Friday, February 27, 2015

Bagi PKL, Pembiaran Itu Menjadi Pembenaran dan Legitimasi



Hallo Garut..!!
Pembaca yang Budiman...!! 
Sepertinya memang yang sedang terjadi saat ini adalah memanfaatkan pembiaran sehingga menjadi legitimasi dan ujungnya seolah-olah pembenaran terjadi. Akhirnya makin lama dibiarkan maka makin kuat posisi tawar mereka dan berujung pada perlawanan sebab mereka juga semakin lama semakin kuat membentuk rumpun yang saling terkait kokoh susah dikendalikan dan diatur meskipun itu sebenarnya perbuatan melanggar.

Mari kita urai faktanya satu persatu, di Kabupaten Garut misalnya dipusat kota sudah jelas PKL alis Pedagang Kaki Lima yang seharusnya musiman dan tertata rapih kini malah tidak lagi mengenali batas waktu dan tempat yang rapih karena mereka yang menata sendiri dengan kemauan sendiri asal suka aya payu dagangan laku ngapain repot repot yang penting untung. Tidak ada lagi rasa yang terbagun didalam individu para Pedagang tersebut jika kehadirannya telah menyumbang kesemrawutan kota sehingga cita rasa Intan-nya Garut sudah memudar dan sulit diraih kembali.

Fakta berikutnya adalah hampir semua ruas jalan yang ada disekitar kawasan peyangga kota kini memang telah menjadi objek para pedagang apapun jenisnya sehingga berlomba memadati ruas-ruas jalan yang ada untuk berlomba mencari rejeki. Bukan tidak boleh itu sah-sah saja namun jika terus dibiarkan tapa mengindahkan tata kota dan struktur keindahan maka bukan tidak mungkin semua ruas jalan menjadi lapak PKL. Kita lihat segera ruas jalan Rumah Sakit depan lapang Paris yang dulu tidak perah tersentuh roda dan gerobak jualan PKL kecuali Tukang Cukur Dibawah Pohon Rindang yang sangat Favirite, kini malah tersisih oleh megahnya tukang tambal ban, tukang buah-buahan memakai mobil yang katanya gampang-pindah-pindah kini malah ditandem 24 jam tidak lagi bergeser. Dan sepertiya memang dibiarkan tapan disentuh aturan yang menaunginya sehigga macet mulai mewarnai tiap saat tiap waktu, sebab diruas itu kita bertemu perempatan maktal yang menjalu arus lalu lintas dari berbagai jurusan yang ada menuju pusat kota bahkan kendaraan lintas kota juga melawati jalur tersebut. Repot dan capek melihatnya, dalam catatan abah belum terlihat ada upaya penertibannya mau seperti apa...

Abah yakin pembaaran yang berlangsung selama ini telah melegitimasi mereka menjadi seolah-olah diperbolehkan melaggar aturan padahal jelas-jelas berjulan diatas trotoar atau badan jalan memang melanggar peraturan, tapai nyatanya memang susah sebab aturan itu hanya dibuat dan disosialisasikan jarang-jarang ditegakan ini yang terjadi.

Pun demikian yang berada marak didepan mata pusat kekuasaan Garut, Ruas jalan pahlawan, patriot hingga kejalur terusan pembangunan serasa makin sempit dan sesak saja, selain kendaraan makin melimpah berlomba mencari lahan parkir, persaingan roda da gerobak pedagang juga makin menambah lengkap pemandangan kesempitan kota kita. Ingat itu berada didepan pusat kekuasaan apalagi yang jauh dari pandangan penegak peraturan susah jadinya. Ingat sekali lagi pembiaran menjadi pembenaran yang melegitimasi dan akhirnya susah untuk penertibannya...Karaoooossss...   

0 comments:

Post a Comment