Sunday, February 22, 2015

Apa Sih Enaknya Jadi Kapolri..??


Yang mau jawab siapa yaa?? Ah mending menjawab sendiri aja seandainya abah jadi Kapolri..Mungkin enaknya kerena punya anak buah yang banyak yang setiap saat memberi hormat, siap diperintah kapanpun mau tinggal perintahkan. Kemana-mana dikawal, kena macet dilancarkan macetnya, kena demo disingkirkan yang demonya, kena tuduhan rekening gendut dikempesan rekeningnya. terus apa lagi yaa..kalau jadi Kapolri mungkin penghasilannya juga banyak, selain gajinya mungkin besar juga bisa mendapatkan tunjangan jabatan dari negara yang lebih dari cukup...Pokoknya bakal serba mudah dalam urusan pelayanan karena memang posisinya adalah pemimpin tertinggi Polri namanya Kapolrimah...

Pokonya mendapatkan hak pengawalan dan fasilitas sesuai yang tertuang dalam aturan yang mengatur pejabat negara. Itu memang sudah haknya...Apakah karena itu semua sehingga banyak jendral atau yang bercita-cita menjadi Polisi berharap jadi Kapolri, memang sangat manusiawi sebab jabatan Kapolri adalah jabatan tertinggi istilahnya  puncak karier bagi seorang Bhayangkara...

Tapi mungkin juga karena ada motivasi lain juga sehingga bertaruh harap mendapat bintang empat jatuh dipundak menjadi Kapolri...Karena dalam kalkulasi dunia sangat mungkin apapun terjadi, sebab diatas langit ada langit. Diatas yang berencana ada yang maha berencana. Kesimpulannya jangankan baru sekedar kehendak, orang yang hanya tinggal melantik saja jika yang Maha segalanya tidak menghendaki maka tidak akan terjadi, ini faktanya...

Oleh karenanya memang dalam teori keseimbangan versi si Miun, jika mau jagan terlalu berharap kemauan itu terpenuhi dan jika tidak mau jangan terlalu keras menolak sebab sering faktanya berbicara lain ketika sudah berhubungan dengan kehendak yang Maha segalanya. Kun Fayakun..!! Ketika diserukan Jadi..maka jadilah ataupun sebaliknya...

Bertawakal sajalah... sebab jika kita meyakini semua apa yang ada didunia benar-benar sebuah permainan dan dagelan  semata, yang abadi dan pasti nanti dialam pasti alam akhir dari segala akhir dan entah kapan datangnya...

Maka jangan jorjoran berlari sebab ada keberuntungan yang sebenarnya mengejar dibelakang, dana jangan juga diam sebab ada keberuntungan didepan yang harus dikejar...Ini rumusan yang sejatinya harus dipahami sebagai hukum "Titis Tulis, bagja awak manusa tos aya anu ngturna, Jodo pati, bagja Cilaka sudah ada garisannya". 

0 comments:

Post a Comment