• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Thursday, October 26, 2017

Ini Dessert Baru Ala Kampung Muara Sunda yang Menggugah Selera | Gapura Indonesia NEWS

Ini Dessert Baru Ala Kampung Muara Sunda yang Menggugah Selera | Gapura Indonesia NEWS:

Gapura Kuliner ,- Dessert yang satu ini lezatnya bikin merem melek para pecinta kuliner yang senantiasa merindukan sentuhan dan sensasi kuliner nusantara. Terbuat dari …

Tuesday, October 17, 2017

Di Garut, Presiden Jokowi, Anak Santri dan Sepeda | Gapura Indonesia NEWS

Di Garut, Presiden Jokowi, Anak Santri dan Sepeda | Gapura Indonesia NEWS:

Gapura Garut , – Kehadiran Presiden Joko Widodo disambut ribuan warga Garut. Sejak rombonga iring iringan presiden tiba disepanjang jalan yang dilintasi presiden disambut …

Monday, April 24, 2017

Siapa Layak Maju Pilkada Garut 2018 ??


Semua dalam genggaman para pemilik kedaulatan politik kerena melaju dalam perhelatan politik hakekatnya milik para pemegang kekuatan politik mealui parpol yang ada dan dibuat para politisi dari berbagai latar belakangnya.

Nama nama yang muncul untuk Pilkada Garut memang nama nama kondang baik berlatar pengusaha mantan pejabat atau memang politisi murni yang sejak awal menggeluti dunia politik bersama partai politik.

Nama nama itu memang sebagian besar tidak asing buat telinga sebagian warga Garur, karena mereka sebelumnya dianggap telah berkiprah dalam politik praktis bahkan sempat menduduki jabatan politik yang ada baik anggota dewan, bupati atau wakil bupati...bersambung

Wednesday, April 12, 2017

Menakar Kekuatan Incunmbent Dalam Pilkada Garut 2018



Ini hanya sekedar asumsi yang tidak usah diambil hati tetapi realita pembaca memang menghendaki adanya semacam analisa meski bukan analisa akademis yang berlandaskan teoritis atau analisa para politisi dengan argumentasi kekuatan politik masing-masing.

Hanya sekedar meraba-raba pantas dan tidak pantasnya ada pada kenyataan sesungguhnya dimana sosok seringkali mengkristal pada kharisma, karya, cara komunikasi politik serta pendekatan publik yang sangat berpengaruh pada laju berikutnya.

Ada beberapa kendala bagi Incumbent biasanya karena sudah punya banyak celah utuk diserang dan digerayangi dari berbagai sisi, baik kelemahan realisasi program dan janji-janji atau malah sebaliknya terlalu banyak program yang mengemuka sehingga klimaknya kurang menarik akibat kebijakannya kurang populis dimata masyarakat pemilihnya. Cenah Itu resiko incumbent dalam perhelatan suksesi dimanapun...

Kelemahan lainnya yang juga tidak kalah berat menjadi penghalang bagi laju berikutnya adalah ketika banyaknya kanal yang terbuka lebar mendadak tersumbat lantaran kecemburua politik dari banyak pihak meski mungkin belum termasuk sentimen politik akan tetapi kanal-kanal yang terseumbat berpotensi menjadika incumben mudah diserang dan jadi bulan-bulanan back campain atau kampanye hitam dari berbagai sudut dengan mudah menhujam.

Berikutnya adalah kemungkinan terpecahnya konsentrasi birokrasi yang segera terpecah dan kembali kegarda netralitas dalam kerangka aturan dan undang-undang pemilukada yang ada, namun kadang juga menjadi sangat membahayakan sebab netralitas merek menjadi tidak terukur dan cenderung kabur...Nah tergantung mau seperti apa mereka diarahkan dalam kerangka dan acuan sebagai staf dan bawahan. Sebab loyalitas biasanya seringkali mengalahkan aturan ataupun apa itu istilahnya ketika bawahan mendapatkan kenyamanan dalam perlakukan, penempatan posisi serta muahnya mengakses kebijakan yang menguntungkan bagi mereka...Ini realita.

Sisanya, musuh yang sesungguhnya bagi Incumbent adalah ancaman perpecahan dalam kubu pendorong atau tim sukses yang semula berjuang bersama bergandeng tangan, pada putaran berikutya akan berubah haluan memilih lahan baru memberi dukungan pada yang baru atau meneruskan dukungan setengah hati sebab biasanya banyak makan ati....Ini juga harus dicermati men...!!

Bersambung.....!!    asli ke disambung deui aya perlu heula nulisna kapotong tamu batur...he..he..

