• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Showing posts with label Bobos. Show all posts
Showing posts with label Bobos. Show all posts

Wednesday, July 4, 2018

Juara Pilkada Adalah Menerima Kekalahan Dengan Lapang Dada

Juaranya pasti yang juara atuh...Dan setiap juara memang identik dengan pemenang, namun sesungguhnya ada juara yang lahir bukan pemenang melainkan, sang juara yang mempu menerima dengan lapang dada sebuah kekalahan. Betul itu...lapang dada menerima kekalahan adalah sejatinya juara, karena sedikit orang yang mampu menerima kekalahan sebagai sebuah kemenangan yang tertunda. Bukankah hakikat sesungguhnya kompetisi apapun yang diikuti setiap orang adalah bagian dari upaya menjemput takdirnya.."Alloh Maha Penentu Segalanya"...termasuk dalam hal kemenangan Pilkada...Harus Percaya..!! Maka dari apa yang kita lihat dan saksikan bersama tentu saja boleh berbeda memberi warna tapi tidak boleh berbeda dalam memahami sebah kemenangan bagi siapapun yang keluar sebagai pemenang Pikada. Pemenang dalam arti kata sesungguhnya adalah Pemenang yang mendapatkan kepercayaan rakyat yang memilihnya serta mendapatkan ujian hebat dari takdir Sang Maha Penentu... Jadi Maaf jika anda kalah bukan berarti ada tidak beruntung, tetapi ada sedang diberikan ujian bahwa mungkin anda sedang diselamatkan oleh sang Maha Penentu karena memegang amanat Jabatan itu berat dan bisa menyeret anda ke gerbang sengsara bahkan mungkin laknat di akhirat kelak bagi yang meyakininya. Pun demikian bagi pemenang atau penerima amanat rakyat dan ujian Jabatan yang diberikan sang Maha Penentu seyogyana banyak beristigfar sambil mengucap syukur karena ujian amanat tersebut juga tidak akan mengurangi makna sejatinya ujian, jika memapu membawa dengan penuh keberkahan makan ia sejatinya pemimpin yang memberi banyak kebaiakan dan Alloh telah menyiapkan ganjaran kebaikan berlipat sebagai sebuah amal kebaikan, namun lagi-lagi jika pemenang mengingkari amanah kemenangannya, maka dipastikan ia akan masuk pada kategori orang merugi karena tidak mampu menjalankan amanat yang diraihnya. Terus siapa pemenang sejatinya Pilkada kita diberbagai belahan daerah di Indonesia ini, pemenangnya adalah para jawara yang bersedia dengan lapang dada menerima kekalahan. Sementara para pemenang peraih amanat rakyat sejatinya bukan pemenang karena ia akan diuji kemudian untuk merealisasikan janji, menyatakan yang samar dan tersembunyi sehingga rakyat benar-benar manut dan menerima sepenuh hati realisasi hutang janji-janji. Selamat untuk Juara satu, Juara yang berhasil menerima kekalahan, dan selamat bagi Juara satu, Juara pemegang amanat rakyat yang segera harus memenuhi janji-janjinya...selamat bekerja kembali ke posisi masing-masing...!!

Thursday, May 3, 2018

Menanti Debat Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut

Geus moal jauh ceuk abahmah, debat tidak kurang tidak lebih bakal kurang lebih berbicara dizona aman, jika perlu maka ambangkan saja persoalan-persoalan krusial dengan mengkambing hitamkan aturan atau undang-undang yang kerap membelenggu kondisi riil dari sebuah tatan pemerintahan yang ada saat ini. Misalanya soal pembangian kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten yang masih juga belum Clear sebab sering kali berkelit itu ranahnya pusat, itu kewenangan provinsi dan lain-lain. Memang jika ada itu alasan klasik tapi memang berdasar sebab, itulah yang terjadi dina mangsa otonomi setengah hati, pemeritahan setengah hari, kaluhur teu nangtung kahandap hese akaran, Apa yang menjadi sebab ? sebabnya lantaran banyak penyebab yang menyebabkan sebab akibat selalu djadikan alasan...ha..ha..Kitu pan dinya kanyataan nana. Semoga ini tidak terjadi dalam debat Cabup dan cawabup Garut untuk Pilkada serentak 2018 ini, sebab segenap rakyat yang berharap mendapatkan gambaran butuh sentuhan realistis dalam konsep pembangunan serta janji-janji politik yang membumi anu kudu karawu dua penangan sarta kasaba ku sacara akal tur pikiran. Lain janji tinggal janji atawa politik ngumpulkeun nuleutik terus diusik diajak-ajak dirorojok sangkan jiga asa enya padahal saukur ngabobodo anu leutik keur meuli raga atineung, rasa jeung prakna milik maranehanana, bari isuk jaganing geto saeunggues tinekanan kapilih lain nu milih nu dipanggihan kalah sibuk mayaran hutang ka bandar urut bela anan nganjuk ngahutang keur nyumponan babasan dina janji politik, Saetik nuleutik kabeuli, rea nubadag kudu kabandang, hartina cadu eleh wajib meunang, sabab mun eleh eta pecundang...Sakitnya tuh disini baru ngurut dada. Sakali deui dalam konteks debat calon Pilkada Garut, hayang ngadenge aya sora tur daria memberi harapan nyata yang realistis terkait konsep sesungguhnya berdasarkan apa yang menjadi dasar kebutuhan warganya dalam menentukan arah pembangunan...Bukan hanya membuat janji politik yang tdak membumi apalagi jika hanya sekedar janji...Engkena pan janji tinggal janji, kop nujanggi geura tabih tah nu mere geura bawa bari ngan ukur sabatas bewara. Banyak persoalan menggurita yang butuh kimitmen utuh tidak hanya sekedar kahayang meunang dengan cara-cara mudah nyentangan batur mentang mentang kemenangan seperti didepan mata padahal sesungguhna Bupati dan Wakil Bupati Garut yang akan menjadi pemanang bahkan penemangnya sudah ada dalam catatan Alloh "Ajja Wajalla", jadi intina kaasup debat Paslon eta hanya sebatas upaya menjemput takdir mereka, apa iya dipercaya untuk menjadi orang-orang nomor satu di tatar Garut ? atau memang hanya menjadi bagian pelengkap secara yang akan mencatatnya bahwa pernah dalam suatu masa ngaran jalema eta nyalonkeun Bupati atawa Wakil Bupati di Garut. Najan ngaco abah moal rek mapatahan ngojay kameri, namun suatu kewajiban, memberikan gambaran betapa yang harus mendapatkan perhatian bagi para calon jika ingin memenangi perhelatan. salah satunya adalah, pastikan landasan serta pijakan rencana pembangunan pada duduk persoalan sesungguhnya jagan hanya sekedar menggugurkan kewajiban kudu nyieun Visi-Misi pencalonan urusan realistis atawa henteuna kumaha engke . Tah Kuduna dibalik engke kumaha mun kami meunang kudu aya rasa kahariwang sebab tidak hanya sekedar memenuhi janji politik semata melainkan perlu juga banyak yang dipertanggung jawabkan teruatama kebohongan kepada Alloh SWT degan memaksa meminta takdirnya berubah untuk mereka... Kela nepi dieu heula nyak...

