• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Monday, April 24, 2017

Siapa Layak Maju Pilkada Garut 2018 ??


Semua dalam genggaman para pemilik kedaulatan politik kerena melaju dalam perhelatan politik hakekatnya milik para pemegang kekuatan politik mealui parpol yang ada dan dibuat para politisi dari berbagai latar belakangnya.

Nama nama yang muncul untuk Pilkada Garut memang nama nama kondang baik berlatar pengusaha mantan pejabat atau memang politisi murni yang sejak awal menggeluti dunia politik bersama partai politik.

Nama nama itu memang sebagian besar tidak asing buat telinga sebagian warga Garur, karena mereka sebelumnya dianggap telah berkiprah dalam politik praktis bahkan sempat menduduki jabatan politik yang ada baik anggota dewan, bupati atau wakil bupati...bersambung

Wednesday, April 12, 2017

Menakar Kekuatan Incunmbent Dalam Pilkada Garut 2018



Ini hanya sekedar asumsi yang tidak usah diambil hati tetapi realita pembaca memang menghendaki adanya semacam analisa meski bukan analisa akademis yang berlandaskan teoritis atau analisa para politisi dengan argumentasi kekuatan politik masing-masing.

Hanya sekedar meraba-raba pantas dan tidak pantasnya ada pada kenyataan sesungguhnya dimana sosok seringkali mengkristal pada kharisma, karya, cara komunikasi politik serta pendekatan publik yang sangat berpengaruh pada laju berikutnya.

Ada beberapa kendala bagi Incumbent biasanya karena sudah punya banyak celah utuk diserang dan digerayangi dari berbagai sisi, baik kelemahan realisasi program dan janji-janji atau malah sebaliknya terlalu banyak program yang mengemuka sehingga klimaknya kurang menarik akibat kebijakannya kurang populis dimata masyarakat pemilihnya. Cenah Itu resiko incumbent dalam perhelatan suksesi dimanapun...

Kelemahan lainnya yang juga tidak kalah berat menjadi penghalang bagi laju berikutnya adalah ketika banyaknya kanal yang terbuka lebar mendadak tersumbat lantaran kecemburua politik dari banyak pihak meski mungkin belum termasuk sentimen politik akan tetapi kanal-kanal yang terseumbat berpotensi menjadika incumben mudah diserang dan jadi bulan-bulanan back campain atau kampanye hitam dari berbagai sudut dengan mudah menhujam.

Berikutnya adalah kemungkinan terpecahnya konsentrasi birokrasi yang segera terpecah dan kembali kegarda netralitas dalam kerangka aturan dan undang-undang pemilukada yang ada, namun kadang juga menjadi sangat membahayakan sebab netralitas merek menjadi tidak terukur dan cenderung kabur...Nah tergantung mau seperti apa mereka diarahkan dalam kerangka dan acuan sebagai staf dan bawahan. Sebab loyalitas biasanya seringkali mengalahkan aturan ataupun apa itu istilahnya ketika bawahan mendapatkan kenyamanan dalam perlakukan, penempatan posisi serta muahnya mengakses kebijakan yang menguntungkan bagi mereka...Ini realita.

Sisanya, musuh yang sesungguhnya bagi Incumbent adalah ancaman perpecahan dalam kubu pendorong atau tim sukses yang semula berjuang bersama bergandeng tangan, pada putaran berikutya akan berubah haluan memilih lahan baru memberi dukungan pada yang baru atau meneruskan dukungan setengah hati sebab biasanya banyak makan ati....Ini juga harus dicermati men...!!

Bersambung.....!!    asli ke disambung deui aya perlu heula nulisna kapotong tamu batur...he..he..

Friday, April 7, 2017

Menelisik Bakal Calon Pemimpin Garut di Pilkada Serentak 2018

Hallo Garut..!! Pembaca yang Budiman...!!


Diluar berbicara  peluang Incumbent atau Petahana atau apapun istilahnya bagi juara bertahan pada Pilkada atau event politik pada sukses kepemimpinan diberbagai tingkatannya, selalu menarik bagi sebagia besar kalangan, meski kurang menarik juga bagi sebagian kalangan lainnya.

