Wednesday, January 28, 2015

Panass...!! Banyak Kompor Dimana-mana


Makin panas... memang panas.., bukan hanya panas karena cuaca efek "Global Warming",akibat terjadinya peanasan global. Panas karena memang banyak yang manas manasin. Pabrik kompor kini memang ada dimana-mana, bukan hanya di Parlemen kompor itu bercokol melainkan hampir setiap kepala berisi kompor sesuai level dan tingkatannya.

Lain persoalan memang lain kompornya, lain perkara memang lain juga panasnya, tapi intinya memang cepat menjadi panas ibarat mobilmah sudah rusak radiatornya, ibarat AC memang tak ada lagi dinginnya. Ibarat Es sudah tidak membeku bahkan mencair dan menjadi air biasa...pooknya sudah tak ada rasa...

Pemanasan Global bukan hanya pada suhu cuaca semata melainkan merambah keberbagai sektor lainnya yang memiliki ikatan kuat dengan pola dan prilaku masyarakat secara keseluruhan. Bawaanya memang panas terus, entah memang karena efek syahwat dunia yang kini mencapai puncaknya, dimana segala sesuatu selalu diukur oleh berapa harga dolar berapa kepemilikan rupiah berapa luas punya tanah, berapa banyak punya ternak serta menjadi apa gajinya berapa dan lainnya yang berparameter pada materi yang makin menguasai denyut aktifitas penghuni muka bumi ini.

Parahnya lagi demi memenuhi standar materi yang dimiliki akhirnya terjadi deviasi hampir disemua lini, hampir tidak luput dari penyimpangan dan perkeliruan, selalu saja ada cerita penyimpangan dan kenakalan.

Coba saja kita buktikan mencari manusia setengah dewa hanya dapat kita temukan dalam lagu balada Iwan Fals, dalam kenyataanya dewa-dewa yang ada tidak lebih dari objek kompor yang bisa jadi lebih dulu meledak daripada kompor yang dibuatnya sendiri untuk mengompori orang  lain.

Banyaknya kompor memang menjadi komoditi ungggulan untuk meruntuhkan atau menyerang satu kekuatan terhadap kekuatan lainnya. Apa iya mereka sedang saling serang, saling hujat dan saling benci meski dengan cara sembunyi-sembunyi bahkan tidak segan-segan pinjam tangan orang.

Inilah mungkin yang sedang terjadi kini...ah tapi duka..

 

0 comments:

Post a Comment