Thursday, February 22, 2018

Politik Santun Politik Berkelanjutan

Ini problem sebagian masyarakat kita yang selalu dihadapkan pada pemandangan janji suci tak sesuci realisasinya. Ini menyoal Janji-janji politik para politisi diberbagai tingkatan dalam perebutan kekuasaan. Adalah pesta demokrasi yang makin sering dijumpai, maka semakin dekat dimata telingan bahkan rasa seluruh lapisan warga masyarakat sebagai onjek dan subjek politik. Meski Durasi masa demokrasi kita berada pada rentang waktu lima Tahunan namun hampir setiap tahun ada pemandangan pesta demokrasi mulai pemilihan RT, RW, kepala Desa hingga Kepala Derah, Legislatif dan Pilpres menjadi pemandangan populer sebagai tahun politik. Kemesan serentak atas dasar perubahan undang undang telah membuat pemandangan pesta demokrasi semakin dekat dengan masyarakat kita, logikanya harus semakin sadar dan paham bahwa inti demokrasi adalah lahirnya pemimpin yang jujur amanah, adil serta mampu membuat suasan pembangunan kesejahteraan cepat terwujud. Memang parmeter keberhasilan sebuah produk politik menjadi sangat sulit diukur ketika janji politisi jauh lebih nyaring ketimbang realisasi politik yang selalu nisbi..."Ini juga bukan semata mata salah melulu para politsi melainkan warga masyarkat juga terlalu miring dan sumir memandang politik yang menjadi bagian yang harus dilaluinya", Artinya masyarakat juga memiliki andil besar dalam keberhasilan realisasi politik dalam era suksesi kepemimpinan dberbagai tahapannya. Lalu...apa yang membuat seolah olah produk produk dan gerakan politik menjadi biasa, jawaban sementara jika kita mau menebak-nemak ala orang buta adalah menyebut gajah saat memegang kakinya, jadi Gajah itu ya seperti Kaki Gajah yang dipegangnya, maka ketika orang buta satunya lagi memegang kuping gajah, maka ia akan mengatakan bahwa gajah itu adalah tipis lebar seperti kuping gajah. Ini ada tebakan-tebakan yang belum bermuara utuh pada substandi politik menjadi sangat pelik dan menggelitik di Indonesia bahkan produk-produk politik berupa hasil suksesi kepemimpinan selalu saja belum sempurna sesuai yang diharapkan warga atau yang dijanjikan para politisi sendiri. Ini mungkin lebih karena ada kebutaan politik yang dibutakan oleh buta-buta politik yang hanya berpikir pragmatis bahwa memenangi persaingan politik adalah segalanya, meskipun harus mengabaikan pendidikan politik yang sejatinya harus semakin mencerdaskan pilihan mereka sebagai warga politik negeri demokrasi ini. Celakanya ya itu tadi masuk pada lingkaran politik berlabel santun, namun pada kenyataanya mengabaikan kesantunan sebab lebih mementingkan mengkahiri kompetisi dengan gemilang muda dan murah...Ini cerdas namun membahayakan dalam konstalasi politik Indonesia...Apa Ia Politik Santun Politik Berkelanjutan ?? yang ada adalah Politik Mulai Tak Santun terus dilanjutkan...wallohu'alam

Monday, April 24, 2017

Siapa Layak Maju Pilkada Garut 2018 ??


Semua dalam genggaman para pemilik kedaulatan politik kerena melaju dalam perhelatan politik hakekatnya milik para pemegang kekuatan politik mealui parpol yang ada dan dibuat para politisi dari berbagai latar belakangnya.

Nama nama yang muncul untuk Pilkada Garut memang nama nama kondang baik berlatar pengusaha mantan pejabat atau memang politisi murni yang sejak awal menggeluti dunia politik bersama partai politik.

Nama nama itu memang sebagian besar tidak asing buat telinga sebagian warga Garur, karena mereka sebelumnya dianggap telah berkiprah dalam politik praktis bahkan sempat menduduki jabatan politik yang ada baik anggota dewan, bupati atau wakil bupati...bersambung

Wednesday, April 12, 2017

Menakar Kekuatan Incunmbent Dalam Pilkada Garut 2018



Ini hanya sekedar asumsi yang tidak usah diambil hati tetapi realita pembaca memang menghendaki adanya semacam analisa meski bukan analisa akademis yang berlandaskan teoritis atau analisa para politisi dengan argumentasi kekuatan politik masing-masing.

Hanya sekedar meraba-raba pantas dan tidak pantasnya ada pada kenyataan sesungguhnya dimana sosok seringkali mengkristal pada kharisma, karya, cara komunikasi politik serta pendekatan publik yang sangat berpengaruh pada laju berikutnya.

Ada beberapa kendala bagi Incumbent biasanya karena sudah punya banyak celah utuk diserang dan digerayangi dari berbagai sisi, baik kelemahan realisasi program dan janji-janji atau malah sebaliknya terlalu banyak program yang mengemuka sehingga klimaknya kurang menarik akibat kebijakannya kurang populis dimata masyarakat pemilihnya. Cenah Itu resiko incumbent dalam perhelatan suksesi dimanapun...

Kelemahan lainnya yang juga tidak kalah berat menjadi penghalang bagi laju berikutnya adalah ketika banyaknya kanal yang terbuka lebar mendadak tersumbat lantaran kecemburua politik dari banyak pihak meski mungkin belum termasuk sentimen politik akan tetapi kanal-kanal yang terseumbat berpotensi menjadika incumben mudah diserang dan jadi bulan-bulanan back campain atau kampanye hitam dari berbagai sudut dengan mudah menhujam.

Berikutnya adalah kemungkinan terpecahnya konsentrasi birokrasi yang segera terpecah dan kembali kegarda netralitas dalam kerangka aturan dan undang-undang pemilukada yang ada, namun kadang juga menjadi sangat membahayakan sebab netralitas merek menjadi tidak terukur dan cenderung kabur...Nah tergantung mau seperti apa mereka diarahkan dalam kerangka dan acuan sebagai staf dan bawahan. Sebab loyalitas biasanya seringkali mengalahkan aturan ataupun apa itu istilahnya ketika bawahan mendapatkan kenyamanan dalam perlakukan, penempatan posisi serta muahnya mengakses kebijakan yang menguntungkan bagi mereka...Ini realita.

Sisanya, musuh yang sesungguhnya bagi Incumbent adalah ancaman perpecahan dalam kubu pendorong atau tim sukses yang semula berjuang bersama bergandeng tangan, pada putaran berikutya akan berubah haluan memilih lahan baru memberi dukungan pada yang baru atau meneruskan dukungan setengah hati sebab biasanya banyak makan ati....Ini juga harus dicermati men...!!

Bersambung.....!!    asli ke disambung deui aya perlu heula nulisna kapotong tamu batur...he..he..

Friday, March 31, 2017

Tahun Politik, Tahunnya "Ngomongin Rakyat Leutik"



Sepakat rakyat kecil atau "rakyat leutik" hingga kini belum menjadi sejatinya subjek politik melainkan masih asyik menjadi objek bulan-bulanan politisi untuk menggol-kan ambisi politiknya.

Rayat kecil sejatinya memang menjadi besar setelah disentuk berbagai kekuatan politik, besar bisa saja dalam makna meningkat derajat kesejahteraan, meningkat derajat kesehatan, meningkat derajat pengetahuan hingga dimuliaka kedudukan dalam starta sosial yang benar-benar mapan.

Namun apa yang terjadi tahun politik yang datang silih berganti ibarat roda berputar baru sebatas menggugurkan kewajiban sebagai agenda tahuan, dua tahunan, atau lima tahunan sesuai kalender politik kita di Indonesia. Sama sekali boleh dihitung jari berapa yang terangkat harkat dan derajatnya dari hajatan politik disetiap tahun politik, jawabannya hitung saja sendiri paling yang meraup untung para artis politisi, para calon dan calo politik, para sopir dari kendaraan politik hingga tukan sound system atau para intertainment kaasup artis dandut dan para seniman yang diberi panggung untuk mengisi keramaian saat pesata pengantar politik dimulai.