Terlepas dari itu semua, abah rek ngawaos keun weh da teukedah nganggo artos paling oge bau heos teu sawios dari pada lepat paos pabentar paham pecengkadan mempertajam friksi walaupun itu wajar didalam kompetisi politiki dimanapun...Tah Ceuk abah nurutkeun beja tisababaraha sumber anu bisa dipercaya yang telah mencoba menelisik dengan kaca pandang akademis, menelaah dengan landasan teoritis sosial politik serta kepemimpinan tentu saja banyak analisa, banyak hasil kajian yang akan mengemuka dan ini yang dimaksud menarik bagi sebagian orang dan tidak bagi sebagian lainnya..

Mengapa menarik dan tidak menarik bagi sebagian orang...Jawabannya sama saja seperti orang menyukai makanan seperti orang menyukai kendaraan, seperti orang menyukai gadis pingitan atau perjaka tingting yang kadang menggoda dan menyita nalar serta asa setiap dada.

Itu semua menjadi bukti bahwa memang ada pesona pada setiap peforma seseorang saat tampil berkemas untuk menjadi pejabat publik semisal pada Pilkada atau pemilihan kepala daerah. Sosok biasanya menjadi salah satu penilaian pertama jika dalam istilah Take Me Out (acara pencarian jodoh ditelevisi) Pandangan pertama. Adalah penglihatan seseorang untuk kemudian mendeskripsikan layak atau tidak cocok atau tidak menjadi tumpuan harapan belahan jiwa pujaan hati. Pan kitu bahasa barudak ngora ayeunamah.

Semisal untuk pilkada Garut yang masih menyisakan lebih dari satu tahun kedepan tetapi aroma dan riaknya sudah mulai saling silang jatuh pandang berebut gadis pujaan, perjaka pinagan. Memang keributan atau hiruk pikuk baru sebatas diruang internal sebagian partai politik atau komunitas komunitas berkepentinga secara langsung terhadap kesinambungan suksesi tersebut. Da ari keur abahmah sarua bae, rek sidadap siwaru anu jadi pamingpin acan aya anu bisa ngubaran hate rahayat kalayan gemilang menyulap kilat berbagai persoalan dengan solusi yang pasti dan bernilai solutif yang efektif. Alhasil sampai saat ini dari suksesi ke suksesi baru sebatas seremonial politik berkemas enternaiment yang menjadi tontonan heboh belum menjadi tuntunan yang menguntungkan bagi yang seharusnya mendapatkan perhatian.

Balik kepada sosok-sosok putra terbaik bangsa yang akan mengambil moment Pilkada Garut, rasa-rasanya memang sudah banyak yang menggoda dan menggoyahkan iman rahayat, diluar dua Incumbent atau petahan yang mulai tangguh dan telah memasang investasi politik pada jejaring program kebijakan mereka, tentu saja diluaran sejumlah penantang tangguh juga siap berjibaku membuka penutup dada siap membusungkannya untuk dan atas nama kepentingan rahayatnya.

Memang beragam latar belakang sudah mulai terdengar gaungnya, mulai politisi murni, politisi pengusaha, politisi akademisi, politisi seniman dan budayawan serta politisi seleberitis juga terdengar hawar-hawar mulai membangun jejaring pada simpul-simpul masa yang ada. Sok Tah kabayang teu bakal ramena ilkada di Garut. Da memeng sudah tradisi suksesi Garut selalu menarik untuk dicermati dan diikuti karena Garut selain daerah otonom yang gemuk denga penduduk mencapai 3 juta orang juga iklim politik dengan karakteristik orang-orangnya yang hebat dan sedikit fanatik memang cukup benar-benar menarik.

Kiranya ada beberapa analisa sosok yang cocok dan akan mewarnai Pilkada Kota intan ini. Semisal menanti kandidat kuda hitam yang selalu menarik dan akan mencuri perhatian kuda hitam biasanya diluar kalkulasi pasti partai politik pada saat start penjaringan sebab dalam rumusannya politik itu last minuet (menit-menit akhir kadang masih sangat mentukan).

Jadi yang kini sudah berkoar-koar dan sesumbar hati-hati terimbas anti klimaks sehingga terzonk-kan oleh sekenario zonkisasi yang juga selalu membayangi.

Bagi para praktisi politik atau para bidan politik yang biasa melahirkan politisi dan para pemimpin negeri juga jagan terlena mentang-mentang sudah puya cukup kendaraan milik pribadi jangan lupa bahwa mobil rental itu lebih mudah dan tidak harus memelihara ataupun ngomongin perpajangan surat surat. Cukup rental sekian rupiah jika kendaraanya gagah berlari kencang sampai tujuan selesai..

