekhawatiran sebagian kalangan jika memang tudingan Kriminalisasi memang sedang terjadi, sebab sejujurnya memang makin lama bekerja makin banyak musuh buat KPK, karena memang saking banyaknya orang bermasalah yang harus berurusan dengan lembaga anti rasuah tersebut.

Ini memang semacam konskuensi yang seharusnya sejak awal dipikirkan oleh para penggagas lahirnya KPK tersebut, sehingga tidak mudah diganggu dan dilumpuhkan dengan dalih apapun sebab tetap saja sekali melemahkan tetap melemahkan. 

Lagi-lagi belum tentu juga KPK hasil pemilihan yang baru pasca babat habis karena terseret masalah hukum akan lahir lagi pemimpin pemimpin KPK yang mumpuni jangan-jangan malah akan lahir KPK yang hanya produk tiruan untuk kamuplase saja...

Bisa saja terjadi kan? jika memang mayoritas elit malah menghendaki KPK ini adanya sama dengan tidak adanya , Ini persoalan kita saat ini dan kedepan ceuk Si Miun seperti geregetan memcermati perkembangan demi perkembangan terkait persoalan yang kini melilit KPK.

Masalah Komjen BG  dilantik atau tidaknya menjadi Kapolri, tentu saja saat ini persoalannya telah  menjadi lain, karena pola pikir yang kini dibangun oleh sebagian besar elit kita seolah-olah memang KPK bersaah dan patal ketika mempersangkakan BG dengan tudingan rekening Gendut. Padahal sebenarnya tidak salah-salah amat karena juga tidak salah alamat, buktinya banyak sekali cerita yang didapat dari waktu ke waktu jika para penghuni salah satu institusi penegak hukum tersebut memang kerap mendapatkan sorotan tajam terkait dengan hal-hal yang kurang sedap. Baik akibat perbuatan oknumnya atau sesuatu dan lain hal...Makin seru maang...apa yang akan terjadi berikutnuya kita nantikan saja... 

Sunday, February 8, 2015

Mobil Nasional Tidak Nasionalisme


Masalahnya apa yaa?? Mungkin kurang relevan aja dengan isue Nasionalsme yang selalu menjadi jargon Partai pengusung Presiden Repubik ini, termasuk Presiden sendiri selalu mengedepankan prinsif-pinsif nasionalisme tersebut terlepas benar atau tidaknya dalam konteks relalisasinya. Seakan menjadi jawaban sementara jika nasionalisme yang selama ini dijual payu dijual laku didadangkeun saat bersama-sama mencari simpati warga untuk mau memilihnya kini serasa memulai masuk pribahasa "jati kasilih ku junti", sebab jika benar program mobi nasional rasa Malaysia ini terlepas motivasinya apa kemudian bentuk MoU-nya seperti apa yang jelas rasa-rasanya memang tidak elok.

Meski beberapa kali menteri terkait menegaskan konteks kerjasama program Mobil nasional yang menggandeng proton tersebut murni antar pengusaha, namun tetap saja agenda yang belum jelas jawabannya adalah yang mengemuka memang gampang ditebak gampang diterka, pemilik Mou dari tanah air adalah orang yang selama ini berafiliasi pada kekuasaan lantaran disebut-sebut sangat dekat dengan yang terhormat.

Ya bodo amat, si amat ga bodo-bodo banget sebenarnya, silahkan saja jika moment itu mau dikait kaitkan atau memang karena terkait langsung dengan kehendak mengembalikan rasa-membalas jasa atau berterimakasih jika memang benar itu bentuk terimakasih, namun jika tidak juga tidak ada masalah. justru masalahnya adalah karena ada masalah yang terlupakan mengapa program mobil ESEMKA yang dulu telah melambungkan namanya tidak pernah disentuh bahkan tidak pernah pula disebut-sebut dalam agenda menasionalisasikan perusahaan mobil agar karya anak bangsa cepat dapat dibanggakan dari pada menggalang kerjasama dengan Malaysia yang jelas-jelas banyak tidak jelasnya dalam beberapa hal terkait hubungan antar negara.

Positifnya mungkin ada, namun madhorotnya juga harus dipertimbangkan, rasa-rasanya disesi seratus hari selesai memangku kekuasaan mengapa malah banyak memancing suara-suara sumbang, ketimbang menyuarakan agar tidak ada lagi nada-nada sumbang membungbung dalam laju nahkoda kapal Indonesia ini Tuan..!!

Oh memang mungkin harus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang, menguntungkan bagi tim sukses dan juga menguntungkan bagi rakyat banyak dalam kerangka membangun semangat kesejahteraan bangsa. Sayangnya memang agak sulit jika kemasan yang ditawarkan kurang dipahami dan mengundang sakwa sangka, bahkan kerap mengundang pertanyaan,,, jangan jagan?  Ya jangan jangan jawabannya jangan dijawab aja..  

Thursday, January 15, 2015

Jangji Mantuan Juragan Kade ulah Asal asalan


Tah nu dina poto eta pemandangan yang sering kita saksikan dimana salah sahiji pejabat dilantik kuatasan nana keur ngajabat dina hiji jabatan supaya soson soson ngawung visi misi luyu jeung kasanggupan jeung kamampuan oge cita-cita ngabdi kajalma rea dina jalur politik kujalan jadi pejabat politik rek jadi Bupati, Gupenur, atawa Presiden jigana sarua...bedana ruag lingkup wewenang anu nangkod dina pundukna.