Terus rakyat pemilik kedaulatan dimana? rakyat kecil yang selalu dijual seperti merek kecap selalu nomor satu posisinya mau sampai kapan jadi rakyat kecil yang diklaim dibela dan dilindungi serta diangkat derajatnya..."Ko masih saja mereka banyak yang berteriak kesulitan mencari makan, kesusaha mencari gas elpiji bersubsidi, harus ngantri sembako karena langka akibat harga merangkak naik"....Ini yang harus kita renungkan bersama seberapa terikat sih nasib rakayat kecil dengan kekuatan politik yang selalu mengklaim wadahnya rayat leutik...

Sudah beberapa guliran tahun politik berlangsung mulai pilkada serentak, pilkades serentak hingga pileg dan pilpres bakal juga digelar serentak...lantas mana riak itu semua pengaruhnya terhadap objek politik kita itu...

Rasa-rasanya kita baru berhasil mengantarkan beberapa gelintir orang yang pintar mendulang suara untuk menduduki beberapa posisi politik hingga menjadi pejabat publik yang hidup dan tergantung dari uang yang katanya dipungut dari rakyat lewat berbagai regulasi pajak, penghasilan sumber daya alam yang merupakan warisan anak cucu mendatang.

Aroma tahun politik untuk ajang pemanasan puncak politik tanah air sudah terasa dalam dua tahun terakhir diawali pilkada serentak 2017 dan pilkada serentak 2018 mendatang hingga puncaknya pileg dan pilpres 2019 tentu saja ini butuh energi besar bagi rahayat mempersiapkan mentalnya. 

Nama rakyat kecil terutama akan kembali dipinjam dan seolah dimuliaka melalui selogan yang terpampag dispanduk dan baligo serta iklan politik diberbagai media dan tentu saja akan makin dahsyat melalui media sosial yang telah menjadi milik semua orang dibelahan dunia ini.
Selamat Menikmati Tahun Politik wahai rakyat leutik...!!

Menggugat Ibu...Apa Benar Bentuk Kasih Sayang..??

Amih (85) Ibu yang digugat Ibu Kandungnya gara-gara Kasus utang piutang


Dunia memang masih seperti ini, usianya makin tua memang ya..karena tanda-tanda tuanya dunia sudah mulai nampak dan muncul satu persatu sesuai keyakinan dan kesiapan mengimani tanda-tanda alam atau disebut dengan ayat-ayat kauniah (maaf dalam bahasa santri).

Apa ini juga bagian dari tanda-tanda dunia sudah tua sehingga peristiwa memilukan menggores luka sang Ibu seorang tua renta harus berurusan dan berperkara lantaran ulah atau perbuatan anaknya. Informasinya memang gara-gara utang piutang yang jika dihitung jumlah tidak seberapa jika dibanding utang Ibu Pertiwi Indonesia pada sejumlah negara donor selama ini.

Tapi ini memang beda, meski nilai utang tidak seberapa tapi menjadi beberapa persoalan ketika ada nurani banyak rasa yang tergoda terusik oleh ulah yang menyeret ibu kandungnya ke perkara di Pengadilan meski urusan perdata.

Nilainya gugatannya 1,8 Miliar rupiah besar memang jika ukuranya seorang janda tua reta berusia 85 tahun dengan luka tersayat dirahimnya yang harus mengandung dan dirobek 13 anak kandung yang dilahirkan dari rahim yang dimilikinya.

Adalah Siti Rokayah alis Amih (85) tahun warga Kecamatan Garut Kota ini kini memang mengundang perhatian banyak kalangan karena harus berhadapan dengan hukum karena ulah anak kandungnya sendiri dalam kasus tersebut.

Ironisnya dari ke 13 anak yang lahirkan dan besarkan ada satu anak yang memberinya anak menantu si raja tega raja tanpa rasa karena mengedepankan rasanya sendiri tanpa meraba rasa yang bergejolak didada ibu kandung dan ibu mertunaya...terbayang gak seperti apa hancurnya hati seorang ibu diteror kasih sayang dengan menyeretnya kepersidangan...Katanya itu bentuk kasih sayang mereka untuk bundanya tercinta...

"Duh hampura Gusti Indung Anu ngandung bapa nu ngayuga indung malah wajib disanjung sok puja sabab jelas aya katerangan nana...sagoreng-gorengna indung boga senjata pamungkas doa tur gerentes hatena nu hamo bisa katebak bisa karampa kusaha wae oge kecuali ku nurani anu bersih kurasa kalayan dasar ikhlas kakara bakal katara...prak lenyepan yuk urang titenan dimana jeung kumaha nu sabenerna urang kudu mirosea indung nu samistina..".***TGM

  

Wednesday, December 21, 2016

Om Telolet Om...Fenomena Atau Fakta



Awlanya semua orang bertanya tanya apa maksud dan tujuannya...OM TELOLET OM...?? Akhirnya mengerti dan Tahu semua memang bagian dari dinamika dan daya cipta termasuk sensitfitas terhadap lingkungan sekitarnya. Bukankah bunyi suara klakson sudah sangat lama kita kenali, sejak jaman Oplet si Mandra era di era si Doel anak sekolahan hingga jaman jauh sebelumnya bunyi klakson memang telah ada bagian dari geliat industri otomotif dunia, termasuk di Indonesia.

Positifnya adalah ketika bunyi Klakson yang langgamnya panjang dan lantang ini menjadi fenomena dan wajar sebab jangankan langgam buyi Klakson, langgam orang bernyanyi saja ketika memiliki kelebihan yang lebih maka seketika menemukan boomingnya. Ini Fakta malah bukan sekedar fenomen.

Terus bunyi Klakson yang populer diminta sebagian warga baik anak-anak maupun dewasa belakangan ini dengan Om Telolet Om apa maknanya..?? Tentu saja banyak makna jika orang bisa saja mengait-ngaitkan dengan kondisi dan trend masa kini, maka tidak heran banyak yang menafsirkan dengan mengait-ngaitkan dengan hal-hal yang sensitif juga. Padahal asa teu kudu ini kan bagian ina dinamika dan daya sensitifitas warga terhadap lingkungannya biasa-biasa saja kecuali jika langgam suara adzan dimiripkan dengan bunyi Klason TELOLET baru kita akan menarh curiga sebagai bagian dari upaya mendiskreditkan. 

Sementara untuk yang satu ini masih standar dan biasa selama masih dalam koridor dan aturan main yang ada sebab yang namanya trending pasti menemukan ujungnya dan kecenderungan trend yang naik pasti suatu ketika kembali megalami penurunan. 

Sudah banyak dan seringkali fenomena-fenomena yang funtastic menghampiri kita itu semua karena faktor kebetulan yang tepat dengan momentum. Ini tidak jauh berbeda ketika seseorang sedang berada ditangga popularitas kemudian memiliki maksud apapun asal modalnya populer tentu tersampaikan. Tetapi ingat semua itu ada batasnya.

Kembal pada Om Telolet Om...Sekali lagi ini sebuah fenomena yang membuktikan bahwa saat ini diera ini apapun serba mungkin dan bisa selama moment serta kesempatan yang digunakan tepat dan pas. jika percaya silakan dicoba...!!