Demikian juga sebaliknya para pors halang gelandang menyerang waspadailah para pengintai dibalik layar tidak muncul tetapi selalu bernasib mujur maka sangat mungkin ada peluang untuk mendapatkan semuanya...

Terakhir adalah rupiah, diman rupiah bagi politik indonesia masih menjadi tumpuan akhir karena rupiah yang melimpah ruah sering kali berpotensi mengalahkan idealisme maupun tatanan politik praktis yang cenderung menjadi sangat pragmatis dan dilematis...

Maka berhati-hatilah para peserta kompetisi pahami dan atur strategi sedemikian rupa baca peluang jangan hanya mengandalkan uang tetapi manfaatkan uang sesuai ruang untuk pelengkap peran da fungsi...Obrolan abah kamari dengan seorang akademisi menyepakati bahwa memiliki pandangan yang sama bahwa bagaimanapun dinamika politik yang terjadi pasti ada saja yang bermanfaat untuk pembelajaran warga masyarakatnya meski tidak instant pengaruhnya. Belajar adalah metode yang cukup lama dan tidak berbatas waktu pada jenjang non formal dan politik itu pelajaran non formal yang dinamis dan selalu aktual pada setiap jamannya...Waallohu A'lam...!! 

Thursday, April 6, 2017

Jangan Lewatkan Moment Unik “Ngebdahkeun Balong” di Kampung Sampireun

 

 Satu-satunya program unik dan menarik yang tidak boleh anda lewatkan adalah “Ngabedahkeun Balong” di Kampung Sampireun. “Ngabedahkeun Balong”, adalah prosesi pembersihan danau Sampireun degan cara membuang air danau hingga surut dan membersihkan lumpur juga memanen ikannya. Setelah hampir delapan tahun Kampung Sampireun Resort & Spa,tidak melakukan kegiatan Ngabedahkeun danau Sampireun, kini saatnya kita semua akan diajak menikmati sajian menarik dan unik yang dikemas secara apik aktratif dan interaktif sebagai ritual seni budaya yang asyik untuk dinikmati dan diikuti kemeriahannya. Pastikan anda bersama keluarga, sanak saudara juga relasi bisnis dan kolega untuk menjadi bagian dari helaran budaya “Ngabedahkeun Balong” di Kampung Sampireun. Selain turut serta berupaya melestarikan budaya tradisional sunda, dengan mengikuti kegaiatan tersebut dipastikan anda akan mendapatkan kepuasan dalam nuansa rekreasi anda di Kawasan Kampung Sampireun Resort & Spa Garut, Jawa Barat. Kegiatan akan dilaksanakn pada tanggal 20 -22 Mei 2017 mulai pukul 08.00 WIB- sampai selesai. Cukup dengan Rp. 450 ribu nett/orang minimal order 30 orang, anda akan menjadi bagian dari kemeriahan Program Ngabedahkeun Balon Kampung Sampireun dengan fasilitas. - Menginap satu malam - Makan pagi, siang dan malam - Newak lauk (menangkap Ikan) - Perang lumpur - Masak Ikan di Deck - Mencari Harta Karun - Beberapa permainan tambahan Nah bagi anda yang tidak memiliki waktu luang untuk menginap tetapi tetap ingin mengikuti kegiatan ini cukup dengan uang Rp. 150 ribu net/orang minimal order 30 orang anda kan mendapatkan fasilitas dan layanan yang sama : - Makan satu kali - Newak lauk (menangkap Ikan) - Perang lumpur - Masak Ikan di Deck - Mencari Harta Karun - Beberapa permainan tambahan Booking segera sekarang juga kuota terbatas hubungi marketing kami hot line HP dan WA : 081221223565

Saturday, April 1, 2017

“Ngabedahkeun Balong” Kampung Sampireun, Booking Segera Paketnya Kuota Terbatas..!!