Friday, April 7, 2017

Menelisik Bakal Calon Pemimpin Garut di Pilkada Serentak 2018

Hallo Garut..!! Pembaca yang Budiman...!!


Diluar berbicara  peluang Incumbent atau Petahana atau apapun istilahnya bagi juara bertahan pada Pilkada atau event politik pada sukses kepemimpinan diberbagai tingkatannya, selalu menarik bagi sebagia besar kalangan, meski kurang menarik juga bagi sebagian kalangan lainnya.

Terlepas dari itu semua, abah rek ngawaos keun weh da teukedah nganggo artos paling oge bau heos teu sawios dari pada lepat paos pabentar paham pecengkadan mempertajam friksi walaupun itu wajar didalam kompetisi politiki dimanapun...Tah Ceuk abah nurutkeun beja tisababaraha sumber anu bisa dipercaya yang telah mencoba menelisik dengan kaca pandang akademis, menelaah dengan landasan teoritis sosial politik serta kepemimpinan tentu saja banyak analisa, banyak hasil kajian yang akan mengemuka dan ini yang dimaksud menarik bagi sebagian orang dan tidak bagi sebagian lainnya..

Mengapa menarik dan tidak menarik bagi sebagian orang...Jawabannya sama saja seperti orang menyukai makanan seperti orang menyukai kendaraan, seperti orang menyukai gadis pingitan atau perjaka tingting yang kadang menggoda dan menyita nalar serta asa setiap dada.

Itu semua menjadi bukti bahwa memang ada pesona pada setiap peforma seseorang saat tampil berkemas untuk menjadi pejabat publik semisal pada Pilkada atau pemilihan kepala daerah. Sosok biasanya menjadi salah satu penilaian pertama jika dalam istilah Take Me Out (acara pencarian jodoh ditelevisi) Pandangan pertama. Adalah penglihatan seseorang untuk kemudian mendeskripsikan layak atau tidak cocok atau tidak menjadi tumpuan harapan belahan jiwa pujaan hati. Pan kitu bahasa barudak ngora ayeunamah.

Semisal untuk pilkada Garut yang masih menyisakan lebih dari satu tahun kedepan tetapi aroma dan riaknya sudah mulai saling silang jatuh pandang berebut gadis pujaan, perjaka pinagan. Memang keributan atau hiruk pikuk baru sebatas diruang internal sebagian partai politik atau komunitas komunitas berkepentinga secara langsung terhadap kesinambungan suksesi tersebut. Da ari keur abahmah sarua bae, rek sidadap siwaru anu jadi pamingpin acan aya anu bisa ngubaran hate rahayat kalayan gemilang menyulap kilat berbagai persoalan dengan solusi yang pasti dan bernilai solutif yang efektif. Alhasil sampai saat ini dari suksesi ke suksesi baru sebatas seremonial politik berkemas enternaiment yang menjadi tontonan heboh belum menjadi tuntunan yang menguntungkan bagi yang seharusnya mendapatkan perhatian.

Balik kepada sosok-sosok putra terbaik bangsa yang akan mengambil moment Pilkada Garut, rasa-rasanya memang sudah banyak yang menggoda dan menggoyahkan iman rahayat, diluar dua Incumbent atau petahan yang mulai tangguh dan telah memasang investasi politik pada jejaring program kebijakan mereka, tentu saja diluaran sejumlah penantang tangguh juga siap berjibaku membuka penutup dada siap membusungkannya untuk dan atas nama kepentingan rahayatnya.

Memang beragam latar belakang sudah mulai terdengar gaungnya, mulai politisi murni, politisi pengusaha, politisi akademisi, politisi seniman dan budayawan serta politisi seleberitis juga terdengar hawar-hawar mulai membangun jejaring pada simpul-simpul masa yang ada. Sok Tah kabayang teu bakal ramena ilkada di Garut. Da memeng sudah tradisi suksesi Garut selalu menarik untuk dicermati dan diikuti karena Garut selain daerah otonom yang gemuk denga penduduk mencapai 3 juta orang juga iklim politik dengan karakteristik orang-orangnya yang hebat dan sedikit fanatik memang cukup benar-benar menarik.

Kiranya ada beberapa analisa sosok yang cocok dan akan mewarnai Pilkada Kota intan ini. Semisal menanti kandidat kuda hitam yang selalu menarik dan akan mencuri perhatian kuda hitam biasanya diluar kalkulasi pasti partai politik pada saat start penjaringan sebab dalam rumusannya politik itu last minuet (menit-menit akhir kadang masih sangat mentukan).

Jadi yang kini sudah berkoar-koar dan sesumbar hati-hati terimbas anti klimaks sehingga terzonk-kan oleh sekenario zonkisasi yang juga selalu membayangi.