Disaat upaya kepolisian membongkar sejumlah kasus rencana kasus BOM Bunuh diri yang katanya mau diledakan dimalam Natal dan tahun Baru, apa iya isunya akan tenggelam dengan Om Telolet Om..?? Tentu saja tidak karena secara substansi itu berbeda tetapi dari sisi respon publik tentu saja berita Om Telolet Om lebih mudah mecuri perhatian warga ketimbang penggerebekan teroris yang sedang merencanakan ledakan Bom Bunuh diri. 

Disinilah ketika moment itu menjadi penting dan penetrasi sebuah produk apapun itu ketika mau diboomingkan apa harus menunggu moment ? tentu saja bisa juga menjadi salah satu pertimbangan.
Silahkan saja selamat menikmati Om Telolet Om dan ini juga akan melahirkan multi player efek yang hebat jika diadopsi oleh seorang marketing ketika ingin mempopulerkan produk atau apapun bentuknya.

Om...Telolet Om... Telolet....!!!

Thursday, December 1, 2016

Belajar Banyak Dari Rombongan Pejalan Kaki Warga Ciamis untuk Aksi Bela Islam 212



Memang harus diacungi jempol disaat orang-orang baru mampu berteriak sambil sembunyi bahkan ada juga yang membuat sesuatu yang abu-abu, Kelompok warga Muslim berasal dari Ciamis benar-benar menginspirasi dalam menunjukan keimanan dan ketakwaan pada Alloh cara apapun akan dilakukannya.

Tidak perduli orang nyinyir mencemooh bahkan tidak sedikit yang menyindir dengan ucapan ataupun kata-kata tak pantas walau mungkin hanya pantas diucapkan didada-dada kaum munnafikin dan kafirin.

Itulah sebuah pemandangan ketika kekuatan benar-benar ditanamkan pada masing-masing jiwa maka akan muncul energi yang luar biasa besar memompa semangat yang lain dari pada yang lain, semangat ini lebih dari sekedar semangat lahiriah akan tetapi semangat Ruhiah yang harus diyakini datang dan dititipkan Alloh SWT melalui warga Ciamis yang gigih dan tetap bersikukuh meyakini kebenaran yang hakiki adalah kebenaran Tuhan kita Alloh SWT yang juga Tuhan mereka walaupun mereka mengingkarinya.

Belajar mewujudkan semangat keimanan dan jiwa patriotisme saat ini bagus kalau melihat dan meniru langkah sodara-sodara kita warga Muslim Ciamis. Mereka telah berbuat, mereka telah membangunkan tidur kita dalam kemunafikan. Mereka telah mengatakan bahwa kebenaran itu hanya satu Milik Alloh. Maka dengan keyakinnnya yang kuat disaat semua kekuatanrezim melarang armada angkutan mengantar mereka untuk Aksi Bela Islam, maka mereka memilih menyempurnakan iman dengan berjalan kaki menuju pusat Komando Bela Islam Jilid 3 di Jakarta.

Benar saat mereka memutuskan untuk berjalan kaki memang tidak ada pilihan lain itu jalan realistis untuk menunjukan jika seruan Alloh untuk membelanya adalah harga mati karena sejalan dengan itu pertolongan Alloh kemudian akan datang beribu-ribu kali lipat. Yakinlah yang menggerakan semua kekuatan membela agama Alloh adalah kekuatan Ilahiyah yang keberadaanya mutlak tak terbantahkan.

Maka jangan pernah takut untuk melakukan sesuatu disaat kebanyakan orang memilih diam dan bungkam karena silau oleh kekuasaan yang membelenggunya. Karena menjadi sempit akibat posisi jabatan dan lainnya. Padahal itu semua adalah sementara seumur jagungpun tidak.

Oke...Selamat berjuang sodara-sodaraku....Mari bersama-sama mencapai kesempurnaan iman melalui keyakinan akan kebenaran dan kesucian Alquran ketika dinistakan orang-orang yang memang mereka pantas menistakannya karena adalah musuh Alloh yang Nyata...

Allohu Akbar...!!!

Friday, November 4, 2016

Berakhir Demo...Karena Demo Masih Harus Jadi Jalan Terakhir..??



Mungkin memang Demo masih menjadi pilihan terakhir ketika saluran-saluran aspirasi memang mendadak tidak lancar karena tersumbat kepentingan. Kepentingannya sih bisa kepentingan apa saja mulai kepentingan pribadi, golongan, pertemanan atau memang dalam lebih luas kepentingan merebut kekusasaan. Ini sepertinya terlihat gambaran meski tidak terlalu nampak dominan dari unjukrasa ratusan ribu umat Islam di Jakarta menuntut penegakan hukum yang cepat tepat dan transfaran.

Lantas mengapa harus berujung ricuh....sepertinya memang demo sejak awal dengan estimasi massa yang banyak sangat rentan terjadinya kerusuhan, kerena provokasi yang sangat mudah menyulut emosi massa dalam kondisi semangat aksi yang sejak jauh-jauh hari dibekali ketersinggungan kolektif akibat penghinaan yang melukai perasaan umat Islam dengan doktrin Ilahiyah yang dimilikinya didada masing-masing warga muslim Indonesia ini.

Indonesia memang negara dengan sejuta kepentingan dan sama halnya dengan sejumlah negara-negara lainnya hampir mustahil jika tidak ada kepentingan melandasi semua berdirinya kedaulatan sebuah negara. Bukankah kepentingan untuk berdaulat juga bagian dari domain yang sangat memainkan peran sebelumnya dalam berdirnya sebuah negara.

Terlebih saat memasuki perebutan kekuasaan serta memperebutkan lapangan ideologi dan keyakinan ini makin sangat menohok dimanapun dan kapanpun dalam sebuah bangunan struktural kenegaraan. Jadi sangat wajar jika kepentingan kelompok masyarakat kerap kali tidak terakomodasi karena berbenturan dengan penyandraan kepentingan sebelumnya.

Belajar dari aksi demo ratusan ribu umat Islam Indonesia dengan flatform "Bela Islam" tentu saja tidak sesederhana yang kita bayangkan seperti hanya demo sopir angkot atau supir taxi yang berebut trayek atau warga demo karena tanahnya digusur dan demo-demo sejenisnya.

Demo Umat Islam dalam konteks keyakinan, atau  ketersinggungan keyakinan adalah kekuatan kolektif yang datang tanpa komando sekalipun, dijamin kompak dan tidak akan menanti banyak perintah atau seruan sebab seruan datang dari keyakinan, seruan datang dari pemahaman dan warisan keyakinan yang turun mendarah daging hingga susah dipisahkan.

Seharusnya ketika elit-elit terbidik oleh aksi itu memahami ini semua, karena ini bukan sekedar simbol agama seperti simbol-simbol agama lainya. Melainkan aksi unjukrasa ratusan ribu umat Islam adalah akumulasi keterpanggilan dari rangkaian persoalan sebelumnya dimana banyak soal yang tersumbat dan banyak hak-hak terabaikan dalam kerangka keyakinan sebagai umat mayoritas.

Ini harus diyakini bukan demo pada Ahok yang semata membuat blunder menistakan agama, melainkan ada banyak perbuatan yang bersangkutan sebelumnya yang juga patut dicurigai menjadi bagian yang disesalkan dan menyinggung banyak rasa umat Islam...**Wallohu a'alam

Sampai Kapan persoalan dinegeri ini harus selalu diakhiri dengan aksi?? Sampai kapan elit negeri ini memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam kerangka menyamakan visi dan misi mempertahankan kesatuan dan keutuhan NKRI ini....  

Wednesday, October 12, 2016

Berantas Pungli...Ciuss..??