Satu-satunya program unik dan menarik yang tidak boleh anda lewatkan adalah “Ngabedahkeun Balong” di Kampung Sampireun. Program unggulan yang hanya terjadi pada waktu dan moment-moment tertentu ini sengaja dirancang untuk menyemarakan pariwisata kabupaten Garut.
Menurut Eliana Esecutive Asistant Manager Kampung Sampireun Resort & Spa, kegiatan “Ngabedahkeun Balong”, adalah bagian dari upaya melestarikan budaya tradisional sunda yang sangat populer dikalangan warga masyarakat setempat.
“Masyarakat di tatar pasundan sangat mengenal dan biasa melaksanakan kegiatan ngabedahkeun balong sebagai kegiatan rutin tahunan pada kolam atau situ yang ada diwilayah mereka masing-masing,” Kata Eliana saat dikonfirmasi terkair rencana membersihkan danau Sampireun tersebut, Sabtu (1/4/2017).
Eliana menyebutkan danau Sapireun sudah hampir delapan tahun lamanya belum pernah lagi dibersihkan atau dalam istilah sunda di “bedahkeun”, sehingga pihak manajemen memandang perlu melakukan kegiatan itu.
“Selain untuk kepentingan kelestarian danau kegiatan tersebut juga sebagai bentuk komitmen Kampung Sampireun yang sangat konsen terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional sunda selama ini,”Tuturnya.
Kampung Sampireun Resort & Spa, lanjut Eliana saatnya mengajak anda untuk menikmati sajian menarik dan unik yang dikemas secara apik aktratif dan interaktif sebagai ritual seni budaya yang asyik untuk dinikmati dan diikuti kemeriahannya.
“Pastikan anda bersama keluarga, sanak saudara juga relasi bisnis dan kolega untuk menjadi bagian dari helaran budaya “Ngabedahkeun Balong” di Kampung Sampireun. Selain turut serta berupaya melestarikan budaya tradisional sunda, dengan mengikuti kegaiatan tersebut dipastikan anda akan mendapatkan kepuasan dalam nuansa rekreasi anda di Kawasan Kampung Sampireun Resort & Spa Garut, Jawa Barat.”Tuturnya
Eliana menambahkan kegiatan akan dilaksanakn pada tanggal 20 -22 Mei 2017  mulai pukul 08.00 WIB- sampai selesai.
“Kami menyediakan paket yang sangat terjangkau dengan Rp. 450 ribu nett/orang minimal order 30 orang,  anda akan menjadi bagian dari kemeriahan Program Ngabedahkeun Balong Kampung Sampireun dengan fasilitas, menginap satu mala, makan pagi, siang dan malam, Newak lauk (menangkap Ikan),Perang lumpur,Masak Ikan di Deck, Mencari Harta Karun, Beberapa permainan tambahan,”Paparnya.
Nah bagi anda yang tidak memiliki waktu luang untuk menginap tambah Eliana tetap dapat mengikuti  kegiatan ini cukup dengan membeli paket seharga Rp. 150 ribu net/orang minimal order 30 orang anda akan mendapatkan fasilitas dan layanan yang sama.
“Bagi yang tidak dapat menginap dapat langsung datang pada waktunya dengan reservasi terlebih dahulu  dengan menghubungi marketing kami di hot line HP dan WA : 081221223565,”Pungkasnya.***TGM
- See more at: http://gapuraindonesia.com/pariwisata-budaya/2017/04/01/moment-menarik-ngabedahkeun-balong-kampung-sampireun/#sthash.ZLNxn3fg.dpuf

Friday, March 31, 2017

Tahun Politik, Tahunnya "Ngomongin Rakyat Leutik"



Sepakat rakyat kecil atau "rakyat leutik" hingga kini belum menjadi sejatinya subjek politik melainkan masih asyik menjadi objek bulan-bulanan politisi untuk menggol-kan ambisi politiknya.

Rayat kecil sejatinya memang menjadi besar setelah disentuk berbagai kekuatan politik, besar bisa saja dalam makna meningkat derajat kesejahteraan, meningkat derajat kesehatan, meningkat derajat pengetahuan hingga dimuliaka kedudukan dalam starta sosial yang benar-benar mapan.

Namun apa yang terjadi tahun politik yang datang silih berganti ibarat roda berputar baru sebatas menggugurkan kewajiban sebagai agenda tahuan, dua tahunan, atau lima tahunan sesuai kalender politik kita di Indonesia. Sama sekali boleh dihitung jari berapa yang terangkat harkat dan derajatnya dari hajatan politik disetiap tahun politik, jawabannya hitung saja sendiri paling yang meraup untung para artis politisi, para calon dan calo politik, para sopir dari kendaraan politik hingga tukan sound system atau para intertainment kaasup artis dandut dan para seniman yang diberi panggung untuk mengisi keramaian saat pesata pengantar politik dimulai.