Poma ulah sagawayah, naggung jangji singpasini, ulah unggut kalinduan gedag kaanginan ulah penggas lantaran didemo, komo nyempod lantaran disenghor ku si eta atawa siitu, poma ulah antaran jabatan eta mandat rakyat hakekatna anu kami rakayat sakabeh.

Matak prung sing wani tapi kade ulah mangprung teu puguh junun anggang tina hareupan rakayat. Jig indit geura sungsi jangji kamari buktikeun sapuratina sangkan rakayat sugema, bral kadinyah geura datangan hiji-hiji bejakeun kami pangagung ngagri memang geus siap babakti tong boro nepi ka ngan ukur guyang jangji najan nepi kanemahan pati oge geus kawajiban sajatin pamingpin dina ngabela rahayatna...

Jangji Presiden Jangji Rakyat Nu Milihna

hampura potona meunang nginjeum tina web tatangga, Istimewa


Saha anu inget keneh jangji kampanye Presiden anu kiwari mingpin nagri, lantaran meunang kompetisi nyalor Presiden RI basa harita musim Pilpres. Asa rea pisan jangjina tapi asa saeutik anu ingetna.

Nyaeta rea pisan anu pohona puguh, ari Presiden emuteun teunya kana jangjina? ah duka tanya keun atuh kaditu "Bapak Presiden YTH, Masih ingatkah janji Politik Bapak apa aja yaa..??, soalnya saya lupa pak! gara-gara BBM naik jadi kacau ingetnya sama harga beras dan sembako, lantaran yang lainnya juga bet ikut naik takut gak kebeli,  kumaha lamun anak sayah teu manggih dahar tah".ucap hate noroweco nataan jangji Presiden anu lebeng geus poho deui.

Ari harita kungis jangji moal nyabut subsidi BBM..?? asa namah enya kaasup, tapi keun bae da memang subsisi hanya dinikmati segelintir orang kaya yang mobilnya rea puguh ngaingmah teu motor butut butut acan," Dua jempol panuju leban dinyanamah, tapi naha unggal BBM naik eta harga sok milu naraek malah sok rajeun miheulaan kitu  naekna oge...

Ceuk beja eta pertanda negara can bisa ngamakmurkeun rahayatna, alah eta basa ngamakmurkeun asa ngadenge jangji calon presiden jeung calon anggota Parlemen hayeuh weeh eta bahan catur teh "ngamakmurkeun rakyat", naha beut jadi ngahamburkeun duit rakyat..?? Palebah dinya duka tah asa teu ngarti timana mimitina...kumaha dinya weeh....

 

Tersangka Dipaksa atawa Kapaksa Karena Memang Tersangka



Ah duka teu ngarti atuh etamah urusan kelas tinggi ceuk si Narwi bari nyureng nembal nalika ditanya bet jadi rame aya jendral calon Kapolri Statusna tersangka.. "Duka atuh dewekmah teu apal bah". Ucapna katara tina romana oge memang polos teuapal urusan pulitik. Aapalna ngumpul jeung nulaletik ngomongkeun harga cabe jeung cengek oge jahe iraha naek jeung kumaha nasib ongkos angkot can turun wae padahal BBM pan geus turun sawatara waktu katukang.

Naha silaing tara ningal tv kitu ? pan keur eureur sajagat pada apal cikeneh diangkat reka jadi Kapolri tiba-tiba lembaga super body ngumumkeun status inyana jadi tersangka, ari tersangkamah memang kaasup can nanaon da pan ari dinagara Indonesiamah can asup panjaramah can kaasup salah da boga azas Praduga tak bersalah tea ning eta ceuk tatangga anu profesina Pengacara ngabela hageut kacida. Pokna satungtung can aya ketuk palu  hakim pengadilan eta jalema masih keneh bener ayana, teu kaasup korupsi najan barang bukti balatak malah saksi ngaleyah oge.

Ceuk ngaing nyapek wae da teu ngaruh ka dewekmah rek tersangka, rek jujur, rek diganti rek anggeur oge da moal mang mayarkeun hutang ngaing kawarunglah pusing nuayamah, hanteum nyetel tv listrik boros mayar unggal bulan kalah nambahan terus, timana duitna tah...lieur pan uing ngabandungan nana hayoooh...hoyaaah...

Musimna Batu Mangkin Rea Manusa Anu Hatena Oge Ngabatu



Duka ceuk saha nu pasti memang kitu ayana, pek geura titenan tijuru kata nepi ka jere padesaan malah nu jauh ditungtung anggan tina panyawang oge aya katara ngabsen taya anu kaliwat .Pokna keur musim batu mah...

Malah aya leuwihna sajumlah ngaran batu timimiti batu harga sarebu nepika harga milayaran ngajanggelek tanding kelek ngajelma ngajilim mangsa harga batu kawas harga mercy C200  tur seri panganyarna oge eleh mahal kuharga batu.

Matak tong heran lamun rea kabaca hate jalema tareuas tanding batu, hareuras mapag sipat eta batu, bongan kitu tiap mangsa tiap waktu sok mere tanggara tur ciciren mun eta mangsa memang siloka, pikeun sakumna manusa sangkan ngaji diri maca awak sewang sewangan. Bangun kena jiga iya bangun sama mirip dengannnya...Tong heran lamun kitu ayana nyawayahna...