Bener-bener harus didukung dan perlu daya dukung dari semua pihak karena maksud ini sangat besar. Memang "pungli" dinegeri ini sudah sangat parah. Buktinya? Sudah dapat diastikan disemua sektor baik baik swasta maupun negeri selalu ada dugaan pungli meskipun banyak cara untuk mengelak dan banyak ragam juga untuk alasan pembenarannya.

Sebut saja belibetnya birokrasi dalam ruang lingkup pemerintahan menjadi salah satu faktor yang membuat pungli mudah terjadi. Pelayanan yang bertele-tele dan lamban juga menjadi bibit pungli yang bermuara pada lahirnya transaksi membayar jasa diluar ketentuan dan keharuasan.

Pungli itu pungutan liar ? bener pungutan liar atau juga pungutan resmi yang dirasa membebani sama aja nilainya seperti. Membayar parkir yang terlalu mahal atau terlalu sering itu juga bernilai sama dengan pungli lantaran kadang tidak jelas pemasukan parkir itu kemana dan siapa penikmat yang paling besar.

Bermodal baju bertuliskan juru parkir sembarang tempat sembarang tikungan walau awalnya tidak mamaksa lama-lama menjadi seolah keharusan harus mengeluarkan rupiah dengan besaran hanya pecahan sisa uang recehan tapi jika dikalkulasi dengan banyaknya lokasi yang sama membuat kocek warga terkuras juga. Hayu urang itung sing jentre lamun 2 rebu perak dikali 10 titik geus 20 rebu kalikeun 30 poe geus 600 rebu. Bagaimana tidak beban coba??

Dan ini bagi orang-orang yang tidak memiliki penghasilan memadai tentu saja biaya tambahan yang luar biasa berat sehingga mendorong berbuat nekad mencari penghasilan tambahan meski dengan jalan yang mungkin juga sama kurang bagus. Sebut saja apa tidak mendorong melakukan pungli bagi para pegawai yang berkesempatan untuk melakukan pungli ? pasti melakukan sebab biaya hidup seperti ilustrasi tadi dirasa beban cukup berat. Belum lagi beban lain-lainnya...

Pungli ceuk abahmah eta mata rantai dari sistem kesejahteraan warga negeri ini yang masih minim, sulit mencari lapangan pekerjaan, susah mencari nafkah halal karena memang satu sama lain berhubungan.   

Ini perjuangan bersama dan harus komitemen yang sama disamping upaya memberantas pungli dengan upaya Operasi Tangkap Tangan atau pun yang lainnya, juga pendekatan-pendekatan peningkatan kesejahteraan dengan meningkatkan kemampuan daya beli warga, mempercepat produktiftas usia produktif, memberdayakan warga tidak berdaya menjadi berdaya saing tinggi dan berpenghasilan tambahan yang memadai ini akan lebih jitu menekan pungli-pungli itu....Duka Tah..!!

Tuesday, September 27, 2016

Garut...Kemarin Banjir Bandang Air, Kini Banjir Kiriman Bantuan...



Memang selalu ada hikmah dibalik sebuah peristiwa, baik itu peristiwa menyedihkan seperti bencana dan lain sejenisnya, pun demikian peristiwa yang membuat kita semua gembira ria selalu ada sesuatu dibelakangnya. 

Jika kita selalu berprasangka baik maka prasangka itu hakekatnya adalah kenyataan yang akan kita terima dan rasakan. Maka tidak ada salahnya malah kita dianjurkan untuk berbaik sangka selalu terhadap apapun yang kita rasakan dan alami, termasuk saat banjir bandang datang mehempas saudara-saudara kita di sejumlah lokasi di Garut.

Kabar baiknya adalah setelah peristiwa berlalu beberapa saat seketika seluruh mata penjuru dunia tertuju dan terperangah menyaksikan dahsyatnya kekuasaan yang Maha segalanya saat menunjukan bahwa dunia dengan segala isinya berada dalam genggamannya. Alloh Azzaawazzalla telah memberikan peringatan dengan taqdirnya....

Benar dengan segala adanya bencana pada akhirnya menuntun semua orang untuk saling memperhatikan dan saling mrasakn betapa satu sama lain diantara kita adalah saudara. Maka seketika itupula apapun yang menjadi keperluan sesamanya didatangkan, dikirimkan dipaketkan bahka jika perlu diantar sampai mulut yang memerlukannya. Itulah dahsyatnya bencana...Seketika beragam jenis bantuan datang menghampiri warga korban bencana yang berada dipengungsian...

Pejabat, Politisi, Pengusaha, Seleberity hingga berbagai lapisan yang tidak pernah dikenal dan saling mengenal sebelumnya berdatangan memperkenalkan diri satu persatu sambil menunjukan apa yang mereka punya dan apa yang mereka bawa untuk meringankan beban saudara-saudara yang mendadak menderita lantaran kehilangan harta benda serta sanak saudara akibat banjir bandang melanda.

Itulah keajaiban yang selalu alloh tunjukan bagi siapapun hambanya agar semakin yakin dan percaya tidak ada sedikitpun maksud dari-Nya untuk membinasakan  setiap hamban-Nya kecuali menunjukan bahwa semua itu adalah tebusan hebat serta peringatan jika yang maha Kuasa benar adanya dan pasti dalam segala kalamnya.

Jika banjir berlalu maka banjir berikutnya akan datang dalam bentuk yang berbeda, jika semula air deras meluluhlantakan semuanya, kini banjir bantuan datang menebus semuanya mengganti apa yang semestinya...Semoga seluruhnya amanah serta dapat memanfaatkan seluruh belas kasihan sesama dengan sebaik-baiknya dan dapat memulihkan pada kehidupan normal seperti semula.***Mari belajar mensyukuri segala apa yang terjadi dan menimpa kita semua...

Tuesday, July 5, 2016

Kado Spesial Lebaran Buat Kapolri dan Calon Kapolri Baru



Tentu saja bukan sesuatu yang diharapkan, dan bukan juga kejadian yang pertaman kalinya. Memilukan ledakan bom bunuh diri sebagai aksi teror yang patut dikecam keras kembali terjadi. Ditanah Air Markas Kepolisian Resor Solo, Jawa Tengah telah menjadi sasaran terduga teroris yang melakulan aksi bom bunuh diri sebagaimana erjadi serangkaian aksi yang sama disejumlah lokasi dinatah air tercinta ini.

Bukan untuk berapologi ternyata kejadian serupa juga pada waktu yang hampir bersamaan juga mengguncang belahan negeri para anbiya di Jeddah dan Madinah dekat mesjid nabawi ledakan bom bunuh diri yang kini sedang dicari pelakunya dan siapa yang bertanggung jawab telah membuat sejumlah mata terbelalak dan jantung umat muslim berdebar sekaligus panas telinga ketika tanah harom yang dicintainya mulai diusik dari ketenangan dan kedamaiannya. Semoga cepat tertangkap jaringan pelakunya.

Kembali ke Tanah Air, apakah bom bunuh diri di Markas pemberantas aksi teror tersebut adalah ujian buat Kepala Kepolisian bahkan calon Kapolri baru yang selama ini membukukan preatasinya pada serangkaian penangkapan pelaku teror bom tanah air. tenatu saja jawabannya belum tentu, karena sejauh ini aksi teror biasa saja terjadi baik oleh jaringan teroris maupun embrio kekecewaan atau pelaku frustasi yang habis akal ambil tindakan bodoh sebagai buah pelampiasan..."Tidak tahu juga"..
Namun hasil pengungkapan Kepolisia sementara menyimpulakan bahwa terduga pelaku adalah bagian dari jaringan teroris yang gembongnya sudah ditangkap lebih dulu dalam serangkaian penyergapan teroris tanah air oleh Densus 88 Anti teror.