Terus rakyat pemilik kedaulatan dimana? rakyat kecil yang selalu dijual seperti merek kecap selalu nomor satu posisinya mau sampai kapan jadi rakyat kecil yang diklaim dibela dan dilindungi serta diangkat derajatnya..."Ko masih saja mereka banyak yang berteriak kesulitan mencari makan, kesusaha mencari gas elpiji bersubsidi, harus ngantri sembako karena langka akibat harga merangkak naik"....Ini yang harus kita renungkan bersama seberapa terikat sih nasib rakayat kecil dengan kekuatan politik yang selalu mengklaim wadahnya rayat leutik...

Sudah beberapa guliran tahun politik berlangsung mulai pilkada serentak, pilkades serentak hingga pileg dan pilpres bakal juga digelar serentak...lantas mana riak itu semua pengaruhnya terhadap objek politik kita itu...

Rasa-rasanya kita baru berhasil mengantarkan beberapa gelintir orang yang pintar mendulang suara untuk menduduki beberapa posisi politik hingga menjadi pejabat publik yang hidup dan tergantung dari uang yang katanya dipungut dari rakyat lewat berbagai regulasi pajak, penghasilan sumber daya alam yang merupakan warisan anak cucu mendatang.

Aroma tahun politik untuk ajang pemanasan puncak politik tanah air sudah terasa dalam dua tahun terakhir diawali pilkada serentak 2017 dan pilkada serentak 2018 mendatang hingga puncaknya pileg dan pilpres 2019 tentu saja ini butuh energi besar bagi rahayat mempersiapkan mentalnya. 

Nama rakyat kecil terutama akan kembali dipinjam dan seolah dimuliaka melalui selogan yang terpampag dispanduk dan baligo serta iklan politik diberbagai media dan tentu saja akan makin dahsyat melalui media sosial yang telah menjadi milik semua orang dibelahan dunia ini.
Selamat Menikmati Tahun Politik wahai rakyat leutik...!!

Menggugat Ibu...Apa Benar Bentuk Kasih Sayang..??

Amih (85) Ibu yang digugat Ibu Kandungnya gara-gara Kasus utang piutang


Dunia memang masih seperti ini, usianya makin tua memang ya..karena tanda-tanda tuanya dunia sudah mulai nampak dan muncul satu persatu sesuai keyakinan dan kesiapan mengimani tanda-tanda alam atau disebut dengan ayat-ayat kauniah (maaf dalam bahasa santri).

Apa ini juga bagian dari tanda-tanda dunia sudah tua sehingga peristiwa memilukan menggores luka sang Ibu seorang tua renta harus berurusan dan berperkara lantaran ulah atau perbuatan anaknya. Informasinya memang gara-gara utang piutang yang jika dihitung jumlah tidak seberapa jika dibanding utang Ibu Pertiwi Indonesia pada sejumlah negara donor selama ini.

Tapi ini memang beda, meski nilai utang tidak seberapa tapi menjadi beberapa persoalan ketika ada nurani banyak rasa yang tergoda terusik oleh ulah yang menyeret ibu kandungnya ke perkara di Pengadilan meski urusan perdata.

Nilainya gugatannya 1,8 Miliar rupiah besar memang jika ukuranya seorang janda tua reta berusia 85 tahun dengan luka tersayat dirahimnya yang harus mengandung dan dirobek 13 anak kandung yang dilahirkan dari rahim yang dimilikinya.

Adalah Siti Rokayah alis Amih (85) tahun warga Kecamatan Garut Kota ini kini memang mengundang perhatian banyak kalangan karena harus berhadapan dengan hukum karena ulah anak kandungnya sendiri dalam kasus tersebut.

Ironisnya dari ke 13 anak yang lahirkan dan besarkan ada satu anak yang memberinya anak menantu si raja tega raja tanpa rasa karena mengedepankan rasanya sendiri tanpa meraba rasa yang bergejolak didada ibu kandung dan ibu mertunaya...terbayang gak seperti apa hancurnya hati seorang ibu diteror kasih sayang dengan menyeretnya kepersidangan...Katanya itu bentuk kasih sayang mereka untuk bundanya tercinta...