Bagi para praktisi politik atau para bidan politik yang biasa melahirkan politisi dan para pemimpin negeri juga jagan terlena mentang-mentang sudah puya cukup kendaraan milik pribadi jangan lupa bahwa mobil rental itu lebih mudah dan tidak harus memelihara ataupun ngomongin perpajangan surat surat. Cukup rental sekian rupiah jika kendaraanya gagah berlari kencang sampai tujuan selesai..

Demikian juga sebaliknya para pors halang gelandang menyerang waspadailah para pengintai dibalik layar tidak muncul tetapi selalu bernasib mujur maka sangat mungkin ada peluang untuk mendapatkan semuanya...

Terakhir adalah rupiah, diman rupiah bagi politik indonesia masih menjadi tumpuan akhir karena rupiah yang melimpah ruah sering kali berpotensi mengalahkan idealisme maupun tatanan politik praktis yang cenderung menjadi sangat pragmatis dan dilematis...

Maka berhati-hatilah para peserta kompetisi pahami dan atur strategi sedemikian rupa baca peluang jangan hanya mengandalkan uang tetapi manfaatkan uang sesuai ruang untuk pelengkap peran da fungsi...Obrolan abah kamari dengan seorang akademisi menyepakati bahwa memiliki pandangan yang sama bahwa bagaimanapun dinamika politik yang terjadi pasti ada saja yang bermanfaat untuk pembelajaran warga masyarakatnya meski tidak instant pengaruhnya. Belajar adalah metode yang cukup lama dan tidak berbatas waktu pada jenjang non formal dan politik itu pelajaran non formal yang dinamis dan selalu aktual pada setiap jamannya...Waallohu A'lam...!! 

Thursday, April 6, 2017

Jangan Lewatkan Moment Unik “Ngebdahkeun Balong” di Kampung Sampireun

 

 Satu-satunya program unik dan menarik yang tidak boleh anda lewatkan adalah “Ngabedahkeun Balong” di Kampung Sampireun. “Ngabedahkeun Balong”, adalah prosesi pembersihan danau Sampireun degan cara membuang air danau hingga surut dan membersihkan lumpur juga memanen ikannya. Setelah hampir delapan tahun Kampung Sampireun Resort & Spa,tidak melakukan kegiatan Ngabedahkeun danau Sampireun, kini saatnya kita semua akan diajak menikmati sajian menarik dan unik yang dikemas secara apik aktratif dan interaktif sebagai ritual seni budaya yang asyik untuk dinikmati dan diikuti kemeriahannya. Pastikan anda bersama keluarga, sanak saudara juga relasi bisnis dan kolega untuk menjadi bagian dari helaran budaya “Ngabedahkeun Balong” di Kampung Sampireun. Selain turut serta berupaya melestarikan budaya tradisional sunda, dengan mengikuti kegaiatan tersebut dipastikan anda akan mendapatkan kepuasan dalam nuansa rekreasi anda di Kawasan Kampung Sampireun Resort & Spa Garut, Jawa Barat. Kegiatan akan dilaksanakn pada tanggal 20 -22 Mei 2017 mulai pukul 08.00 WIB- sampai selesai. Cukup dengan Rp. 450 ribu nett/orang minimal order 30 orang, anda akan menjadi bagian dari kemeriahan Program Ngabedahkeun Balon Kampung Sampireun dengan fasilitas. - Menginap satu malam - Makan pagi, siang dan malam - Newak lauk (menangkap Ikan) - Perang lumpur - Masak Ikan di Deck - Mencari Harta Karun - Beberapa permainan tambahan Nah bagi anda yang tidak memiliki waktu luang untuk menginap tetapi tetap ingin mengikuti kegiatan ini cukup dengan uang Rp. 150 ribu net/orang minimal order 30 orang anda kan mendapatkan fasilitas dan layanan yang sama : - Makan satu kali - Newak lauk (menangkap Ikan) - Perang lumpur - Masak Ikan di Deck - Mencari Harta Karun - Beberapa permainan tambahan Booking segera sekarang juga kuota terbatas hubungi marketing kami hot line HP dan WA : 081221223565

Saturday, April 1, 2017

“Ngabedahkeun Balong” Kampung Sampireun, Booking Segera Paketnya Kuota Terbatas..!!