Menjadi menarik ketika kasus peledakan bom bunuh diri ini ditarik pada hari menjelang lebaran tiba, dimana seluruh umat Islam akan merayakan kemenangan setelah sebual penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan.

Padahal pengamanan dengan ratusan ribu personilnya sedang fokus-fokusnya pada pengamanan jelang lebaran dengan pengamanan menyeluruh untuk memberikan jaminan ketenangan dan ketentraman warga masyarakat dalam menjaankan perayaan suci Iedul Fitri.

Memang rada mengecewakan jika disandingkan dengan moment yang sedang ketat ketatnya pengamanan namun justru masih terjebol oleh terduga teroris yang melakukan aksinya di Markas kepolsian resori di Solo. "Ini Ironis..!!

Tetapi apa mau dikata karena semua telah terjadi ini mungkin benar-benar warning bagi seluruh warga bukan hanya Kepolisian dan TNI sebagai pelindung dan pengayom masyarakat akan tetapi semua unsur terkait harus benar-benar  melakukan evaluasi menyeluruh terkait peran dan fungsi masing-masing untuk mempersempit ruang gerak aksi teror dari para teroris.

Apa mungkin ini kado akhir masa jabatan Kapolri Jendral Badrodin Haiti, atau kado ucapan selamat datang badi Komjen Tito Karnavian yang sebentar lagi menjabat Kapolri menggantikan Jendral badrodin Haiti....

Wednesday, May 4, 2016

Kang Diky Chandra, Datang Tandang, Mulang Gandang Jawara Sukapura



Rek jajap dulur nujauh dilembur,  rek tandang ditatar Sukapura rek bakti kalemah cai nyukcruk lembur karuhun, ngudak tapak lacak baheula paninggalan nungancik dina getih jeung daging dangiang rerehan dalem Sukapura.

Jung geura padungdung, bral geura miang caringcing pageuh kancing, saringseut pageuh iket, taya anu teumungkin, eueuh nupamohalan dina hirup jeung kahirupan mah, sakabehna serba mungkin jeung bisa, salila tekad ucap jeung lampah panjeug dina jalur nyekel pageuh ugeran parentah pangeran tong hariwang.

Paniatan rek balik kasarakan dimana getih ngocor rahim muka nganteur lahirna orok gubrag kadunya, gumelar nepi kakiwari ngajanggelek ngajiwa raga jadi gandang tur pertentang geus wancina ngemban amanah, mawa visi jeung misi anu moal kapangan nyaah kadulur salembur, ka baraya sadesa jeung sakota...

Bral Kang Diky Chandra geura makalangan, tong hariwang tong ringrang, tekad datang tina paniatan, jalan oge bakal nembongan dimana geus paheut pasini jangji keur ngabaktikeun diri kalemah cai.

Bakal dijurung ku doa balarea, bakal disambut kuharepan jalma rea, maka dimana aya kahayang pasti aya konsekuensi anu baris ditarima, tangtuna konsekuensi anu logis nusajalan tur relevan etamah aya dina hukum alam huku kausalitas nincak wirahma sabab jeung akibat. Makana percaya pisan kana tekad jeung paniatan dulur nugeus jalugjug jagkung bisa maca, asak tinimangan tangtu bakal meuweung jeung ngutahkeun naon wae perkara anu nyangkut jalma rea. Eta modal dasar anu kuat titurunan Sukapura...

Bral Kang Diky geura Makalangan di Kota Tasikmalaya....

Wednesday, March 30, 2016

Kembali Panas Jelang Tahun Politik 2017



Sepertinya memang telah menjadi bagian yang selalu menaik dan membuat sebagian para pemain gelandang menyerang dan poros halang serta para petualang kini saat bangkit dan kembali mengambil alih kendali untuk meramaikan bursa-bursa pencalonan sejumlah posisi penting pada daerah yang masa bhakti kepala daerhanya segera berakhir.

Tahun politik memang selalu datang dan pergi menjadi kalender resmi dari struktur demokrasi negeri setengah demokrasi ini. Benar-benar saatnya para petapan keluar dari lokasi menyepi dan terdiam cukup panjang setelah perhelatan lima tahunan berakhir baik dengan kemenangan maupun dengan kekalahan.

Suhunya kini mulai memanas seperti yang terjadi pada persiapan Pilkada DKI Jakarta. Meski masih sekitar satu tahun namun aura politik di Ibu Kota Republik ini sudah sangat kental terasa. Serangan-serangan politik yang tajam dengan senjata yang ampuh benar-benar siap merobek lawan darimanapun dan diusung siapapun jika tidak siap dalam persaingan maka akan segera tersingkir dengan sendirinya.

Opini sengit mulia berselancar dimedia sosial yang ada. satu sama lain kubu mulai menunjukan ini gue lawa elo, ente lawan ane atau maneh du jeung urang..Pokoknya mulai seru mulai panas dan membuat calon pemilih DKI galau dan terbagi-bagi.

Lontaran lontaran sengit mulai sumpah serapah higga janji meluncur dari monas dan memakaikan rompe oranye (baju tahanan KPK) mulai menyeruak menjadi bagian opini publik DKI yang akan benar-benar diuji dalam memilih kepala daerah untuk lima tahun kedepan...hayooo rameee euy...  

Sunday, February 14, 2016

Garut 203 Tahun Masih Seperti Ini...



Pergantian tahun dalam hitungan usia memang semakin tidak terasa bahkan hitungannya sudah serasa semakin cepat, baru terasa lambat jika menengok apa yang telah dilakukan atau diperbuat maka terasa belum ada apa-apanya.

Menyoal usia kota Garut yang kini memasuki usia 203 tahun pada 2016 ini rasa-rasanya memang sangat cepat terasa pergantiannya jika melihat angka tahun dan jumlah usianya, namun lagi-lagi jika menengok apa yang terjadi pada denyut dan aktiftas pembangunan dalam struktur kota serasa masih tetap sama seperti yang dulu, Garut yang kamarin dan Garut yang itu-itu aja...

Memang belum menemukan perubahan signifikan dalam tata kelola kota, tata kelola struktur sosial warganya yang seharusnya berimbas baik pada wajah kota Garut yang sejarahnya pernah mengisyaratkan "pangirutan", karena kebersihannya, keindahannya serta keramahan warganya, namun kini seakan tinggal sejarah saja yang asyik untuk diperbincangkan namun sulit untuk kembali diwujudkan.

Berganti-ganti pemimpin pada kota kota kecil yang dikelilingi gunung berapi ini, sepertinya memang belum menunjukan perubahan yang benar-benar menonjol selain ganti wajah dan nama pemimpinnya, selebihnya ukuran kota belum melebar, jumlah bangunan fenomenal belum bertambah bahkan nyaris tidak ada yang baru jika melihat dari tahun ketahun. Sementara dibandingkan dengan sejumlah kota tetangga pecepatan pembangunan wajah kota mereka jauh lebih dinamis dan terlihat sangat cepat, jika semula tidak memiliki banyak ruang publik kini tersedia luas dan menjadi favorite warganya, sementara Garut masih suram dan malah makin surut ruang-ruang publik yang ada karena disesaki para Pedagang Kaki Lima (PKL) lantaran masih belum jelas status dan posisi jualan mereka.

Meski sudah dengan tegas akan direlokasi, namun PKL eks pusat kota Garut kini malah makin tidak jelas arahnya dan ini adalah bom waktu yang suatu saat akan memunculkan masalah baru dalam tatanan pembangunan pusat kota dan lingkungan masyarakat sekitarya.