"Duh hampura Gusti Indung Anu ngandung bapa nu ngayuga indung malah wajib disanjung sok puja sabab jelas aya katerangan nana...sagoreng-gorengna indung boga senjata pamungkas doa tur gerentes hatena nu hamo bisa katebak bisa karampa kusaha wae oge kecuali ku nurani anu bersih kurasa kalayan dasar ikhlas kakara bakal katara...prak lenyepan yuk urang titenan dimana jeung kumaha nu sabenerna urang kudu mirosea indung nu samistina..".***TGM

  

Thursday, March 16, 2017

Terusik, Semangat Mengusung Gelar Pahlawan Bagi RA Lasminignrat Kembali Bergelora



Kembali terusik semangat itu tiba-tiba menggelora seperti menemukan celah dan lubang kembali terbuka mengepulkan asap perjuangan yang sempat tenggelam seiring memudarnya semangat dan rasa memiliki sejumlah elit yang selalu datang dan pergi dalam periodesasi kepemimpinan di Garut.

Sosok itu adalah perempuan hebat pada jamannya meski sepak terjangnya memang seperti sengaja dikubur dan dibungkam karena ada beberapa persoalan yang mengganjal saat era kolonialis belanda menguasai negeri ini, termasuk ditatar Garut sebagai sebuah daerah kekuasaan yang juga kental dengan nuansa kolonialis, sehingga warganya larut dalam hantaman kekuasaan penjajah.

Bangkitnya semangat juang kaum perempuan untuk memerdekakan dari kebodohan dan belenggu penjajahan Belanda dalam segala upaya pembodohannya kala itu, mendapatkan perlawanan halus dan lembut dari sentuhan seorang ningrat perempuan berdarah Garut dan Sukapura yairu Raden Ayu Lasminingrat.

Meski sepak terjangnya luput dari ganjaran sejarah berbeda jauh dengan RA Kartini dan Raden Dewi Sartika yang lebih dulu mendapatkan penghargaan negara sebagai Pahlawan Perempuan yang menerangi gelapnya belenggu pembodohan belanda terhadap kaum perempuan pribumi kala itu.

RA Lasminingrat sejatinya memiliki posisi yang sama dengan Kartini dan Dewi Sartika bahkan seharusnya jauh lebih dulu karena kiprahnyapun berdasarkan fakta-fakta peninggalan yang hilang ditelan bombardir Jepang pada saat tiba giliran menjajah seluruh pelosok Nusantara. Semua bukti sejarah kejuangan Lasminingratpun turut serta bumi hangus dalam biadabnya penjajahan Jepang kala itu. Maka ganjaran yang seharusnya didapat Lasmingrat luput bahkan seperti terputus...

Lapas dari semua itu, masih ada secerca harapan yang selayaknya terus diperjuangkan warga Garut pada era ini, dimana sosok perempuan hebat itu seharusnya menjadi simbol majunya peradaban perempuan Garut yang kini cucu buyutnya telah menjadi bagian penting negeri ini dalam berbagai posisi dan jabatan yang sudah dijalani masing-masing.

Begitulah ketika lukisan sejerah berjalan dengan irama dan masanya,  maka sejalan dengan itu pula bangkitnya semangat mengusung perempuan pejuang asal Kabupaten Garut berdarah Ningrat Sukapura ini, harus kembali diapresiasi dengan harapan mampu kembali memperjuangkan hak-hak inteletual perempuan yang telah berjasa pada kiprahnya dulu dijaman kolonialis Belanda.

Era ini ditahun ini harus dengan penuh semangat upaya mengusung kembali RA Laminingrat agar mendapatkan gelar pahlawan dari pemerintah Indonesia secara resmi kembali digelorakan sebagai bagian dari semangat menghargai jasa-jasa para pendahulu yang telah berbuat banyak untuk negeri ini.

Berawal dari sebuah ketidak tahuan atau unsur kesengajaan pemerintah Garut yang saat ini berkuasa atau apapun penyebabnya yang tiba-tiba berencana memugar bangunan saksi sejarah RA Lasminingrat, sejalan dengan itu gelora semangat mengusung gelar pahlawan bagi RA Lasminingrat kembali bergairah dan bergelora diberbagai tingkatan yang memiliki kewajiban memperjuangkannya. Semoga saja gayung bersambut dengan para pemegang kebijakan dan pemilik kewenangan untuk memberikan gelar itu sesuai dengan haknya yang dipandang layak berdasarkan bukti-bukti sejarah perjuangannya.
   