Satu-satunya program unik dan menarik yang tidak boleh anda lewatkan adalah “Ngabedahkeun Balong” di Kampung Sampireun. Program unggulan yang hanya terjadi pada waktu dan moment-moment tertentu ini sengaja dirancang untuk menyemarakan pariwisata kabupaten Garut.
Menurut Eliana Esecutive Asistant Manager Kampung Sampireun Resort & Spa, kegiatan “Ngabedahkeun Balong”, adalah bagian dari upaya melestarikan budaya tradisional sunda yang sangat populer dikalangan warga masyarakat setempat.
“Masyarakat di tatar pasundan sangat mengenal dan biasa melaksanakan kegiatan ngabedahkeun balong sebagai kegiatan rutin tahunan pada kolam atau situ yang ada diwilayah mereka masing-masing,” Kata Eliana saat dikonfirmasi terkair rencana membersihkan danau Sampireun tersebut, Sabtu (1/4/2017).
Eliana menyebutkan danau Sapireun sudah hampir delapan tahun lamanya belum pernah lagi dibersihkan atau dalam istilah sunda di “bedahkeun”, sehingga pihak manajemen memandang perlu melakukan kegiatan itu.
“Selain untuk kepentingan kelestarian danau kegiatan tersebut juga sebagai bentuk komitmen Kampung Sampireun yang sangat konsen terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional sunda selama ini,”Tuturnya.
Kampung Sampireun Resort & Spa, lanjut Eliana saatnya mengajak anda untuk menikmati sajian menarik dan unik yang dikemas secara apik aktratif dan interaktif sebagai ritual seni budaya yang asyik untuk dinikmati dan diikuti kemeriahannya.
“Pastikan anda bersama keluarga, sanak saudara juga relasi bisnis dan kolega untuk menjadi bagian dari helaran budaya “Ngabedahkeun Balong” di Kampung Sampireun. Selain turut serta berupaya melestarikan budaya tradisional sunda, dengan mengikuti kegaiatan tersebut dipastikan anda akan mendapatkan kepuasan dalam nuansa rekreasi anda di Kawasan Kampung Sampireun Resort & Spa Garut, Jawa Barat.”Tuturnya
Eliana menambahkan kegiatan akan dilaksanakn pada tanggal 20 -22 Mei 2017  mulai pukul 08.00 WIB- sampai selesai.
“Kami menyediakan paket yang sangat terjangkau dengan Rp. 450 ribu nett/orang minimal order 30 orang,  anda akan menjadi bagian dari kemeriahan Program Ngabedahkeun Balong Kampung Sampireun dengan fasilitas, menginap satu mala, makan pagi, siang dan malam, Newak lauk (menangkap Ikan),Perang lumpur,Masak Ikan di Deck, Mencari Harta Karun, Beberapa permainan tambahan,”Paparnya.
Nah bagi anda yang tidak memiliki waktu luang untuk menginap tambah Eliana tetap dapat mengikuti  kegiatan ini cukup dengan membeli paket seharga Rp. 150 ribu net/orang minimal order 30 orang anda akan mendapatkan fasilitas dan layanan yang sama.
“Bagi yang tidak dapat menginap dapat langsung datang pada waktunya dengan reservasi terlebih dahulu  dengan menghubungi marketing kami di hot line HP dan WA : 081221223565,”Pungkasnya.***TGM
- See more at: http://gapuraindonesia.com/pariwisata-budaya/2017/04/01/moment-menarik-ngabedahkeun-balong-kampung-sampireun/#sthash.ZLNxn3fg.dpuf

Friday, March 31, 2017

Tahun Politik, Tahunnya "Ngomongin Rakyat Leutik"



Sepakat rakyat kecil atau "rakyat leutik" hingga kini belum menjadi sejatinya subjek politik melainkan masih asyik menjadi objek bulan-bulanan politisi untuk menggol-kan ambisi politiknya.

Rayat kecil sejatinya memang menjadi besar setelah disentuk berbagai kekuatan politik, besar bisa saja dalam makna meningkat derajat kesejahteraan, meningkat derajat kesehatan, meningkat derajat pengetahuan hingga dimuliaka kedudukan dalam starta sosial yang benar-benar mapan.

Namun apa yang terjadi tahun politik yang datang silih berganti ibarat roda berputar baru sebatas menggugurkan kewajiban sebagai agenda tahuan, dua tahunan, atau lima tahunan sesuai kalender politik kita di Indonesia. Sama sekali boleh dihitung jari berapa yang terangkat harkat dan derajatnya dari hajatan politik disetiap tahun politik, jawabannya hitung saja sendiri paling yang meraup untung para artis politisi, para calon dan calo politik, para sopir dari kendaraan politik hingga tukan sound system atau para intertainment kaasup artis dandut dan para seniman yang diberi panggung untuk mengisi keramaian saat pesata pengantar politik dimulai.