Sukses merelokasi PKL dari pusat kota indikatornya bukan hanya sekedar PKL pindah dan meninggalkan pusat kota, namun lebih dari itu seharusya semakin jelas posisi PKL akan seperti apa pembinaan dan pengarahannya jangan sampai mereka semakin nekad mengisi sejumlah ruang-ruang publik yang ada dan selama ini juga belum tertata...Ini yang dimsud dengan persoalan baru yang akan muncul dikemudian hari.

Rumus kita memang belum mengenal tuntas dalam menyelesaikan satu persoalan dan keburu ingin beralih kekegiatan lain yang juga sama-sama belum jelas arah dan target akhirnya, sehingga wajar saja jika 203 tahun usia Garut masih sama persih dengan kondisi di tahun sebelumnya...

Mungkin perbedaannya baru pada beberapa sisi yang juga sangat tipis jika diukur dengan capaian prestasi dari sebuah periodesasi kepemimpinan karena indikatornya juga dirasa masih belum jelas untuk capaian masing-masing bidang yang ada sehingga ya wayahna Garut masih seperti ini ada....

Monday, December 28, 2015

Tahun 2016 Bukan Tahun Booming Batu Akik


Para seleberitis saat booming batu akik membantu mendongkraknya, foto istimewa

Semua penggemar dan penggiat baru akik tentu saja akan berharap kembali mengulang sukses dapat booming batu akik yang memberi utung selangit dan mendulang rupiah banyak sepanjang tahun 2015 lalu. Apakah booming itu akan kembali terulang ditahun 2016 mendatang?? tidak ada jaminan dan tidak juga menutu kemungkinan, semua masih bisa terjadi, namun jika berkaca pada siklus booming batu akik di tanah air ini selalu pada kisaran lima tahun hingga sepuluh tahun...Ini berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari para penggiat batu akik dan kolektor benda antik yang susah ditebak harga dan takarannya.

Batu akik memang cuma batu tetapi jika ketemu harga bisa melebihi dari sekedar harga batu melainkan bisa melebihi harga barang antik atau logam mulia lainnya. Itu disaat dewi fortuna sedang berpihak pada batu galian alam tersebut.

Lantas akankah terulang ditahun 2016 dapat menjual bongkahan batu hingga milyaran rupiah? apakah dapat terulang menjual satu biji kelerang batu akik hingga mencapai harga jutaan rupiah. Harapannya sih bisa kembali bergairah...namun jika melihat dari kondisi yang ada sepertinya agak sulit untuk menjumpai situasi yang menyerupai boomingnya batu akik pada tahun 2015 lalu, sebab sekali lagi siklusnya sepertinya belum sampai pada titik akik naik kembali, ceuk si Miun eta oge keculai jika ada orang tiba-tiba mendadak gila punya uang yang tidak ada serinya untuk koleksi pribadi ini sangat mungkin terjadi.

Booming batu akik yang merambah hingga kelas menengah bawah sekali lagi seperyinya agak sulit kembali terulang ditahun 2016 sebab tahun 2016 bukan tahun batu akik tetapi tahun batu bata, dimana bahan bangunan jenis itu akan mulai langka dan rada susah didadapt sebab ada pengetatan aturan untuk mengekploitasinya.

Demikan juga dengan batu akik kita berharap tidak juga booming ditahun ini, sebab harus memberikan kesempatan pada alam untuk menata kembali strukturnya yang rusak akibat penambangan seranpangan asal gali pada saat booming batu akik menjadi-jadi. Ini barangkali yang disebut dengan manfaat siklus atau waktu boomingnya batu akik.

Alam juga harus berbenah dan tidak berharap alam berbenah dengan cara yang tidak ramah terhadap manusia yang ada disekelilingnya, sebab yaitu tadi jika alam merekonstruksi diri untuk mengembalikan tatanan strukturnya ada yang berujung bencana sebut saja dengan lonngsor, gempa atau sejenisnya yang tidak sedikit memberi ancaman bagi manusia sekitarnya.semoga saja tahun 2016 bukan tahun musibah atau bencana tetapi menjadi tahun yang ramah damai dan senantiasa humanis dan romantis... 

Mengakhiri Tahun 2015, Mengawali 2016



Seperti biasa siklus dalam kehidupan selalu degan dua sisi, jika tidak dengan mengawali atau start, tentu saja megakhiri terlebih dahulu. Begitupun dengan perputaran menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun selalu membawa kita pada akhir dan kemudian kembali menawarkan awal.

Semoga saja akhir yang harus diakhiri benar-benar memberi makna dan kenangan yang indah juga tetap cemerlang, dan semoga juga awal yang ditawarkan kemudian tetap gemilang dan cerah ceria sampai nanti kembali pada batas akhir dimana akan menemui kembali awal untuk memulai.

Itulah perputara selalu mengelilingi orbit yang telah ditentukan, baik buruk, susah senang, duka lara senyum kecut dan sumpah serapah akan selalu menjadi bagin dari indahnya siklus kehidupan ini.

Tidak berasa serasa baru kemarin hingar bingar pergantian tahun berlalu, kini sudah kembali dihadapkan pada pemandangan yang sama. Semua mata dan otak sebagian besar manusia tertuju pada satu titik dimana silklus 360 hari akan segera berakhir menandai begantinya angka ujung pada bulan dan tahun hitungan Masehi. Yaa..satu digit berpindah dari 2015 ke 2016....Tapi apa sesungguhnya makna dibalik bergesernya angka ujung tahun Masehi itu,??

Jawabannya tentu saja ada dimasing-masing kepala dan didalam dada rata-rata manusia yang melakoninya, jika masih kesusahan yang dirasakan maka makna akhir tahun atau sepanjang tahun adalah tahun kesusahan baginya, dan juga sebaliknya jika sepanjang tahun penuh suka cita dan bahagia, maka akhir tahun atau sepanjang tahun akan diklaim sebagai tahun bahagia.

Padahal sebenarnya sama saja, bahagia dan susah itu beda titip cuma ada beda dalam merasakannya, bukankah kesusahan itu juga bahagia yang tertunda dan sebaliknya bahwa kebahagiaan itu juga kesusahan yang akan dijumpai kemudian. Ingat dalam siklus perputaran selalu ada masa dimana ada diatas dan kemudian suatu waktu pasti ada dibawah, maka kuncinya adalah rasa dan bagaimana mensikapi dan menerimanya sebagai sebuah bagian dari resiko kehidupan...

Selamat mengawali lembaran baru ditahun baru 2016....

Saturday, December 5, 2015

Garut Kota Leutik Heurin Usik Tapi Banyak Ceritanya



Hallo Garut !!
Pembaca yang Budiman...!!

Memang beginilah adanya, sejak terpapar dalam kisah dan cerita sejarahnya hingga kini Kota Garut Kota kita tercinta terus saja memiliki sisi unik dan menarik untuk dicermati dan diperbincangkan. Semisal dalam urusan tata kota mohon maaf Garut masih saja alakadarnya jika dibanding sejumlah Kabupaten dan Kota lainnya di Jawa Barat barangkali Garut yang sangat pelit dalam melakuka upaya pelebaran kota. Ceuk si Miun sainget nyunyuhun hulu anu ieu kota Garut anggeur weh sagewok titungtung Ahmad Yani Bunderan Suci nepika Apotek sari, Ciledug mentok ka Mandalagiri jeung pasar baru. Sok weh teu percayamah titenan kusadayana.