Garut, 17032017

Wednesday, February 22, 2017

Paket Gathering Kampung Sampireun Garut 2017 | Hayu Ka Garut

Paket Gathering Kampung Sampireun Garut 2017 | Hayu Ka Garut: Paket Gathering Kampung Sampireun Garut 2017 - Paket Gathering/Outing yang ditawarkan Kampung Sampireun sudah merupakan paket yang tepat untuk berlibur sejenak di Garut.

Wednesday, December 21, 2016

Om Telolet Om...Fenomena Atau Fakta



Awlanya semua orang bertanya tanya apa maksud dan tujuannya...OM TELOLET OM...?? Akhirnya mengerti dan Tahu semua memang bagian dari dinamika dan daya cipta termasuk sensitfitas terhadap lingkungan sekitarnya. Bukankah bunyi suara klakson sudah sangat lama kita kenali, sejak jaman Oplet si Mandra era di era si Doel anak sekolahan hingga jaman jauh sebelumnya bunyi klakson memang telah ada bagian dari geliat industri otomotif dunia, termasuk di Indonesia.

Positifnya adalah ketika bunyi Klakson yang langgamnya panjang dan lantang ini menjadi fenomena dan wajar sebab jangankan langgam buyi Klakson, langgam orang bernyanyi saja ketika memiliki kelebihan yang lebih maka seketika menemukan boomingnya. Ini Fakta malah bukan sekedar fenomen.

Terus bunyi Klakson yang populer diminta sebagian warga baik anak-anak maupun dewasa belakangan ini dengan Om Telolet Om apa maknanya..?? Tentu saja banyak makna jika orang bisa saja mengait-ngaitkan dengan kondisi dan trend masa kini, maka tidak heran banyak yang menafsirkan dengan mengait-ngaitkan dengan hal-hal yang sensitif juga. Padahal asa teu kudu ini kan bagian ina dinamika dan daya sensitifitas warga terhadap lingkungannya biasa-biasa saja kecuali jika langgam suara adzan dimiripkan dengan bunyi Klason TELOLET baru kita akan menarh curiga sebagai bagian dari upaya mendiskreditkan. 

Sementara untuk yang satu ini masih standar dan biasa selama masih dalam koridor dan aturan main yang ada sebab yang namanya trending pasti menemukan ujungnya dan kecenderungan trend yang naik pasti suatu ketika kembali megalami penurunan. 

Sudah banyak dan seringkali fenomena-fenomena yang funtastic menghampiri kita itu semua karena faktor kebetulan yang tepat dengan momentum. Ini tidak jauh berbeda ketika seseorang sedang berada ditangga popularitas kemudian memiliki maksud apapun asal modalnya populer tentu tersampaikan. Tetapi ingat semua itu ada batasnya.

Kembal pada Om Telolet Om...Sekali lagi ini sebuah fenomena yang membuktikan bahwa saat ini diera ini apapun serba mungkin dan bisa selama moment serta kesempatan yang digunakan tepat dan pas. jika percaya silakan dicoba...!!

Disaat upaya kepolisian membongkar sejumlah kasus rencana kasus BOM Bunuh diri yang katanya mau diledakan dimalam Natal dan tahun Baru, apa iya isunya akan tenggelam dengan Om Telolet Om..?? Tentu saja tidak karena secara substansi itu berbeda tetapi dari sisi respon publik tentu saja berita Om Telolet Om lebih mudah mecuri perhatian warga ketimbang penggerebekan teroris yang sedang merencanakan ledakan Bom Bunuh diri. 

Disinilah ketika moment itu menjadi penting dan penetrasi sebuah produk apapun itu ketika mau diboomingkan apa harus menunggu moment ? tentu saja bisa juga menjadi salah satu pertimbangan.
Silahkan saja selamat menikmati Om Telolet Om dan ini juga akan melahirkan multi player efek yang hebat jika diadopsi oleh seorang marketing ketika ingin mempopulerkan produk atau apapun bentuknya.

Om...Telolet Om... Telolet....!!!