Terus rakyat pemilik kedaulatan dimana? rakyat kecil yang selalu dijual seperti merek kecap selalu nomor satu posisinya mau sampai kapan jadi rakyat kecil yang diklaim dibela dan dilindungi serta diangkat derajatnya..."Ko masih saja mereka banyak yang berteriak kesulitan mencari makan, kesusaha mencari gas elpiji bersubsidi, harus ngantri sembako karena langka akibat harga merangkak naik"....Ini yang harus kita renungkan bersama seberapa terikat sih nasib rakayat kecil dengan kekuatan politik yang selalu mengklaim wadahnya rayat leutik...

Sudah beberapa guliran tahun politik berlangsung mulai pilkada serentak, pilkades serentak hingga pileg dan pilpres bakal juga digelar serentak...lantas mana riak itu semua pengaruhnya terhadap objek politik kita itu...

Rasa-rasanya kita baru berhasil mengantarkan beberapa gelintir orang yang pintar mendulang suara untuk menduduki beberapa posisi politik hingga menjadi pejabat publik yang hidup dan tergantung dari uang yang katanya dipungut dari rakyat lewat berbagai regulasi pajak, penghasilan sumber daya alam yang merupakan warisan anak cucu mendatang.

Aroma tahun politik untuk ajang pemanasan puncak politik tanah air sudah terasa dalam dua tahun terakhir diawali pilkada serentak 2017 dan pilkada serentak 2018 mendatang hingga puncaknya pileg dan pilpres 2019 tentu saja ini butuh energi besar bagi rahayat mempersiapkan mentalnya. 

Nama rakyat kecil terutama akan kembali dipinjam dan seolah dimuliaka melalui selogan yang terpampag dispanduk dan baligo serta iklan politik diberbagai media dan tentu saja akan makin dahsyat melalui media sosial yang telah menjadi milik semua orang dibelahan dunia ini.
Selamat Menikmati Tahun Politik wahai rakyat leutik...!!

Menggugat Ibu...Apa Benar Bentuk Kasih Sayang..??

Amih (85) Ibu yang digugat Ibu Kandungnya gara-gara Kasus utang piutang


Dunia memang masih seperti ini, usianya makin tua memang ya..karena tanda-tanda tuanya dunia sudah mulai nampak dan muncul satu persatu sesuai keyakinan dan kesiapan mengimani tanda-tanda alam atau disebut dengan ayat-ayat kauniah (maaf dalam bahasa santri).

Apa ini juga bagian dari tanda-tanda dunia sudah tua sehingga peristiwa memilukan menggores luka sang Ibu seorang tua renta harus berurusan dan berperkara lantaran ulah atau perbuatan anaknya. Informasinya memang gara-gara utang piutang yang jika dihitung jumlah tidak seberapa jika dibanding utang Ibu Pertiwi Indonesia pada sejumlah negara donor selama ini.

Tapi ini memang beda, meski nilai utang tidak seberapa tapi menjadi beberapa persoalan ketika ada nurani banyak rasa yang tergoda terusik oleh ulah yang menyeret ibu kandungnya ke perkara di Pengadilan meski urusan perdata.

Nilainya gugatannya 1,8 Miliar rupiah besar memang jika ukuranya seorang janda tua reta berusia 85 tahun dengan luka tersayat dirahimnya yang harus mengandung dan dirobek 13 anak kandung yang dilahirkan dari rahim yang dimilikinya.

Adalah Siti Rokayah alis Amih (85) tahun warga Kecamatan Garut Kota ini kini memang mengundang perhatian banyak kalangan karena harus berhadapan dengan hukum karena ulah anak kandungnya sendiri dalam kasus tersebut.

Ironisnya dari ke 13 anak yang lahirkan dan besarkan ada satu anak yang memberinya anak menantu si raja tega raja tanpa rasa karena mengedepankan rasanya sendiri tanpa meraba rasa yang bergejolak didada ibu kandung dan ibu mertunaya...terbayang gak seperti apa hancurnya hati seorang ibu diteror kasih sayang dengan menyeretnya kepersidangan...Katanya itu bentuk kasih sayang mereka untuk bundanya tercinta...

"Duh hampura Gusti Indung Anu ngandung bapa nu ngayuga indung malah wajib disanjung sok puja sabab jelas aya katerangan nana...sagoreng-gorengna indung boga senjata pamungkas doa tur gerentes hatena nu hamo bisa katebak bisa karampa kusaha wae oge kecuali ku nurani anu bersih kurasa kalayan dasar ikhlas kakara bakal katara...prak lenyepan yuk urang titenan dimana jeung kumaha nu sabenerna urang kudu mirosea indung nu samistina..".***TGM