Terus naon atuh anu jadi soal nepi ka Garut gini gini terus? lantaran dinamisasi laju kepemimpinan yang terus-terusan kurang beruntung. parahnya bagi kota sekelas Garut yang memiliki dinamika politik cukup tinggi amat sangat susah jika diberikan pemimpin yang kurang cerdas menangkap peluang kurang berani melakukan terobosan serta tidak ada kemauan untuk memajukan secara nyata. 

Ini barangkali fakta pada sepuluh tahun terakhir dengan dua periode kepemimpinan Kabupaten Garut nyaris tidak menghasilkan apa-apa kecuali menyisakan kasus korupsi disana-sini serta menyisakan banyak persoalan akibat dari ulah kepemimpinan yang gegabah dan tak jelas arah.

Berapa Garut bertambah panjang jalan? Berapa Garut memiliki banyak pasar ? berapa Kilo meter Kota Garut dierluas? berapa Bangunan megah yang terlahir dari tangan arsitektur yang mecerminkan kedaulatan daerah atau kepribadian dan kebudayaan daerah? Rasa-rasanya masih dapat dihitung jari, padahal Kabupaten dan Kota Tetangga telah jauh melangkah dengan berbagai faslitas super duper yang membuat wajah kota indah membuah wajah warga kota sumringat.

Jika kota kecil penuh sesah dengan roda kaki lima memang itu Garut dalam beberapa tahun terakhir ini, baru pada awal tahun 2015 ini upaya menertibkan PKL terlaksana meskipun hanya mampu bertahan pada hitungan bulan dan hari, sebelihnya bibit-bibit roda PKL akan kembali ke Pusat kota sudah mulai terlihat kembali....??

Tidak habis pikir memang mengapa mereka para PKL lebih suka berjualan ditrotoar dan memenuhi jalanan pusat karena satu-satunya pusat keramaian kota Garut hanya disitu, semua tertumpu pada kawasan pusat kota yang   segitu-gitunya.

Rekomendasinya adalah bagaimana segera pemegang kebijakan di Garut untuk memulai melakukan pelebaran kota keberbagai wilayah penyangga yang ada dengan membangun pusat-pusat keramaian atau ruang publik agar lebih lega dan tertata.

Semuag kota pada dasarnya memiliki ragam problematika yang sama hanya saja siapa lebih dulu berbuat dan beryindak serta melakukan upaya perbaikan maka itulah yang lebih dulu menikmati dan menyaksikan hasilnya.

Jangan sia-siakan periodesasi kepemimpinan Garut hanya sebagai lintasan tanpa bekas sebeb sejarah kelak akan mencatatnya. Siapa pemipin dan berbuat apa itu yang akan dikenangnya...!!***

Saturday, November 21, 2015

Fenomena Perselingkuhan Pejabat, Bukan Hanya selingkuh Asmara Tapi Selingkuh Kebijakan



Ngomong-ngomong selingkung sama dengan ngomongin sesuatu yang terjadi namun selalu diabaikan karena dikalangan para pelakunya dianggap "wajar". Wajar karena mereka merasa tdak salah atau menyalahi karena dasarnya suka sama suka.

Ngomong suka sama suka adalah bertepuk tangan kompak sehingga ada suara yang sama keluar dari tepukan itu, berbeda dengan bertepuk sebelah tangan sampai kapanpun tidak akan ada bunyi keculai dipaksakan ditepukan ketembk atau apapun semacam dinding dan itupun tidak dikatakan bertepuk tangan kalau cuma sebelah tangan.

Artinya perselingkuhan terjadi biasanya karena kedua belah pihak kompak dan saring merasakan butuh atau mereka sengaja berbuat itu dengan berbagai alasan, mulai dari alasan klasik hidup dengan pasangn yang pertama tidak bahagia hingga memang terpaksa lantaran tuntutan beberapa alasan yang menggiringnya terjerumus pada pola perselingkuhan yang mereka ciptakan sendiri untuk melepaskan hasratnya.

Dalam pengamatan penulis, perselingkuhan memang bisa saja terjadi menimpa siapa saja dan dimana saja, karena awal perselingkuhan ibarat hembusan angin yang kadang baru terasa jika ada aroma, sebab yang bermain dala  perseingkuhan adalah perasaan diantara satu sama lain sehingga mendorong melakukan apapun yang mereka sepakati bersama. Dan intinya perselingkuhan dasarnya lebih pada sebuah hawa nafsu yang menggebu-gebu dari dua belah pihak yang terlibat didalamnya.

Menyoal perselingkuhan dikalangan pejabat misalnya dan ini yang paling banyak terjadi serta banyak yang mengemuka baik berujung baik-baik maupun berujung duka, bahkan tiidak sedikit buah perselingkuhan ini berujung penjara bahkan ada juga yang harus kehilangan nyawa lantaran gelap mata dan sebagainya.

Sekali lagi perselingkuhan pejabat adalah salah satu bentuk perselingkuhan yang paling potensial terjadi terutama dilingkungan kantor tempatnya mereka bekerja atau diantara sesam kawan sejawat dalam ruang lingkup sebagai sebagai pekerja baik diintansi pemerintah maupun swasta. Biasanya dalam beberapa kasus yang mengemuka perselingkungan pejabat ini selalu terjadi antara atasan dengan bawahan atau mitra sejajar sehingga muncul pertanyaan Mengapa..??

Jawabannya mungkin karena mereka terlalu sering bertemu dan bertegus sapa apalagi bagi yang sering bepergian bersamaan baik keluar kota atau kemanapun dalam gugus tuga mereka, ini lebih berpeluang besar jalinan selingkuh itu terjadi. Atau didalam ruang kerja dikantor yang biasanya lebih banyak rapat dan melakukan pertemuan intens sehingga benih benih suka mulai muncul karena merasa ada sesuatu yang lebih yang sebelumnya mereka tidak dapatkan atau karena kejenuhan bersama pasangan yang selama ini dijalaninya biasa juga berubah haluan dengan alasan mencari penyegaran, dan atau memang karena secara moral sebagai laki-laki atau perempuan memang kegatelan inginya begini dan begitu "Sama Saja"...

Sebenarnya perselingkuhan yang tidak kalah bahayanya adalah perselingkuhan dalam hal lain tidak cuma selingkuh asmara tetapi dikalangan pejabat kerap kali terjadi perselingkuhan kebijakan terutama yang menyangkut dengan kebijakan anggaran. 

Sehingga tidak heran jika ujungnya korupsi meraja rela sebab sudah dapat ditebak sejak awal dalam konteks kebijakan para pejabat tersebut seringkali diawali perselingkuha diantara para pejabatnya. Celakanya perselingkungan yang paling bahaya jika terjadi pada keduanya sehingkuh dalam kebijakan anggaran berbarengan dengan selingkus asamara sehingga makin rusak hasilnya.

Ini yang perlu diwaspadai dan obatnya ada banyak yang biasa dijalani pertama perbanyaklah istigfar dengan mengingat mati atau setidaknya sering-seringlah melewati kuburan orang-orang yang telah terlebih dulu meninggal dunia. Sungguh tidak ada lagi gunanya jika sudah terbujur kaku dan hidup memang tidak untuk selama-lamanya.

Kemudian secara pendekatan institusional perlu terus diingatkan dan pola pengawasan yang intensif tidak hanya sekedar aturan melainkan formulasi lain yang perlu terus dikaji dan dijalankan terutama menyangkut sangsi tegas yang selama ini jarang sekali ditegakan dalam beberapa kasus perselingkuhan ini.***